Cerita Ramadan dan Lebaran Tahun Ini

Bulan Ramadan dan Syawal sudah lama berlalu, dan bahkan ini udah mau masuk bulan Dzul Hijjah, tapi tulisan ini belum kelar-kelar juga? Wow! πŸ˜†

Tapi tidak apa-apa. Atas nama mendokumentasikan semua keseruan dan keriaan dalam hidup, meskipun udah basi banget, saya akan tetap publish tulisan ini. πŸ˜€

Baiklah, jadi ada cerita apa nih di bulan Ramadan dan lebaran tahun ini?

Mari kita mulai dengan….

Cerita Ramadan

Tahun ini jadi kali kedua saya kembali menjalani puasa sebagai anak rantau di Jakarta. Dibandingkan tahun lalu, saya merasa jauh lebih ingin ‘menikmati’ kesendirian. Saya benar-benar sangat mengurangi frekuensi buka puasa bersama di luar.

Selama sebulan ini saya bahkan sengaja pergi ke kantor lebih awal agar bisa pulang sore sebelum buka puasa. Alhamdulillah, di bulan Ramadan ini kerjaan lagi gak banyak, jadi saya bisa pulang tenggo deh! Buka puasa di kantor bisa dihitung dengan jari. Beda banget dengan tahun lalu yang selain weekend, hampir setiap hari saya buka puasa dan tarawih di kantor. 😦

Somehow saya merasa tinggal di Jakarta seolah berada di suatu dimensi lain di mana waktu cepat sekali berlalu. Secepat itu sampai kadang saya ngos-ngosan mengikuti ritmenya.

Karena itu, ketika bulan Ramadan datang, saya bilang ke diri saya sendiri bahwa kali ini, saya harus bisa benar-benar memanfaatkan waktu 30 hari penuh berkah ini untuk lebih banyak beribadah. Saya gak mau menyesal belakangan ketika Ramadan sudah lewat dan saya gak bisa mengingat apa-apa saja yang sudah saya lakukan. Seperti tahun lalu, yang diingat hanya hore-hore dan menghabiskan waktu di kantor aja.

Akhirnya saya pun memutuskan membuat Ramadan Tracker, karena terinspirasi dari Instagramnya @byputy. Dan ternyata it worked for me! Saya terbantu sekali untuk melihat apa saja yang sudah saya lakukan selama sebulan itu. Memang belum sesuai harapan dan target pribadi, tapi paling tidak, ada kelegaan dalam diri bahwa bulan ini telah berusaha dilalui dengan sebaik-baiknya.

Insya Allah kalo tahun depan masih diberi umur panjang untuk bertemu kembali dengan bulan Ramadan, saya mau membuat Ramadan Tracker ini lagi. Kali aja ada yang ingin bikin juga, ini Ramadan Tracker versi saya, silakan disesuaikan dan dimodifikasi dengan kebutuhan teman-teman ya. πŸ™‚

Ramadhan Tracker

Anyway, salah satu kenangan Ramadan saya bersama Abang adalahΒ tarawih keliling. Jaman di Bandung dulu, kami sering pergi tarawih keliling dari satu masjid ke masjid lainnya. Sampai akhirnya punya masjid favorite di daerah Dago.

Tahun ini, hal tersebut saya lakukan lagi sendiri. Niatnya sih ingin benar-benar keliling ke beberapa masjid di sekitaran Jaksel. Tapi kenyataannya, saya hanya muter ke dua masjid ini aja secara bergantian:

  • Masjid Alatief Pasaraya Blok M β€” Masjid ini berada di lantai 5 Pasaraya Blok M. Salah satu masjid favorite saya. Adem, bersih, luas, toiletnya terang dan dekat dengan ruang sholat (ini penting bagi saya yang penakut hehehe). Akses dari kantor saya di daerah Kemang juga mudah, 1x naik TransJakarta saja.
  • Masjid Nurullah Kalibata City β€” Lokasinya di basement dan bisa diakses dari Tower Cendana. Karena berada di basement, kalo lagi rame memang terasa penuh sesak. Tapi saya suka dengan suara imam masjid ini. Pengaturan shaf jamaahnya juga rapi, jadi gak ada shaf bolong-bolong. Luv! ❀

