Sensasi Menginap Ala Urang Sunda di Imah Seniman Lembang

Setelah check out dari Padma Hotel Bandung, tujuan saya dan Abang selanjutnya adalah Imah Seniman di Lembang. Kali ini, kami nginapnya gratisan. Soalnya dibayarin sama teman-teman kuliah saya sebagai hadiah pernikahan kami berdua. Yay! 🙂

Menginap di Imah Seniman adalah request dari saya. Saya kepikiran banget pengen nginap di Imah Seniman gara-gara baca postingan blognya mbak Eka ini. Tempatnya asik nih untuk (ehem) honeymoon. Jadilah ketika saya ditanya sama teman-teman mau dibookingin kamar di mana, saya langsung request kamar di Imah Seniman. 😀

DSC00169Saya dan Abang sampai di Imah Seniman Jum’at malam. Padahal udah masuk weekend kan ya, tapi saat kami datang, ternyata gak terlalu rame yang nginap di sana. Teman-teman saya memesan 1 buah kamar di Junior Room. Kamarnya berupa pondokan-pondokan yang mengelilingi danau buatan di Imah Seniman ini.

Kamar kami terletak di pojokan. Saat menuju ke kamar, agak serem juga sih soalnya suasananya sepi dan pencahayaannya remang-remang. 😀

Sesampainya di kamar, kami disambut dengan kasur berkelambu ala ala pengantin baru. Kamarnya cukup luas dan nyaman. Ada sebuah jendela besar yang langsung menghadap ke danau buatan tersebut. Kesan pertama saya, suasananya adem banget. Selain karena udara di Lembang yang memang sejuk, jika jendela kamar dibuka, akan terdengar aliran air sungai. Relaxing banget. 🙂

DSC00043

DSC00032 DSC00042

Secara keseluruhan, Imah Seniman ini bukanlah hotel atau penginapan modern. Suasana perkampungan sunda sangat terasa di sana. Di dalam kamar pun juga tidak ditemukan furniture yang modern. Kebanyakan furniturenya dibuat dari kayu jati.

Saat sarapan, kami menuju ke area restaurant yang terletak tidak jauh dari lobby. Restaurantnya berupa gubuk-gubuk yang tersusun berjejer dan saling berhadapan. Tersedia beberapa pilihan makanan yang bisa dipesan di masing-masing gubuk. Alunan gamelan sunda yang menemani kami saat sarapan membuat nuansa sundanese-nya sangat kental terasa. Ditambah lagi teteh-teteh stafnya menyapa dengan lembut khas urang Sunda. 🙂

DSC00045

Berhubung saat itu, tamu resort tidak banyak, jadinya tidak ada sarapan dalam bentuk buffet layaknya di hotel-hotel pada umumnya. Info dari teteh waitress, kalo jumlah tamu resort mencapai minimal 30 orang, barulah manajemen Imah Seniman menyediakan sarapan buffet. Jika tidak sampai ya kita pesan sarapan sesuai menu yang tersedia. Satu orang bisa pesan 1 macam makanan dan minuman. Kalo mau nambah jajanan bisa beli sendiri.

Setelah saya pikir-pikir, lebih untung kalo nginapnya saat peak season atau di akhir pekan yang tamu resortnya rame. Karena kata si teteh waitress, saat tamu resortnya rame, di sepanjang jalan depan gubuk-gubuk itu berjejer aneka makanan dan jajanan Sunda. All you can eat.

Oh ya, saya dan Abang akhirnya pesan Nasi Goreng Cikur dan Soto Ayam. Mmm.. menu sarapannya memang rada berat euy. 😀 Sebagai tambahan, saya beli Lumpia Leutik yang harganya Rp30.000 per porsi.

Nasi Goreng Cikur yang saya pesan adalah nasi goreng putih dengan telur dadar menyelimuti ‘gundukan’ nasinya. Sesuai namanya, nasi goreng di Imah Seniman ini didominasi rasa cikur atau kencur. Rasanya enak dan bumbunya pas.  Saya memang lebih doyan nasi goreng putih seperti ini daripada nasi goreng ‘merah’ yang penuh cabe seperti nasi goreng di Padang.

Kalo Soto Ayamnya sih nothing special ya. Sotonya pake santan dan selain ada suwiran ayam juga ada sounnya. Kalo Lumpia Leutik ya sesuai namanya, leutik alias kecil hehehe. Lumpianya disajikan dengan cocolan yang saya gak tau itu dibuat dari apa. Awalnya saya kira itu dari kencur yang dihaluskan dan dicampur bumbu lain, tapi gak tau deng benar apa ngga. Coba deh lihat di fotonya, cocolan yang putih itu apa ya kira-kira?

DSC00067 DSC00069

DSC00066

Setelah sarapan, saya dan Abang berjalan-jalan mengelilingi kawasan Imah Seniman. Area resort ini memang luas banget. Selain ada resort dan restaurant, ternyata ada outbound area juga di sana.

Suasananya yang alam banget dan dipenuhi dengan pepohonan membuat Imah Seniman ini adem banget. Cicitan burung dan aliran air sungai terdengar di sana sini, beneran terasa lagi di hutan. Cocok banget dengan salah satu tagline mereka : bobogohan di hutan. 😛

Oh ya, di Imah Seniman juga ada kolam renang trus ada tempat spa dan pemancingan. Sayangnya saya dan Abang terlalu malas untuk berenang dan cobain ini itu. Enakan ngendon di kamar. 😛 Hahaha nggak deng, siang itu kami harus segera check out karena udah ada agenda lain di hari itu.

Well, thank you teman-teman atas kadonya. Thank you Imah Seniman. Semoga kapan-kapan bisa berkunjung dan nginap di sana lagi. 🙂

DSC00083 DSC00092 DSC00107 DSC00080

***

Imah Seniman

Jln. Kolonel Masturi No. 8 Cikahuripan

Lembang – Jawa Barat

Advertisements

31 thoughts on “Sensasi Menginap Ala Urang Sunda di Imah Seniman Lembang

  1. Fascha

    Lama gak mampir, ketinggalan banyak cerita deh aku ini. Untung belom sampe lairan ketinggalannya…
    Itu tempatnya asik beneeeer…. relaxing banget ya Li

    Like

    Reply
  2. Pingback: Tour de Hotel | My Life, My Story

  3. Pingback: Bukan Honeymoon Biasa | My Life, My Story

    1. liandamarta.com Post author

      Pengalamanku kemarin sih gak ada nemu belatung mba di kamar mandinya. Tapi kalo dibilang fasilitas kurang terawat, ada benernya juga. Cuma gak yang sampai parah banget sih menurutku. Karena perabotnya banyak yang kayu jati gitu jadi kesan kuno dan kurang terawat memang terasa. Tapi so far kata aku sih masih oke mba 🙂

      Like

      Reply

Share your thoughts!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s