Pacaran Keliling Jogjakarta

Bulan Maret 2016 lalu, saya dan Abang berkesempatan untuk hadir di Local Leaders Day (LLD) 3 di Jogjakarta. Di sela-sela kegiatan LLD Akademi Berbagi ini, kami berdua menyempatkan diri untuk jalan-jalan keliling kota gudeg.

Saya dan Abang sampai di Jogjakarta pada hari Jum’at tanggal 11 Maret 2016. Bersama teman-teman relawan Akademi Berbagi lainnya dari seluruh Indonesia, kami berkumpul di Edu Hostel. Di hostel inilah kami akan menginap dan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan Local Leaders Day 3 Akademi Berbagi.

Kegiatan LLD dilakukan full dari pagi sampai malam. Nah, setiap malam sebelum tidur dan di hari terakhir sambil menunggu jadwal flight pulang, saya dan Abang memutuskan untuk mengeksplor Jogjakarta.

Apa saja yang kami lakukan selama 3 hari 2 malam di Jogjakarta? Ini dia.

Makan Oseng Mercon

Malam pertama di Jogjakarta, saya, Abang, dan beberapa teman relawan Akademi Berbagi lainnya berjalan kaki menuju warung Oseng Mercon Bu Narti. Ini semacam mengulang cerita pasca LLD 2 di Salatiga tahun 2014 lalu, saya dan beberapa teman yang juga menginap di Edu Hostel, mencicipi oseng mercon ini untuk pertama kalinya.

DSC05062

Oseng Mercon Bu Narti

Malam itu jadi kali pertama bagi Abang mencicipi oseng mercon ini. Dan Abang suka banget! Karena pada dasarnya Abang memang doyan makan yang pedas-pedas kayak gini sih ya. Jadilah beliau lahap sekali makan nasi putih dengan oseng mercon bu Narti yang endeus banget ini. 🙂

Jalan-Jalan ke Malioboro

Setelah kenyang makan oseng mercon, kami pun lanjut berjalan kaki ke Malioboro. Ceritanya masing-masing relawan diberi tugas membawa sebuah kado sederhana untuk ditukar dengan relawan lain saat malam terakhir. Berhubung belum sempat beli, jadilah kami mencoba cari yang lucu-lucu di sekitaran Malioboro.

Sayangnya karena saat itu udah lewat jam 10 malam dan beberapa toko sudah tutup, jadi saya yang tadinya niat sekalian belanja oleh-oleh pun akhirnya batal. Tapi karena udah sampai di Malioboro, gak boleh lupa dong untuk foto-foto di depan plang jalan Malioboro yang famous ini. 😀

dsc07120

Numpang eksis di Malioboro

Naik Becak

Malam berikutnya, saya dan Abang memutuskan untuk lanjut jalan-jalan lagi. Kali ini kami ingin keliling Jogjakarta naik becak. Kami dibawa oleh bapak tukang becak ke beberapa toko oleh-oleh. Saya lupa persisnya di mana. Yang jelas bukan di Malioboro deh kayaknya.

Anyway, kalo ingat pengalaman naik becak bareng Abang ini, saya suka jadi kasian sama bapak tukang becaknya. Karena kami berdua kan sama-sama bongsor ya. Pasti berat banget itu ngayuh sepedanya huhuhu. Sebagai gantinya, saya dan Abang biasanya ngelebihin tarifnya untuk si bapak. Ya itung-itung beliau narik sekali 2 orang deh.

dsc07183

Naik becak keliling Jogjakarta

Yang asiknya dari naik becak ini adalah, saya bisa puas menikmati pemandangan kota Jogjakarta. Dan tentu saja… foto-foto! 😀

Minum Wedang Ronde di Tugu 0 km

Setelah puas muterin Jogja dan beli oleh-oleh, kami pun turun di tugu 0 km. Katanya Abang penasaran ingin minum wedang ronde! 😀

dsc07200

Saya gak terlalu suka wedang ronde sih. Jadinya cuma icip-icip dikit punya Abang aja. 😀

Pemandangan di sekitar tugu 0 km ini bagus banget menurut saya. Banyak bangunan-bangunan tua bernuansa kolonial Belanda. Salah satu favorite saya adalah gedung Bank Negara Indonesia ini.

Suatu malam di Jogjakarta ⭐️🌙

A post shared by Lianda Marta | liandamarta.com (@liamarta) on

Setelah minum wedang ronde, kami pun lanjut berjalan kaki ke Malioboro. Kali ini kami berdua ingin makan gudeg! Ya iya masa’ udah sampai di Kota Gudeg malah gak makan gudeg ya kaaan. Jadilah tujuan kami berikutnya adalah ini…

Makan Gudeg!

Saya lupa tempat gudegnya ini namanya apa. Semacam angkringan gitu deh. Yang jelas kami memilih tempat ini karena merupakan yang paling rame di antara tempat-tempat lainnya. Ya soalnya udah malam juga sih, jadi gak banyak pilihan yang masih buka sampai larut malam.

Harganya juga lupa berapa. Tapi yang pasti rasanya enak! Kreceknya favorite banget! ❤

dsc07221

Sambil makan gudeg, Abang juga memesan kopi joss. Ini kali pertama Abang minum kopi joss. Enak katanya. Berhubung saya ndak suka kopi, apalagi kopi item begitu, jadi saya gak nyobain sama sekali. 😀

Mengunjungi Taman Sari

Hari terakhir di Jogjakarta, seusai penutupan LLD dan sambil menunggu jadwal flight di sore hari, saya dan Abang pun memutuskan untuk jalan-jalan lagi. Naik apa? Tentu saja naik becak hehehe.

