Perjalanan Impulsif ke Kuala Lumpur

“Kita ke Kuala Lumpur yuk!”

Hari Sabtu siang, tante saya tiba-tiba ngomong gini. Berawal dari ngobrolin mau jalan-jalan ke mana di momen lebaran ini, lalu tiba-tiba muncul ide jalan-jalan ke Kuala Lumpur lewat Johor Bahru.

Ide tersebut baru fix di sore hari, sekitar jam 5 sore. Sementara last ferry ke Johor Bahru ada di jam 6 sore. Ya udah pasti gak terkejar lah kalo mau lewat Johor.

Akhirnya rencana pun diubah, jadinya lewat Singapore naik ferry terakhir jam 7 malam dari Sekupang. Langsung packing dan bergegas meluncur ke pelabuhan. Sampai di pelabuhan jam setengah 7 lewat, alhamdulillah tiket udah diurus sama tante saya, jadi begitu kami (saya dan adik) sampai, tinggal langsung masuk aja.

Karena jadinya lewat Singapore, otomatis perjalanan pun semakin panjang. Dari Singapore, kami masih harus melanjutkan perjalanan ke Johor Bahru, baru kemudian naik bus menuju Kuala Lumpur. Lebih melelahkan memang, tapi karena memang ingin jalan-jalan, ya dibawa happy aja. πŸ™‚

Kami sampai di Harbourfront Singapore jam 9 waktu setempat. Langsung cus ke MRT station dan naik MRT sampai ke Kranji Station untuk kemudian ambil bus dan menyeberang ke Johor Bahru. Detailnya bisa dibaca di tulisan saya tentang cara ke Johor Bahru via Woodlands Singapore.

Alhamdulillah imigrasi di Harbourfront lancar, antrian bus di Kranji Station pun sepi, begitu juga dengan antrian imigrasi di Woodlands dan Johor Bahru semuanya sepi. Saya udah deg-degan banget takut rame, karena pernah waktu pergi sama Abang, kami sampai malam hari seperti ini dan ternyata antrian bus dan imigrasi di kedua negara tersebut super rame dengan para pekerja Singapore yang mau pulang ke Johor Bahru.

Singkat cerita, kami sampai di Johor Bahru udah lewat dari jam 11 malam. Lalu lanjut ke Terminal Larkin dengan naik taksi. Awalnya mau pesan Grab, tapi paket internet di nomor Malaysia belum aktif. Akhirnya naik taksi deh bayar 40 RM sampai ke Larkin. Rada mahal memang, tapi ya gimana udah tengah malam dan kami satu mobil naik berlima. :)))

Sampai di Terminal Larkin sekitar jam 12 malam dan langsung beli tiket bus ke Kuala Lumpur. Gak perlu khawatir karena pilihan bus ke Kuala Lumpur ada hampir di tiap jam. Kami pun memilih bus yang waktunya paling dekat, yaitu jam 1 pagi waktu setempat.

Bagi yang belum tau, sekarang beli tiket di Terminal Bus Larkin sudah by system lho. Jadi hiraukan aja calo-calo yang nawarin tiket ya. Mending langsung keΒ ticketing machine yang tersebar di banyak tempat.

DSC08233

Cara beli tiketnya gampang kok. Panduannya juga ada di mana-mana. Jadi gak perlu bingung. Tinggal pilih kota tujuan, tanggal dan jam keberangkatan, pilih tempat duduk, lalu masukkan nama dan nomor paspor. Kemudian bayar deh. Gampang banget! FYI, harga tiket bus dari Johor Bahru ke Kuala Lumpur berkisar 35-40 RM per orang.

Oh ya, proses beli tiket ini hanya bisa untuk 1 tiket per transaksi ya. Jadi kalo pergi ramean dan mau dapat tempat duduk yang deketan, mending masing-masing langsung proses beli di mesin yang berbeda biar gak kehabisan nomor kursi yang diinginkan.

