Inside Out : When Feelings Have Feeling

Beberapa hari lalu, saya bersama suami dan adik saya pergi nonton ke bioskop. Salah satu film yang diputar saat itu adalah film terbaru dari Disney Pixar yang berjudul Inside Out.Β Film tersebut mulai sering seliweran di timeline social media saya. Jadinya kami bertiga penasaran banget dong yah pengen nonton film Inside Out ini. πŸ™‚

Awalnya saya gak kepikiran juga film ini menceritakan tentang apa sih. Saya memang gak ada lihat reviewnya sama sekali. Jadi ya pas mau pergi nonton film ini, nothing to lose aja. Cuma megang perusahaan film makernya aja. Selama ini kan hasil produksinya Disney Pixar mah udah teruji kualitasnya ya.

Lalu, apa yang saya rasakan setelah menonton film ini?

Satu kata : terpukau. Terutama sama ide ceritanya. Brilliant banget!

Inside Out

Film Inside Out ini menceritakan tentang berbagai emosi yang ada dalam diri manusia. Tokoh utamanya adalah seorang gadis kecil bernama Riley. Di awal film dikisahkan perkembangan emosi-emosi tersebut yang ada dalam sosok Riley hingga ia beranjak menjadi remaja berusia 11 tahun. Emosi-emosi itu digambarkan dalam 5 karakter emosi utama, yaituΒ joy, sadness, anger, disgust,Β danΒ fear.

Konflik datang saat Riley yang beranjak remaja harus pindah dari kota kelahirannya di Minnesota ke San Fransisco. Meninggalkan teman-temannya, klub hockey, serta lingkungan tempat tinggal yang penuh kenangan bagi Riley. Di sinilah terjadi pergolakan emosi dalam diri seorang Riley.

Endingnya? Nonton sendiri ajah. πŸ˜€

Well, menurut saya film ini benar-benar digambarkan dengan baik oleh sutradaranya. Semua detail dalam film ini dibuat berdasarkan riset yang panjang. Bahwa di dalam diri manusia ada pusat pengendalian emosi yang di dalamnya terdapat kelima emosi utama tersebut. Selain ada pusat emosi, digambarkan pula ada alam bawah sadar (unconsciousness), lalu ada pusat produksi mimpi, pusat imajinasi, dsb.

Semuanya benar-benar digambarkan dengan sangat detail di film ini. Wajar saja, berdasarkan informasi yang saya baca di imdb, psikolog dan beberapa pakar yang mempelajari tentang emosi dilibatkan dalam film ini. Jadi semuanya dibuat berdasarkan fakta ilmiah yang sebenarnya. Bukan rekayasa. Keren banget gak siiiih. πŸ˜€

Oh ya, kalo penasaran pengen tau fakta-faktaΒ lainnya tentang film ini, coba aja intip di imdb.Β Ada banyak fakta-fakta yang bikin kagum selama proses pembuatan film Inside Out ini. πŸ˜€

Karakter Inside Out

Masih dari sumber yang sama, dijelaskan bahwa penggambaran 5 karakter emosi dalam diri Riley dibuat berdasarkan simbol atau objek tertentu. Misalnya Joy yang sosoknya menggambarkan sebuah bintang yang bersinar. Lalu ada sadness yang terinspirasi dari sosok tetesan air mata, anger yang bentuknya seperti batu bata merah, fear dari bulu kuduk yang berdiri, dan disgust dari brokoli (yang mana digambarkan di film ini bahwa Riley sangat benci pada brokoli).

It’s so cool, right?

Kalo dulu saya belajar tentang emosi manusia di mata kuliah Psikologi Umum, nah di film ini bahasan tentang emosi tersebut disajikan dalam versi lebih sederhana dan gampang dicerna. Apalagi otak manusia terbiasa merekam informasi dalam bentuk visual ya. So, film ini bisa jadi mediaΒ untuk memahami emosi manusia dengan sederhana.Β Ayo, anak Psikologi mana nih anak Psikologi? Bisa deh ini jadi film untuk dibahas di perkuliahan. πŸ˜‰

Well, secara keseluruhan film ini kece banget. Kalo soal animasinya, gak usah diragukan lagi lah ya. Pixar gitu lho. πŸ™‚

***

Inside Out (2015)
Genre : Animation, Adventure, Comedy
Produser : Jonas Rivera
Sutradara : Pete Docter
Penulis : Pete Docter, Meg Lefauve, Josh Cooley
Produksi : Walt Disney Pictures

Advertisements

25 thoughts on “Inside Out : When Feelings Have Feeling

  1. sikiky

    barusan balik dari Blitz megaplex teras kota, nonton ini . gw suka kalimat dari si “sedih” deh. kira kira “ya kalo emang sedih banget nangis aja, biar lega” waktu mereka masih di HQ

    Like

    Reply
    1. liandamarta.com Post author

      Iya bener mba. Dan memang di balik hal-hal yang bahagia, kadang kita harus merasakan sedih dulu ya baru bisa bahagia. Kalo udah puas-puasin sedih dan nangis-nangis, kita pun jadi lega dan bisa happy happy lagi deh πŸ™‚

      Like

      Reply
  2. Gara

    Perasaan manusia yang bermacam-macam dan bisa berkombinasi memang menarik sekali buat dibahas ya Mbak :hehe. Apalagi tentang isi kepala seseorang, pasti sangat menarik. Bisa jadi refleksi buat diri sendiri juga, apa sudah bisa mengelola emosi dalam diri sendiri atau belum :hehe. Masih ada di bioskop nggak, ya? Kalau masih ada pingin deh sesekali coba nonton, soalnya dari review teman-teman, menarik semua sih :)).

    Like

    Reply
    1. liandamarta.com Post author

      Iyaaa, pelajaran aku banget nih di Psikologi :))) dan bener kata kamu, secara gak langsung bikin kita jadi refleksi diri. Abis nonton filmnya, tiap lihat orang lagi sedih atau bahagia, aku langsung kepikiran scene film Inside Out ini hehehe

      Coba deh cek di bioskop di kotamu, Gara. Info dari temenku kalo di Jakarta sih udah gak ada.

      Like

      Reply

Share your thoughts!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s