Pengalaman Tinggal di Kalibata City

Selama kurang lebih 5 bulan menjadi warga ibukota, ada banyak kenangan yang tercipta antara saya dan almarhum Abang. Salah satunya mengenai pencarian tempat tinggal. Di blogpost kali ini, saya akan cerita pertimbangan kami saat memutuskan menyewa unit di Kalibata City dan pengalaman tinggal di sana selama kurang lebih 3 bulan.

***

Berhubung saya yang akan lebih banyak menghabiskan waktu di rumah, jadi Abang memang menyerahkan urusan pilih rumah ini ke saya.

Sebagai orang yang cukup picky untuk urusan tempat tinggal, saya pun membuat kriteria sebagai berikut:

  • Nyaman dan aman, terutama jika saya ditinggal sendirian di rumah saat malam hari
  • Rumah terang dan sirkulasi udara bagus
  • Kamar mandi dan air bersih
  • Lokasi strategis. Kalo bisa dekat dengan stasiun commuter agar mobilisasi saya gampang karena rencana awalnya saya mau lanjut kuliah lagi di Depok
  • Budget sewa rumah + listrik tidak lebih dari 30% dari total pemasukan bulanan kami
  • Ada internet

Sedangkan kriteria Abang cuma satu: tidak terlalu jauh dari kantornya.

Awalnya, kami menyewa sebuah kamar kost yang terletak di belakang kantor Abang. Letak kost tersebut cukup strategis. Abang ke kantor bisa berjalan kaki, sedangkan jika saya ingin berpergian, saya bisa jalan ke halte TransJakarta atau stasiun commuter terdekat.

Tapi saya gak betah juga lama-lama tinggal di kost. Ruang gerak terbatas banget. Di kost juga gak ada dapur, jadi saya gak bisa masak. Padahal plan utama kami saat pindah ke Jakarta adalah saya harus lebih rajin masak karena Abang mau bawa bekal ke kantor.

Akhirnya saya pun mulai rutin mencari informasi sewa rumah di OLX. Selain rumah, menyewa unit di apartemen Kalibata City juga menjadi salah satu opsi. Tapi kebanyakan unit yang disewakan itu full furnished, dengan harga sewa yang jauh di atas budget maksimal kami.

Hampir setiap hari saya mantengin OLX. Lalu cek di Google Maps untuk melihat lokasinya. Kebanyakan rumah yang harga sewanya terjangkau itu lokasinya jauh dari kantor Abang. Yang terdekat aja butuh waktu 30-45 menit untuk Abang pergi ke kantor. Tentu saja Abang keberatan kalo harus menempuh perjalanan selama itu untuk pergi dan pulang kerja.

Selain memantau OLX, kami juga berkeliling mencari rumah petak atau paviliun. Tapi tetap aja gak ketemu yang sesuai kriteria.

Sampai suatu hari, saya melihat iklan sewa unit apartemen Kalibata City unfurnished 2 kamar dengan harga sewa tahunan yang masuk dalam budget kami. Saya pun langsung menghubungi pemiliknya.

Singkat cerita, saya dan Abang merasa cocok dengan unit tersebut. Kami juga diberi kemudahan untuk termin pembayaran, dari yang per tahun jadi per 3 bulan. Terhitung mulai tanggal 1 Agustus 2016, kami pun resmi menjadi warga Kalibata City.

Resmi jadi warga hutan beton. Semoga betah dan nyaman tinggal di sini. Yeay! ❤️

A post shared by Lianda Marta | liandamarta.com (@liamarta) on

Oke, lalu apa saja yang menjadi pertimbangan utama saya dan Abang saat memutuskan menyewa unit di Kalibata City ini? Here they are!

Lokasi Strategis

Yes, ini jadi pertimbangan paling utama. Lokasi Kalibata City ini strategis banget.

Ke kantor Abang cuma butuh waktu kurang lebih 10 menit naik motor. Alhamdulillah, Abang dapat pinjaman motor dari adiknya kakak ipar. Ini sangat membantu mobilisasi kami selama di ibukota.

Saya pun kalo mau pergi ke mana-mana juga gampang. Di seberang Kalibata City ada stasiun commuter yang jadi andalan saya banget kalo mau berpergian.