Dari pengalaman kemarin, jadwal bus yang diinginkan gak tepat waktu. Ketika udah jam 1 pagi, bus yang datang justru yang keberangkatan sebelumnya. Kami coba lapor ke petugas bus yang ada, dan akhirnya dioper ke bus lain yang masih kosong. Alhamdulillah busnya nyaman dan yang penting kami segera meluncur ke KL. Yeay!

Bus sampai di Terminal Bersepadu Selatan (TBS) Kuala Lumpur sekitar jam 5 pagi. Perjalanan lancar jaya, kurang lebih 4 jam saja dari Johor menuju Kuala Lumpur. Di TBS, kami langsung beli tiket untuk pulang di hari Senin. Kami memilih bus KKKL dari TBS menuju Terminal Larkin Johor jam 9 pagi. Harga tiketnya 35 RM per orang. Langsung bayar dan print tiket jadi nanti hari Senin udah tinggal berangkat aja.

Setelah urusan tiket selesai, kami sholat subuh dulu baru kemudian meluncur ke KL Sentral dengan menggunakan komuter. Harga untuk 1x perjalanan dari TBS ke KL Sentral adalah 5 RM sudah termasuk kartu komuter. Saya karena udah punya kartu komuter tinggal top up aja seharga 3 RM.

Niatnya ke KL Sentral untuk mandi, tapi ternyata shower room di KL Sentral udah gak ada HAHAHAHA. Jadilah kami hanya bersih-bersih sedikit aja di toilet, lalu nyimpen barang-barang di dalam locker sebelum melanjutkan perjalanan ke Dataran Merdeka. Kenapa nyimpan barang di locker? Karena baru bisa check in di apartment airbnb jam 2 siang, jadi ya biar gak nenteng backpack berat-berat, mending disimpan aja di locker.

Ada banyak locker di KL Sentral dengan berbagai ukuran. Harganya berkisar dari 10-50 RM, tergantung besar locker yang kita pilih. Kami memilih locker berukuran sedang dengan harga 30 RM untuk 1x penyimpanan. Jadi pastikan benar-benar mana barang yang ingin disimpan di locker dan mana yang akan dibawa jalan-jalan ya, karena kalo udah buka locker dan mau nutup lagi, harus bayar lagi. :)))

Penyimpanan locker di KL Sentral ini juga udah computerized. Kita tinggal pilih locker mana yang masih tersedia, lalu kemudian wajah kita akan discan dan difoto oleh kamera yang ada di mesin. Kita juga akan diminta scan sidik jari di mesin tersebut. Setelah itu baru deh masukkan uang pas sesuai nominal yang harus dibayar. Nantinya kalo barangnya mau diambil, hanya orang yang wajahnya tadi discan lah yang bisa membuka locker tersebut.

DSC08246

Setelah semua barang tersimpan di dalam locker, kami pun melanjutkan perjalanan ke Dataran Merdeka dengan menggunakan Go KL (bus gratis di Kuala Lumpur). Meski gak pake mandi, tapi yang penting udah wangi dan kece dong hahahaha.

Sebenarnya kami gak punya tujuan mau ke mana di Kuala Lumpur ini. Ya namanya juga perginya mendadak ya, mana sempat nyusun itinerary. Kalo mau jalan-jalan murah (dan bahkan gratis) di Kuala Lumpur, bisa coba cek tulisan saya tentangΒ Satu Hari di Downtown KL.

Dari list yang saya tulis tersebut, kami hanya mengunjungi Masjid Jamek dan KL City Gallery aja. Di Masjid Jamek sayangnya gak bisa masuk ke dalam karena masih ditutup untuk turis sampai tanggal 22 Juni 2018. Kalo untuk sholat sih bisa, tapi tourism information-nya gak ada. Padahal kalo lagi buka, di sana kita bisa lihat Al-Qur’an dengan berbagai bahasa. Nanti detail tentang ini di tulisan terpisah ya, karena sesungguhnya masih ada tulisan jalan-jalan ke Kuala Lumpur di bulan Januari lalu yang belum saya tulis. :)))

DSC08257

Udah puas jalan-jalan di Masjid Jamek dan KL City Gallery, kami pun kembali ke KL Sentral untuk makan siang dan ambil barang. Baru kemudian melanjutkan perjalanan ke apartment airbnb yang sudah saya sewa.