Destinasi pertama yang kami kunjungi adalah Taman Sari. Saya udah lama banget penasaran ingin mengunjungi tempat ini.

Dari beberapa sumber di internet, aslinya Taman Sari ini luas banget lho. Tapi yang bisa dilihat hanyalah yang berada di kompleks Kedhaton aja. Di sana kita bisa melihat kolam pemandian yang konon dulu digunakan oleh sultan, permaisuri, para istri, serta putri-putri raja.

Untuk masuk ke Taman Sari ini, kita harus membeli tiket seharga (kalo gak salah) Rp5.000 per orang. Pintu masuknya berupa gerbang yang sangat tinggi. Pintu gerbang ini ada dua, satu di sisi timur dan satunya lagi di sisi barat.

dsc07243

dsc07278

Setelah memasuki gerbang, kita akan menemukan tangga-tangga yang mengarah ke bawah. Tepatnya mengarah ke kolam pemandian yang bernama Umbul Pasiraman atau Umbul Binangun. Kolam pemandian ini dikelilingi oleh tembok-tembok batu yang menjulang tinggi. Klasik sekali. ❤

dsc07273

dsc07284

Di dalam bangunan yang mengelilingi kolam pemandian itu konon dulu digunakan oleh para putri dan istri untuk beristirahat dan berganti pakaian.

Kalo yang saya lihat dari foto-foto beberapa teman yang pernah datang ke Taman Sari ini, sepertinya ada area bawah tanahnya juga ya? Sayang karena kemarin waktu kami sangat singkat, jadi kami gak bisa mengeksplor Taman Sari ini sampai ke dalam-dalamnya. Cuma foto-foto aja dan setelahnya langsung capcus ke destinasi berikutnya…

Keraton & Belajar Membatik

Jadi awalnya kami mau ke Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Sebelumnya saya udah pernah datang ke Keraton Kasunanan di Solo, dan kabarnya ada keterkaitan antara dua keraton ini makanya saya jadi penasaran ingin mengunjungi juga keraton di Jogjakarta.

Tapi sayangnya saat kami sampai di sana udah jam 1 siang dan ternyata kalo hari Minggu keratonnya cuma buka setengah hari huhuhu. Akhirnya sama si tukang becak, kami pun dibawa ke sebuah galeri lukisan dan batik di pemukiman warga. Katanya galeri tersebut berada di bawah pengelolaan Sultan.

Di sana, saya coba-coba belajar batik. Bentar doang sih karena aslinya bukan lagi sesi belajar. Tapi saya dibolehin merasakan membatik sama si mbaknya. 😀

dsc07294

Trus kami juga melihat lukisan-lukisan yang dijual di sana. Abang yang memang suka banget ngumpulin lukisan, akhirnya memutuskan membeli 1 buah lukisan pemandangan berukuran kecil.

dsc07305

Waktu itu saya dan Abang merasa belum puas mengeksplor Jogja dan kami berencana ingin datang lagi ke kota gudeg ini. Niatnya sih awal Desember 2016 lalu mau ke Jogjakarta lagi untuk datang ke Pesta Boneka-nya Papermoon Puppet Theater dan berkunjung ke studio musiknya Gardika Gigih.

Meskipun rencana-rencana tersebut gak terwujud, tapi saya cukup bahagia karena udah pernah menginjakkan kaki di Jogjakarta bersama Abang. Saya juga selalu yakin, Allah punya rencana lain yang jauh lebih bai untuk saya, Abang, dan orang-orang di sekitar kami. 🙂

Jadi ya inilah yang saya lakukan kalo lagi kangen Abang. Lihatin foto dan video kami berdua setiap kali pergi liburan. ❤

Saya sekarang bersyukur banget kami selalu menyempatkan diri pergi liburan berdua di sela-sela kesibukan masing-masing, karena ya hanya cerita dari setiap perjalanan itulah yang bisa saya kenang saat ini.

Saya juga bersyukur karena selalu ‘rajin’ mendokumentasikan apapun kegiatan kami, terlebih setelah menikah, jadinya saya punya ‘peninggalan’ yang bisa selalu saya nikmati setiap kali merasa kangen sama Abang. 🙂

***

When someone you love becomes a memory,
that memory becomes a treasure.

Advertisements

28 thoughts on “Pacaran Keliling Jogjakarta

  1. newhildaikka

    Wah iya sayang banget kalo belum ngunjungin ‘masjid’ bawah tanahnya. Trus ada semacam bangunan gede yang luassss dan kece buat pepotoan. Treknya lumayan jauh dari pemandian sih. Kakiku rada gempor jadinya. 😀

    Like

    Reply
  2. Leli

    Nggak nyoba minum kopi arang mba ? Wah sayang padahal udah mampir wkwk
    Eh tapi emang nggak semua orang suka kopi sih

    Btw aku belum pernah makan oseng mercon jogja..
    Katanya sih enak banget.
    Jadi pengen kaaan :’)

    Like

    Reply
    1. liandamarta.com Post author

      Kopi joss itu sama dengan kopi arang bukan sih mba? Kopi joss yang dipesan suami saya ini sih pake arang item hehehe.

      Iyaaaa oseng mercon Jogja enak banget. Apalagi kalo suka pedas, pasti doyan deh. 🙂

      Like

      Reply
    1. liandamarta.com Post author

      Semoga ada kesempatan mengunjungi Jogja lagi ya mba. Jadi bisa jalan-jalan ke Taman Sari dan makan oseng mercon. Terima kasih ya mbaaa. Insya Allah doaku untuk Abang gak akan pernah putus. 🙂

      Like

      Reply
  3. Pingback: #CeritaTanggal7 : Tentang Bucket List | liandamarta.com

Share your thoughts!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s