Ada juga TransJakarta jurusan Blok M-Kampung Rambutan yang lewat di depan Kalcit. Kopaja dan angkot juga banyak yang seliweran. Ada pula ojek dan taksi yang mangkal di sekitar Kalcit.

Fasilitas Lengkap

Fasilitas Kalcit juga lengkap banget. Di dalam mall ada Farmers Market tempat saya biasa belanja mingguan. Meskipun harganya relatif lebih mahal, tapi saya merasa lebih aman belanja di sana karena terjamin kebersihannya.

Ada pula berbagai KCP bank, mulai dari Mandiri, BCA, BNI, BRI, sampai BTN ada di sini. Pernah suatu waktu saya harus ngurus ini itu di bank, saya tinggal turun aja pake stelan rumahan. Urusan kelar dan saya gak mesti jauh-jauh pergi ke luar rumah.

Mau jajan ini itu juga gampang. Ada banyak kios makanan, indomaret, seven eleven sampai foodcourt. Trus ada Chatime juga. Udahlah waktu awal-awal tinggal di sini saya dan Abang jajan Chatime mulu. 😛

Pokoknya fasilitas di Kalcit ini lengkap banget deh. Toko buku, gym, salon, coffee shop, kolam renang, TK, sampai lapangan olahraga (tenis, basket, dan futsal) juga ada di sini.

dsc02208

Aman & Nyaman

Kriteria saya soal rumah yang aman, nyaman, terang, dan sirkulasi udara yang bagus, alhamdulillah bisa saya dapatkan di unit ini.

Di setiap tower, ada security yang bertugas 24 jam. Untuk naik ke masing-masing lantai, penghuni harus tap access card. Jadi gak sembarang orang yang bisa naik. Kalo pun ada tukang galon atau engineer yang mau naik, mereka harus lapor security dulu untuk minta aksesnya.

Saya sempat mendapat berbagai cerita gak enak tentang Kalibata City, tapi alhamdulillah selama tinggal di sini, saya gak pernah ketemu penghuni yang aneh-aneh. Di lift seringnya papasan sama bapak ibu yang udah berkeluarga. Tetangga unit saya juga orangnya baik banget.

Internet Kencang

Ini penting banget nih, hahaha. Karena saya lebih banyak menghabiskan waktu di unit dan kerjaan saya juga butuh banget akses internet. Jadi begitu saya dan Abang resmi menempati unit kami, saya langsung cari info mengenai pemasangan internet unlimited ini.

Dari hasil pencarian, kami pun memilih internet GIG Indosat M2. Free biaya instalasi, dipinjamkan modem, free berlangganan iflix selama 6 bulan dan dapat free Google Chromecast. Biaya bulanannya sekitar 300an ribu untuk koneksi 15mbps.

Koneksi GIG M2 ini asli kencang banget sih. YouTube-an lancar jaya tanpa buffering. Ya udahlah tiap malam saya dan Abang kerjanya nonton YouTube terus. TV adik saya yang kami pinjam pun akhirnya dipakai untuk nonton YouTube dan nonton film di iflix via Google Chromecast. 😀

Hidup Serba Praktis

Air galon abis? Tinggal order via whatsapp.

Meteran air bermasalah? Tinggal telfon teknisi.

Hidup jadi gampang banget. Bahkan ada juga layanan untuk membersihkan unit dan antar jemput laundry. Saya belum pernah coba sih, tapi asli ini kayanya selain bikin hidup lebih praktis juga bikin hidup jadi lebih mager. 😛

dsc02203

Selain berbagai pertimbangan utama yang juga menjadi nilai plus dari Kalibata City tersebut, tetap aja pasti ada nilai minusnya. Ini beberapa yang saya rasakan selama tinggal di sini:

