Pengalaman Berobat di Johor Specialist Hospital

Minggu lalu, saya menemani adik sepupu yang berobat ke rumah sakit ini. Trus saya jadi kepikiran untuk sharing ceritanya di blog. Kali aja ada yang berencana mau check up ke Johor dan butuh informasinya. Semoga bermanfaat ya! 🙂

Sebelumnya saya mau ngasih sedikit gambaran dulu, adik saya sakit apa sih.

Jadi, sepupu saya ini (usianya 13 tahun), udah sejak bulan puasa kemarin sakit. Berawal dari demam dan radang tenggorokan. Lalu sekitar seminggu kemudian muncul keluhan pegal dan gatal di kaki dan tangan. Munculnya bergantian, btw. Jadi kadang pegal di kaki, gatal di tangan, dan sebaliknya.

Sampai awal Oktober kemarin, dia udah dibawa berobat ke 5 dokter anak dan 2 dokter jantung di Batam. Udah sempat diopname juga selama 4x di 3 rumah sakit berbeda.

Semua diagnosa dokternya sama: demam rematik. Dari penjelasan dokter dan dari hasil googling saya, penyakit ini termasuk penyakit langka. Terjadi karena ada bakteri streptoccocus mengeluarkan racun. Racun ini menyerang sendi, kulit, dan jantung.

Karena itu keluhan yang dirasakan adik saya pegal dan gatal. Bahkan sempat merasa kaku dan tegang juga kaki dan tangannya. Sampai gak bisa jalan. 😥

Kalo untuk pemeriksaan jantung, dari hasil USG jantung dan EKG, alhamdulillah hasilnya bagus. Racun belum sampai menyerang jantung.

Dari hasil berobat ini so far belum ada perubahan yang signifikan. Karena itu tante saya berniat membawa anaknya ke Johor Bahru, untuk mencari second opinion. FYI, sebelum dibawa ke Johor Bahru ini, adik saya udah hampir 2 bulan gak sekolah.

Dari hasil cari info ke sana sini, tante saya akhirnya memutuskan untuk berobat ke KPJ Johor Specialist Hospital di Johor Bahru.

DSC06989

Apa pertimbangannya berobat ke negeri tetangga?

Simple sih. Karena dekat. :)))

Dan secara biaya, baik itu biaya berobat, transportasi, dan akomodasi, jatuhnya jadi jauh lebih murah ke Johor Bahru daripada ke Jakarta. That’s why banyak warga Indonesia, terutama yang tinggal di Riau dan Kepri, lebih memilih berobat ke sini, instead of ke Jakarta.

Bagaimana prosedur berobat ke Johor Specialist Hospital?

Saat memutuskan ke Johor, saya dan tante saya sama-sama newbie. Gak tau sama sekali gimana prosedurnya. Gak tau harus cari dokter siapa.

Saya dulu pernah sih berobat ke Malaka, waktu itu kelas 3 SMP. Tapi ya gak inget apa-apa, karena semuanya diurus Ayah dan Mama. Saya cuma inget, kami datang pagi-pagi ke rumah sakit, saya diperiksa dokter, trus gak lama saya udah ada di dalam ruang operasi karena memang saat itu harus segera diambil tindakan operasi.

Karena itulah, tante saya akhirnya menghubungi customer service Johor Specialist Hospital via telfon dan menceritakan kondisi anaknya. Pihak rumah sakit kemudian mengarahkan tante saya untuk kontrol ke dr. Rachel Joshua Thundyil. Dari hasil googling dan baca profil dokter yang ada di website rumah sakit, didapatlah informasi bahwa beberapa specialty interest dr. Rachel ini adalah lupus, rheumatology dan immunology.

Sekitar seminggu sebelum keberangkatan kami ke Johor Bahru, tante saya membuat appointment untuk kontrol dengan dr. Rachel. Pihak rumah sakit menjadwalkan appointment tersebut di hari Senin, 16 Oktober 2017.

Ini perlu banget digaris bawahi dan dijadikan catatan. Buat appointment dengan dokter yang dituju beberapa hari sebelum rencana keberangkatan. Terutama jika dokternya tidak praktek setiap hari di rumah sakit tersebut, seperti halnya dr. Rachel yang hanya praktek di hari Senin dan Kamis saja.

Singkat cerita, Minggu siang kami berangkat ke Johor. Hari Senin pagi sekitar jam 8 waktu Malaysia, kami menuju Johor Specialist Hospital.

DSC06987

Sesampainya di Johor Specialist Hospital, kami disambut oleh salah satu petugas rumah sakit. Beliau menanyakan kami ingin berobat ke dokter siapa dan apakah sudah membuat appointment sebelumnya. Setelah itu, kami diarahkan untuk melakukan registrasi terlebih dulu karena baru pertama kali berobat di sana.