Ramadan berikutnya insya Allah mau keliling ke masjid-masjid lain juga. Kalo ada yang punya rekomendasi masjid yang nyaman, bersih, dan akses terjangkau dari sekitaran Kemang dan Duren Tiga, tulis di comment ya. πŸ™‚

Seperti yang saya bilang di awal tadi, tahun ini saya jarang banget buka puasa bersama di luar. Lebih memilih sendirian aja di kost. Nah tapiiii, Ramadan tahun ini jadi spesial banget karena SAYA BUKA PUASA BERSAMA TEMAN TULUS DAN BISA BERTEMU TULUS SECARA LANGSUNG HUHUHU. Sesenang ituuuu.. karena memang saya ngefans dengan Tulus dan somehow sosok Tulus mengingatkan saya kepada Abang. Jadi rasanya ya seperti jatuh cinta. ❀

View this post on Instagram

Setelah sekian lama ngikutin lagu-lagunya Tulus dari album pertama sampai terakhir, akhirnyaaa di pertengahan bulan Mei kemarin, saya bisa bertemu Tulus! Selalu menyenangkan ketika bisa bertemu dengan idola seperti ini. Karena saya jadi bisa menyampaikan apresiasi secara langsung kepada mereka. β€’ Terima kasih @tulusm karena sudah begitu baik dan ramah. Terima kasih @rezachandika sudah meramaikan #KumpulTemanTulus di bulan Ramadan kemarin dengan penuh tawa. Terima kasih Mba @andienaisyah, Mas @kuntoajiw, Bung @glennfredly309 dan @yurayunita atas penampilan kerennya. Juga terima kasih untuk @temantulus yang sudah menyelenggarakan acara ini. ❀️ β€’ Keseruan acaranya bisa diintip di highlight IG story. Cerita detail tentang perjalanan saya mengikuti lagu-lagunya Tulus hingga akhirnya bisa bertemu muka sudah tayang di blog liandamarta.com. Yang mau baca, klik link di bio Instagram ya! πŸ™‚β€οΈ β€’ P.S. Untuk pertama kalinya sejak beberapa tahun terakhir, saya punya foto dengan pria selain Abang. Saya yakin, kalo dengan pria yang satu ini sih Abang gak akan protes. Swipe ke foto terakhir untuk lihat fotonya!

A post shared by Lianda Marta | liandamarta.com (@liamarta) on

Momen buka puasa bersama Tulus dan mengapa saya sejatuh cinta itu pada sosoknya, sudah saya tulis dengan lengkap di postingan Kumpul Teman Tulus ini. Silakan mampir kalo mau baca ya. πŸ™‚

Selain bertemu Tulus di buka puasa bersama Teman Tulus, momen spesial lainnya di bulan Ramadan tahun ini adalah kesempatan untuk ikut berbagi kebahagiaan bersama adik-adik di Yayasan Amal Mulia Indonesia.

Saya selalu senang kalo sudah bertemu dan berinteraksi dengan anak-anak. Dan alhamdulillah tahun ini bisa ikut berpartisipasi di acara ini. Detailnya baca di postingan Instagram saya ini aja ya. πŸ™‚

Btw, ini kali kedua saya ikutan kegiatannya One Day Fun Doing FunΒ (ODFDF) yang digagas oleh Isnia Nuruldita, adik kelas saya di Smansa Batam. Sebelumnya saya ikut berpartisipasi di kegiatan ODFDF Reunite Series di Batam tahun 2017 lalu.

Kegiatannya ODFDF selalu beragam tiap tahunnya. Di Ramadan sebelumnya, mereka menggalang donasi untuk membeli hadiah lebaran bagi adik-adik yang membutuhkan. Tahun ini, mereka berkolaborasi dengan @aksikami membuat kegiatan di Yayasan Amal Mulia Indonesia.

Kegiatan berikutnya belum tau apa, tapi kalo ada yang mau ikutan, follow aja akun Instagram @onedayfundoingfun atau IG foundernya @alaniadita. Info-info kegiatannya biasanya dishare di sana. πŸ™‚

***

Okay, cerita Ramadan sudah. Sekarang mari kita lanjutkan dengan ….