  1. Parkir mobil terbatas. Berhubung saya dan Abang naik motor, hal ini gak terlalu menganggu sih. Parkir motor tersedia di masing-masing tower. Kalo mobil, ya dulu-duluan. Setiap kali naik Uber dan minta diantar sampai ke lobby tower, saya suka ngeri sendiri. Takut nyenggol mobil orang karena parkirnya mepet banget.
  2. Parkir Berbayar. Untuk penghuni bisa berlangganan dengan membayar Rp200.000 per bulan untuk mobil dan Rp75.000 per bulan untuk motor. Kalo ada tamu yang datang berkunjung ya harus bayar parkir per jam.
  3. Banyak kecoa. Kecoanya konon kecoa Jerman. Ukuran dan bentuknya beda sama kecoa pada umumnya, lebih kecil. Anaknya bahkan mirip semut. Kecoa ini sering muncul terutama saat unit sedang kosong dan jarang ditempati. Mata saya pernah bengkak 2x (kayaknya) gara-gara si kecoa Jerman ini.
  4. Biaya listrik lumayan besar. Dari hasil googling memang katanya biaya pemakaian listrik di apartemen relatif lebih besar sih dibandingkan pemakaian di rumah biasa.
  5. Ukuran unit kecil. Unit yang saya sewa ini terdiri dari 2 kamar dengan luas hanya 30 m2. Kalo cuma saya dan Abang aja sih gak masalah, tapi saat keluarga ngumpul baru berasa sempitnya. Karena unitnya kosong, jadi kami memang agak mikir-mikir untuk beli furniture, terutama mesin cuci. Lah mau ditaruh di mana coba. Akhirnya saya setiap hari cuci baju pake kucek tangan. Berhubung balkonnya pun kecil, jadi space jemur terbatas. Saya biasanya nyuci 6-7 potong pakaian. Jadi saya benar-benar mencuci SETIAP HARI agar pakaian kotor gak numpuk. Kalo udah numpuk, ya laundry for the rescue lah. Kebetulan di tower saya ada laundry yang bisa self service, Rp35.000 per load (maksimal 7 kg). Jadi opsinya selain cuci kucek tangan ya itu, gak sampai 2 jam cucian udah kering tinggal disetrika sendiri di unit.

***

Overall, kami nyaman dan betah banget sih tinggal di sini. Kekurangan yang ada masih bisa ditolerir.

Tapi sejak kepergian Abang, saya memutuskan untuk tidak melanjutkan sewa unit ini. Karena biar gimana pun, saya merasa aman dan nyaman juga karena ada Abang. Kalo Abang gak ada, tentu rasanya akan berbeda. Lagipula, unit ini terlalu besar untuk saya tempati sendiri.

Saya juga belum bisa lama-lama tinggal di Jakarta. Memorinya masih terlalu kuat. Apalagi lokasi Abang jatuh dekat sekali dengan tempat tinggal saya dan sering saya lalui setiap kali berpergian ke luar. Tiap melewati jalan itu, saya masih sering merasa lemes dan mules.

Akhir bulan ini saya keluar dari unit ini. Rumah kecil saya dan Abang. Tempat di mana kami banyak menghabiskan waktu berdua selama tinggal di Jakarta.

Berat sekali membayangkan harus pindah. Lebih tepatnya saya berat membayangkan kehidupan baru saya yang entah akan di mana dan bagaimana. Tapi keputusan ini harus diambil karena gak akan baik bagi saya kalo saya berlama-lama tinggal di sini.

Semakin lama berada di unit ini, semakin saya akan terperangkap di dalam fase denial yang sempat terasa sejak seminggu lalu saya kembali ke Jakarta. Meskipun saya sadar rutinitas sehari-hari saya sudah tidak lagi seperti dulu, tapi tetap ada momen di mana saya merasa Abang sedang di kantor. Atau di suatu malam saat saya tinggal sendiri di unit, saya merasa Abang sedang dinas ke luar kota.

Bahkan saya masih suka melakukan kebiasaan melihat ke parkiran motor dari kamar kami. Seperti yang selalu saya lakukan setiap pagi dan sore hari, saat Abang pergi dan pulang kerja. Melihat ke parkiran, menunggui Abang, dadah-dadah saat Abang melihat ke atas, lalu kemudian bergegas menghampiri Abang di lobby.

Selama seminggu terakhir ini, saya masih sering melamun di jendela itu.. melihat ke parkiran.. meskipun yang saya tunggu tidak akan pernah pulang.

dsc02215

***

Anyway, terima kasih Kalibata City untuk semua momen indah yang pernah tercipta selama 3 bulan saya dan Abang tinggal di sini. ❤

Jika pun suatu saat nanti saya memutuskan untuk kembali ke Jakarta, mudah-mudahan saya bisa menemukan tempat tinggal baru yang jauh lebih nyaman dan aman.