Proses registrasinya cukup cepat sih. Hanya diminta menyerahkan paspor pasien dan mengisi form registration.

Lalu kemudian sebelum diarahkan ke ruangan dr. Rachel, sepupu saya diminta masuk ke assesment room untuk dilakukan pemeriksaan awal oleh perawat. Standar sih, cek tinggi badan, berat badan, tensi, ditanya keluhan, riwayat penyakit dan juga obat-obatan yang pernah dikonsumsi.

Setelah itu baru deh kami diarahkan ke ruangan dr. Rachel. Overall, layout rumah sakitnya bagus deh. Gak membingungkan, meski kami baru pertama kali ke sana. Ambiencenya juga asik, gak sehoror rumah sakit pada umumnya. Kalo kata tante saya kayak mall, saya malah mikirnya kayak kantor hahaha. Sayang saya gak banyak foto-foto di sana, soalnya ada sign no photo & video tersebar di beberapa sudut rumah sakit, jadi saya gak berani juga mau ngeluarin kamera.

Lanjut cerita berobatnya, setelah diperiksa oleh dr. Rachel, sepupu saya diminta untuk menjalani rangkaian blood & urine test serta USG jantung. Ini prosesnya cepat sekali sih. Gak pake nunggu lama-lama. Kurang lebih setengah jam kelar semua proses cek darah, urin, dan jantung. Padahal saat itu antrian lumayan rame juga.

Hasil pemeriksaan lab dan USG jantung baru keluar sekitar 1-2 jam kemudian. Gak pake ribet-ribet ambil hasilnya ke lab, karena hasilnya langsung diterima dokter melalui PC yang ada di ruangannya. Rangkaian prosedurnya sungguh sangat efisien sekali. Kami mulai registrasi sekitar jam 08.30 dan jam 14.00 udah kelar ambil obat, trus bisa pulang deh. ❤

Lalu, apa diagnosa dr. Rachel terhadap keluhan sepupu saya? Beliau belum berani mendiagnosa apa-apa. Hanya mengatakan bahwa ya benar darahnya terkontaminasi. Sepupu saya diberikan obat untuk dikonsumsi selama 3 minggu (setelah obat dari dokter di Batam habis), lalu diminta datang kontrol lagi bulan depan. Beliau memberikan sebuah kartu berisi tanggal pemeriksaan berikutnya. Jadi nanti tante saya sudah tidak perlu membuat appointment lagi, tinggal datang saja ke rumah sakit. 🙂

Anyway, satu hal yang selalu bikin saya takjub dari prosedur berobat di Johor atau Malaka adalah tidak ada bahasan soal bayar membayar, keselamatan pasien nomor satu. Jadi dari proses registrasi, tes lab sampai konsultasi dokter, gak ada sama sekali dibahas masalah biaya. Urusan bayar membayar baru ada di akhir, setelah mengambil obat.

Ini sama banget ketika saya berobat ke Malaka dulu. Dari registrasi, kontrol ke dokter, sampai saya masuk ke ruang operasi, Ayah saya gak ada dimintain biaya sama sekali. Pasien benar-benar dinomor satukan. Urusan bayar membayar belakangan.

Ngomongin soal biaya, berapa sih estimasi biaya yang harus dikeluarkan jika mau berobat ke Johor Specialist Hospital?

Pastinya, kondisi tiap pasien beda-beda. Jadi tentu saja biaya yang akan dikeluarkan pun akan berbeda. Jangan jadikan ini patokan ya. Paling tidak biar dapat gambaran aja, jadi tau harus menyiapkan berapa kalo mau berobat ke sana.

Total biaya yang dikeluarkan oleh tante saya sekitar RM 1,197 atau sebesar Rp3.842.370 dengan perhitungan kurs 1 RM = Rp3.210

Rinciannya kurang lebih sebagai berikut:

  • Konsultasi dokter : RM 185
  • USG jantung : RM 265
  • Lab tests (darah dan urine) : RM 530
  • Obat-obatan : RM 300

Nah kenapa saat bayar bisa lebih murah? Karena dapat discount khusus untuk pasien dari Indonesia. Yang menurut saya sih lumayan banget discountnya.

KPJ Johor Health Tourism – Indonesia

DSC06985

Jadi nih ya, sebagai warga Indonesia, kita bisa membuat kartu KPJ Care atau KPJ Johor Health Tourism-Indonesia. Tinggal datangin aja tourism center yang terletak di main lobby. Serahkan paspor dan bayar RM 15 atau sekitar Rp48.000 untuk seumur hidup. Prosesnya cepat kok, gak sampai 15 menit, kartu udah bisa diambil dan bisa langsung digunakan.

Keuntungannya apa aja?

Detailnya bisa dilihat di flyer di bawah ini. Kebaca kan ya? Menurut saya akan lumayan sekali kalo memang berencana berobat rutin di rumah sakit ini.