Cerita Lebaran

Lebaran tahun ini saya senang sekali karena bisa pulang ke Batam selama 2 minggu. Alhamdulillah! Kumpul bersama keluarga adalah salah satu momen yang pasti akan ditunggu-tunggu setiap lebaran tiba.

Tahun ini, kami kembali menjalani momen lebaran di hari pertama dengan berlima saja. Dulu pernah ada Abang sebagai tambahan personil, tapi qadarullah beliau hanya 2 tahun bersama kami. Ke depannya, belum tau akan seperti apa takdir dari Allah. Yang jelas, saya sangat sangat menikmati momen kebersamaan dengan keluarga ini. Hanya berlima, bersama adik-adik dan orang tua. ❀

DSCF1842

Momen lebaran juga artinya makan enak! Di rumah saya, Mama selalu masak berbagai macam makanan setiap kali lebaran tiba. Mulai dari ketupat dan teman-temannya seperti: opor ayam, gulai nangka, paru kentang balado, dan rendang, sampai aneka kue-kue. Ada kue kering, brownies, cheese cake, american risoles, dan lain-lain. Cobain deh kalo lebaran main ke rumah saya, nanti saya suguhin masakan Mama yang enak-enak ini. πŸ˜‰

Momen lebaran juga jadi kesempatan untuk saya bersama keluarga besar dari pihak Mama untuk berlibur bersama. Dulu, waktu masih tinggal di Pekanbaru, destinasi liburan kami tentu saja ke Sumatera Barat. Pernah dalam 2 tahun berturut-turut jalan ke Sumbar terus. Gak bosan-bosan. πŸ˜†

Tapi Sumbar memang cakep sih, banyak banget yang bisa dieksplor, mulai dari berbagai tempat wisata menarik di Bukittinggi, istana baso di Batusangkar, sampai aneka kulinernya yang menggugah selera. ❀

Setelah pindah ke Batam, destinasi wisatanya berganti. Dan karena Batam berada di daerah kepulauan, tentu saja destinasinya ya pantai. Tahun 2016 karena ketika itu saya dan keluarga lebaran di Batam, kami memilih Bintan sebagai destinasi wisata. Lalu, tahun 2017, saya dan keluarga main ke pulau, tepatnya ke Pulau Mubut Darat.

Selain pantai, opsinya tentu saja menyeberang ke negeri seberang. Tahun lalu, saya, tante, dan adik-adik secara impulsif pergi ke Kuala Lumpur lewat Singapore. Hanya 3 hari doang termasuk perjalanan laut dan darat ke sana. Di Kuala Lumpurnya cuma nginap 1 malam doang. πŸ˜†

Lalu tahun ini, kembali rembukan keluarga besar membahas tentang rencana perjalanan. Opsinya antara Singapore dan Kuala Lumpur. Lalu akhirnya diputuskanlah Singapore dan Johor Bahru sebagai destinasi jalan-jalan tahun ini. Tentu saja saya yang jadi guidenya. Mengurus semua hal, termasuk itinerary, penginapan, dan mengarahkan jalan selama di sana.

DSCF1979

Cerita lengkapnya nanti saya tulis di postingan terpisah aja ya. πŸ˜‰

***

Anyway, ini cerita Ramadan dan lebaran saya. Selalu menyenangkan ketika bisa menikmati kebersamaan dengan orang-orang tersayang. Semoga kesempatan ini akan selalu ada sampai bertahun-tahun kemudian. Aamiinn! ❀

Meski sudah sangat terlambat, tapi masih boleh dong saya bertanya cerita Ramadan dan lebaran versi kalian? Tulis di kolom comment ya! πŸ™‚

3 thoughts on “Cerita Ramadan dan Lebaran Tahun Ini

  1. ndu.t.yke

    Cerita Lebaranku…. adek M belajar bersosialisasi dgn orang baru selama libur lebaran kemaren. Alhamdulillah udah nggak terlalu nervous lagi doski, klo ketemu orang baru.

    Like

    Reply

Share your thoughts!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s