Bertemu Gardika Gigih, Composer Muda Dari Jogjakarta

Siapa itu Gardika Gigih?

Yang pastinya dia dalah idola baru suami saya. Composer muda berbakat yang berasal dari Jogjakarta.

Ini adalah cerita akhir pekan saya dan suami. Bela-belain datang ke sebuah public lecture tentang Dramaturgy di Dialogue Kemang demi bisa bertemu dengan Gardika Gigih, composer muda ini.

Sebelum cerita lebih lanjut tentang Gardika Gigih dan bagaimana pertemuan kami kemarin, saya mau cerita dulu deh kerandoman saya dan suami di hari Minggu lalu.

Jadi sejak Sabtu malam, saya dan suami udah berencana mau jalan pagi ke Monas. Sekalian saya pengen banget bisa naik ke puncak Monas. Dulu udah pernah sih, tahun 2008. Tapi kan pengen lagi. Sekalian nyari konten untuk ditulis di blog. 😀

Tapi berhubung sejak Minggu pagi hujan mengguyur kota Jakarta, kita jadi mager dong. Sampai siang hujannya gak reda-reda. Ya udah fix kita batal ke Monas.

Trus Abang cerita kalo Gardika Gigih, composer idolanya ini lagi di Jakarta dan ada di Dialogue jam 4 sore. Ya udah kita memutuskan mau ke sana aja. Tapi berhubung masih jam 3an, melipir dulu deh ke Kemang Village. Ngapain? Main timezone. 😆

Seriously, kita berdua main timezone. Gak penting banget asli. Tapi seru sih hehehe. Terakhir kali main timezone udah lama banget sih. Waktu masih di Pekanbaru. Bawa ponakan yang memang seneng kalo diajak main ke timezone. 😀

Menjelang jam 4 sore, saya dan suami meluncur ke Dialogue Kemang. Seperti yang saya bilang di atas tadi, di sana sedang ada public lecture tentang Dramaturgy oleh Peter Eckersall (Profesor Kajian Teater dan Performance di Graduate Center, City University of New York).

Apa itu Dramaturgy? Saya juga gak terlalu paham sih sebenarnya. Tapi kalo yang bisa saya tangkap intinya tentang sebuah filosofi dalam pementasan teater gitu.

Saya dan Abang sebenarnya hanya penikmat dunia teater saja. Jadi saat mengikuti public lecture kemarin, kita berdua gak 100% paham dengan materi yang disampaikan. Kalo dilihat-lihat peserta yang hadir hampir seluruhnya orang-orang teater sih. Acaranya sendiri diadakan oleh Art Summit Indonesia yang digawangi oleh Ratna Riantiarno, dkk.

Tapi lumayan sih nambah ilmu baru. 😀

Setelah selesai mengikuti public lecture tersebut, baru deh saya dan Abang mencari kesempatan untuk bertemu dan berkenalan dengan Gardika Gigih.

dsc01812

Udah sejak beberapa bulan terakhir ini, Abang suka sekali menikmati karya-karyanya Gardika Gigih. Awalnya Abang tau Gardika Gigih dari album keduanya Banda Neira. Lalu sejak itu, mulai deh cari koleksi karya-karya musiknya Gardika Gigih di soundcloudnya. Hampir setiap malam, Abang memutar karya musik dari composer muda ini untuk menjadi musik pengantar tidur.

Trus saya pun jadi ikutan suka. 🙂

Semua karya musiknya Gardika Gigih ini memang bagus-bagus banget. Cek aja di soundcloud.com/gardikagigih kalo ingin dengerin langsung.

Yang paling saya suka adalah saat ia berkolaborasi dengan Banda Neira di lagu Sampai Jadi Debu. Asli ini keren banget sih menurut saya. Komposisi musiknya cakep, vokalnya Rara Sekar dan Ananda Badudu juga bagus banget, dan liriknya super romantis. :’)

Selain di lagu Sampai Jadi Debu ini, Gardika Gigih juga ikutan bantuin hampir di semua lagu di album keduanya Banda Neira – Yang Patah Tumbuh Yang Hilang Berganti. Yang suka dengerin lagu-lagunya Banda Neira, pastinya udah ngeh sama alunan piano yang cakep banget dari Gardika Gigih ini. 😉

Berhubung Abang memang suka banget sama musik dan juga suka main piano, makanya dia jadi ngefans berat sama Gardika Gigih ini. Entah udah berapa kali Abang bilang ingin ketemu dan berkenalan sama Gardika Gigih.

Alhamdulillah ya, hari Minggu kemarin udah kesampaian. Ketemu dan berkenalan. Selanjutnya mudah-mudahan ada kesempatan bisa nonton langsung pertunjukan musiknya Gardika Gigih. Bikin live performance bareng Banda Neira mungkin? Yang terakhir ini pastinya harus nungguin Rara Sekar balik dari New Zealand dulu. 😀

Jadi yah begitulah Cerita Akhir Pekan saya dan suami. Gak jalan ke mana-mana karena hampir seharian Jakarta diguyur hujan. Tapi senang sekali karena bisa mempertemukan Abang dengan idolanya. 🙂

Kalo kamu gimana cerita akhir pekanmu? Ceritain dong 🙂

Oh ya, kalo ada yang suka dengan komposisi musiknya Gardika Gigih, silahkan dishare juga ya yang mana yang jadi favorite kamu. 🙂

Advertisements

15 thoughts on “Bertemu Gardika Gigih, Composer Muda Dari Jogjakarta

  1. Pingback: Pacaran Keliling Jogjakarta | liandamarta.com

  2. Pingback: #CeritaTanggal 7 : Kebiasaan Yang Dirindukan | liandamarta.com

Share your thoughts!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s