Semoga blogpost ini bermanfaat ya. Terutama bagi yang ingin memutuskan untuk tinggal di sini. Kalo ada yang punya pengalaman lain tentang Kalibata City, silahkan tulis di kolom komentar ya. 🙂

Advertisements

51 thoughts on “Pengalaman Tinggal di Kalibata City

  1. alrisblog

    Saya cuma pernah main beberapa kali ke kalcit karena teman ada meeting dengan rekan bisnisnya tang tinggal disitu. Memang tempatnya asik dan membuat betah karena kebutuhan tercukupi.
    Kalo bagi saya parkirnya terasa mahal.

    Like

    Reply
    1. liandamarta.com Post author

      Iya mba kayanya pas tidur deh. Gak berasa juga tiba-tiba bangun pagi mata udah bengkak. Kasurku kasur busa yang ditaro di lantai soalnya, jadi kecoa pun bergerilya ikutan tidur hehehe.

      Sementara ikut orang tuaku pindah ke Batam mba. Untuk saat ini kayanya aku lagi butuh bareng-bareng keluarga dulu deh. Anyway makasih ya mba Fe! 😊

      Like

      Reply
  2. gegelin2

    Pernah mampir Kalibata City dan emang sempit mbak.. Punya temen saya kyanya full furnished deh soalnya ada TV, kulkas, rak sepatu, lemari baju, springbed king size, mesin cuci.. Blom lagi dapurnya wkwkwk tapi gak mampir balkon sih.

    Anyway keep strong ya, mbak.. Masa2 move-on dari pacar aja sulit apalagi dari suami, ya :’)

    Like

    Reply
    1. liandamarta.com Post author

      Iya karena unitku kosongan dan aku & suami belum sempat beli ini itu, jadi terasanya masih lega sih. Tapi kalo yang full furnished kayanya sempit banget yaa hehehe.

      Iya siap, Ge. Kamu juga keep strong ya. Semangat terus! 🙂

      Like

      Reply
        1. liandamarta.com Post author

          Kalo di apartemen kayak gini memang lebih individualis ya win. Jadi berasa sepi banget ga kenal siapa2. Bersyukurnya aku di tower sampai ada arisan gitu, tapi aku belum sempat ikutan sih hehe

          Like

          Reply
  3. sikiky

    Temen kantor satu tim, 2 orang tinggal di sini. Ada aja cerita heboh tentang tetanggganya ato dari pihak menajemen building.
    Anyway, best luck ya Lia! Sayang kita belum pernah ketemu di Jakarta. I’ll call you kalo ke Batam …temenenin makan Sri Rejeki :))

    Like

    Reply
    1. liandamarta.com Post author

      Kalo kehebohan dengan pihak manajemen sih kayanya ada mba. Tapi karena aku nyewa doang kali ya jadi gak gitu ikut merasakan kehebohan itu hehe. Kalo tetangga alhamdulillah belum ketemu yang aneh2 😀

      Iya nih belum sempat ketemuan sama Mba Kiky di Jakarta. Nanti kalo main ke Batam kabarin yaaaa. Aku siap menemani dirimu makan di Sri Rejeki 😁

      Like

      Reply
  4. Lorraine

    Lia,

    Aku pernah lihat kamu pos Instagram Story suami kamu pergi kerja naik motor kamu shoot dia dari apartemen kalian, betul kah? Enak sekali ya tinggal di situ strategis dan fasilitasnya ok.

    Semoga semuanya lancar pindahan rencana kamu selanjutnya ya Lia. Sementara ini aku kirim peluk dari jauh.

    Like

    Reply
    1. liandamarta.com Post author

      Iya betul mba yo. Itu kebiasaan aku tiap pagi, lihatin suamiku di parkiran motor. Dan beliau pernah bilang kalo beliau juga suka liatin aku dari bawah. Kalo momennya pas, dadah-dadahan deh jadinya :’)

      Aamiinn mba yo. Terima kasih banyak ya mba. Peluk!

      Like

      Reply
  5. Orin

    ah Liaaaaa…. bagian2 terakhirnya tetep bikin hati gerimis, yg tabah ya Sayang *peluk Lia*.

    aku ga kepikiran tinggal di apartemen, entahlah, rasanya aneh nggak menjejak bumi *halah* *absurd* hihihihi

    Like

    Reply
  6. Mutia Nurul Rahmah

    Di circle mut baru kakak yg tinggal di apartemen jadi baru tau juga cemana hidup di apartemen ya…

    Ternyata begituu…
    Selama ini kan kost ama kontrak aja hehehe..