Mengenai apartment ini nanti akan saya tulis di tulisan terpisah ya. Yang pasti tempatnya super nyaman terutama buat yang mau leyeh-leyeh doang di Kuala Lumpur. Kalian bisa intip dulu sneak peek-nya di highlight IG story saya (jangan lupa follow juga ya akun IG @liamarta hahaha ujung-ujungnya promo). Saya kasih bonus deh nih satu sneak peek lagi, pemandangan Petronas Twin Tower di malam hari dari balkon apartment yang berada di lantai 34. πŸ˜‰

DSC08351

Lagi-lagi, karena gak ada itinerary yang jelas, di malam harinya kami hanya jalan-jalan ke Suria KLCC atau Petronas Twin Tower aja. Kebetulan dekat sekali dengan hotel, sekitar 900an meter doang. Karena itu kami memutuskan jalan kaki saja ke menara kembar yang jadi landmarknya Kuala Lumpur ini.

Di Suria KLCC ngapain? Jajan KOI dan Garrett popcorn! Hahahaha. Hanya itu yang diincar selama di Kuala Lumpur saking gak punya rencana mau ke mana dan mau ngapain. Oh satu lagi deng, subway! Tapi yang ini saya simpan untuk di Terminal Larkin aja, sebelum pulang ke Batam. πŸ™‚

Udah puas jajan KOI dan Garrett, trus lanjut nontonΒ dancing fountain,Β dan tentu saja sebagai turis harus foto-foto dulu dong di depan Twin Tower. :))

Kemudian perut pun terasa lapar, saya ajak tante dan adik-adik saya untuk makan di NZ Cafe, restaurant yang berada tepat di depan Twin Tower. Jadi kami makan sambil menikmati pemandangan menara kembar seperti ini.

DSC08341

Detail mengenai restaurant ini juga akan saya tulis di postingan terpisah. Mohon sabar menanti ya, gaes! Doakan aja saya dikasih semangat nulis yang luar biasa biar tulisannya cepat tayang. :)))

Anyway, kami pulang naik bus dari Kuala Lumpur menuju Johor Bahru jam 9 pagi. Sampai di Terminal Larkin Johor jam 1 siang, langsung makan siang. Tentu saja saya memilih makan Subway karena ini yang kebayang-bayang sepanjang perjalanan.

DSC08363

Usai makan langsung cari bus menuju JB Sentral. Karena menunggu bus SBS Transit dan Causeway Link yang gak kunjung datang, saya pun sok keidean naik bus Causeway Link tujuan Jurong East. Mikirnya kalo udah di Jurong East kan udah motong 1/4 perjalanan MRT. Eh ternyata busnya gak lewat Woodlands dong, melainkan lewat Tuas Link yang mana jalannya mayan jauh kalo dari pusat kota Johor Bahru. :)))

Trus sampai Tuas Link ternyata antrian imigrasi super rame. Ngantri imigrasi doang sejam. Belum lagi nunggu bus yang juga ternyata lama karena busnya cuma dikit.

Kami jalan dari Terminal Larkin jam 2 siang, masuk Singapore sekitar jam setengah 6 sore, lanjut naik MRT dari Jurong Station menuju Harbourfront. Sampai di Harbourfront jam setengah 7 malam langsung check in ferry pulang ke Batam naik ferry jam 7.30 PM.

***

Sebuah perjalanan yang super singkat. 2 hari 2 malam dengan rute Batam – Singapore – Johor Bahru – Kuala Lumpur PP. Meski lelah tapi happy. Yang penting paspor diisi stempel baru. :))))

Gimana libur lebaran kalian, gengs? Udah jalan-jalan ke mana aja nih? πŸ™‚

 

 

Advertisements

11 thoughts on “Perjalanan Impulsif ke Kuala Lumpur

  1. Pingback: Pengalaman Menginap dengan Airbnb di Kuala Lumpur | liandamarta.com

Share your thoughts!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s