Meskipun tahun lalu, semua orang di Pekanbaru dan bahkan di Indonesia, telah menyuarakan perlawanan pada asap di Riau dan sekitarnya, tapi ternyata tidak membuat permasalahan asap ini benar-benar selesai.
Tahun lalu kondisinya memang cukup parah. Langit kota Pekanbaru sampai menguning karena residu hasil pembakaran lahan bercampur dengan udara yang sehari-hari kami hirup. Kondisi saat itu sudah masuk ke level “Berbahaya”. Semua sekolah dan perkantoran diliburkan. Bandara ditutup, semua jadwal penerbangan dibatalkan. Pekanbaru lumpuh! Kami hanya bisa mengurung diri di dalam rumah. Karena mustahil mengungsi di saat bandara tutup dan jarak pandang yang sangat tipis jika ingin menyetir ke Sumatera Barat.
Namun alhamdulillah, setelah semua informasi dan isu tentang kabut asap di Pekanbaru dan sekitarnya ini diblast oleh banyak orang, akhirnya presiden Republik Indonesia saat itu, Bapak Susilo Bambang Yudhoyono menyempatkan diri datang ke Pekanbaru. Ketika beliau datang, water bombing dikerahkan. Hujan deras yang dinanti-nanti pun turun. Hingga akhirnya kami, masyarakat Pekanbaru, bisa kembali melihat langit biru. Continue reading