    Yoo semangat kakak

    Like

    Reply
  7. sibubu

    adik saya pernah tinggal disini sekitar 2 tahun lalu, saya hanya sempat 1 kali kesini … lumayan padat ya. Cuma katanya ada 2 blok ya … yg bagus dengan yang biasa saja, kebetulan adik saya di tempat yg biasa saja hehe. lengkap sih ya ada playground segala.

    ahh saya mah cuma pengen peluk aja kalo udah baca postingan km lia .. aku takjub loh, kamu hebat banget ! InsyaAllah pasti kuat, semangaaattt … *hug*

    Like

    Reply
  8. Ety Budiharjo

    Saya pernah punya satu unit di situ tp dah dijual beli lg di Pakubowono Residence. Sy beli cuma buat invest aja sih bukan buat tinggal. Saya pribadi lebih suka tinggal di hunian landing…

    Aniwei tetap semangat ya Lia…

    Like

    Reply
  9. Dita

    temen aku banyak banget yang tinggal di sini….katanya parkir mobilnya rebutan. Tapi ya gimana konsep awalnya kan emang rusunami bukan buat yang bermobil hehehe 😀

    semangat yaaa, dulu aku waktu awal2 ditinggal papa juga gitu…rasanya masih denial terus, nganggepnya papa cuma pergi dinas ke luar kota sementara 😦

    Like

    Reply
    1. liandamarta.com Post author

      Nah iya, konsep awal rusunami jadi emang gak dibikin untuk yang bermobil. 😀

      Iya Dit, makasih ya. Aku masih suka denial gitu nih. Terutama kalo lagi sendiri jadi sering mikir, ini beneran atau ngga. 😥

      Like

      Reply
  10. teronggemuk

    Mbak, aku malah kepental ke blogpost tentang kepergian suami… Turut berduka cita ya Mbak, saat membacanya aku jadi terbayang suami. Dan nggak terasa menetes air mata. Cuma kalimat klise yang bisa aku sampaikan. Tetap kuat, tetap semangat, insya Allah selalu didampingi oleh Allah menjalani ini semua.

    Like

    Reply
  11. Pingback: Packing & Moving Out | liandamarta.com

  12. Pingback: Yang Terjadi di Tahun Ini dan Yang Akan Dikejar di Tahun Depan | liandamarta.com

  13. Pingback: Meninggalkan Pekanbaru | liandamarta.com

  14. Pingback: Healing Process #2 | liandamarta.com

  15. fametiara

    hi mba, salam kenal.. aku kebetulan lg nyari sewa apt kalibata city yg murah, dan akhirnya baca blog mba.. kalau boleh tau, dulu mba nyewa nya ke siapa? siapa tau masih nyimpen contact no, atau link iklannya, aku mau minta dong, boleh ngga? ^^
    Makasih..

    Like

    Reply
    1. liandamarta.com Post author

      Halo mba, salam kenal. Saya ketemu kontaknya di OLX mba. Kalo mba berminat boleh nanti saya kasih nomor kontaknya. Bisa minta email mba? Saya kirimkan ke email aja ya. 🙂

      Like

      Reply
  16. zsazsa natasya

    halo mba, sebelumnya saya turut berduka cita yah huhu stay strong mba..
    maaf saya mau tanya, saya kan baru pindah beberapa hari di kalibata city dan betul sekaliii banyak serangga yg mirip kecoa. ada saran kah mba cara membasminya? hehe

    makasiiih 🙂

    Like

    Reply
    1. liandamarta.com Post author

      Halo mba, terima kasih ya 😊 untuk membasmi kecoa aku pernah coba pake kapur ajaib mba. Dan lumayan ampuh sih. Belinya di farmers market. Kapurnya diolesin di lantai yang berbatasan dengan pintu unit, pintu kamar mandi, dan pintu balkon. Tapi sebelumnya pastiin dulu kecoa2 atau anak kecoa yang ada di unit udah habis. Jadi si kapur ini paling bantuin untuk ngehalang kecoa dari luar masuk ke unit. Semoga bermanfaat ya mbaaa 😊

      Like

      Reply
  17. Pingback: #CeritaTanggal7 : Kenangan Ramadan | liandamarta.com

Share your thoughts!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s