Selain dapat discount untuk beberapa layanan rumah sakit, seperti tarif kamar dan paket kesehatan, kita bisa dapat discount juga di hotel yang bekerja sama dengan rumah sakit. Trus bisa dapat layanan transportasi gratis ke rumah sakit dari Stulang Laut, Puteri Harbour, dan Senai International Airport.

DSC06986

Di tourism information center ini, kita juga bisa nitip barang bawaan lho. Misal ada yang bawa koper ke rumah sakit karena berencana langsung pulang sorenya, bisa titip kopernya di sini. Gratis! Mereka buka dari pagi sampai jam 5 sore. Jadi pastikan sebelum tutup, koper dan barang yang dititip udah diambil ya. 🙂

Kalo mau makan gimana? Jangan khawatir. Karena di rumah sakit ini ada cafe dan cafetaria. Pilihan makanannya lumayan banyak. Mulai dari nasi kandar, burger, sampai aneka kue. Gak jauh dari rumah sakit juga ada kedai mamak, tapi menurut saya lebih nyaman makan di cafetaria rumah sakit sih. Harganya juga gak jauh beda. 😀

***

Sebagai penutup, berikut ini saya share beberapa hal yang harus diperhatikan jika ingin berobat di Johor Specialist Hospital.

  1. Bagi yang newbie seperti tante saya, bisa hubungi pihak rumah sakit dan konsultasikan mengenai keluhan yang dirasa. Minta rekomendasi dokter yang tepat dan setelah itu googling dulu info mengenai si dokter
  2. Bikin appointment! Jangan asal datang aja, karena khawatir malah gak bisa ketemu dokternya kalo gak ada appointment. Untuk bikin appointment kayaknya sih bisa online ya, coba aja cek-cek infonya di www.kpjjohor.com
  3. Kalo hanya untuk check up, siapkan sekitar 2000-3000 RM. Seandainya kurang, di sana ada ATM kok. Tapi dari pengalaman pribadi saya sih lebih bagus kursnya kalo bayar pake debit Mandiri daripada ambil di ATM
  4. Ada baiknya puasa dulu malamnya, in case besoknya ada pemeriksaan yang mengharuskan puasa, kita udah siap. Ini saya alami waktu berobat ke Malaka dulu. Saya udah puasa sejak malamnya, jadi besok paginya sekitar jam 8 ke rumah sakit, konsultasi ke dokter, sekitar jam 11 saya udah masuk ruang operasi. Bisa dioperasi saat itu juga karena saya udah puasa.
  5. Dalam hal berkomunikasi, baik dokter maupun staf rumah sakit bisa bahasa Melayu kok. Tapi sebaiknya untuk beberapa istilah medis, gunakan bahasa Inggris aja. Biar gak miskomunikasi.
  6. Bawa semua obat-obatan yang pernah dikonsumsi selama berobat di Indonesia. Karena biasanya dokter suka nanyain udah minum obat apa aja. Akan lebih mudah jika mereka melihat langsung obatnya daripada kita jelasin.
  7. Begitu sampai di rumah sakit, bikin KPJ Care. Biar bisa dapat diskon. 😀

Oke, segitu aja sharing dari saya. Kalo ada teman-teman yang punya pengalaman atau tips lain berobat di Johor Specialist Hospital atau mungkin rumah sakit lainnya di Malaysia, boleh lho share di kolom comment. 🙂

Semoga bermanfat! 🙂

***

KPJ Johor Specialist Hospital
39-B, Jalan Abdul Samad, 80100 Johor Bahru, Johor
Tel: 607-225 3000
Fax: 607-224 8213
Emergency:+607-225 3199
E-mail: jsh@jsh.kpjhealth.com.my

 

Advertisements

18 thoughts on “Pengalaman Berobat di Johor Specialist Hospital

  1. Gara

    Membantu banget, Mbak. Terima kasih banyak. Sejauh ini menurut saya concern ketika ingin berobat di negara tetangga adalah soal biaya. Tapi, ternyata dari ilustrasi di sini, biayanya pun bersaing. Apalagi jika kita mempertimbangkan pelayanan dan fasilitas yang ada di sana. Sadar bahwa biaya segitu sudah all-in, malah kesannya sangat terjangkau. Terus semangat pengobatan dan menyelamatkan pasiennya menurut saya patut banget diacungi jempol! Dengan begitu yang berobat pun juga pasti merasa nyaman, kan. Perasaan nyaman, kesembuhan juga lebih cepat, hehe…

    Like

    Reply
    1. liandamarta.com Post author

      Iya, kalo kita bandingkan biayanya dengan biaya berobat di rumah sakit di Indonesia (tanpa menggunakan asuransi lho ya), jatuhnya di sana malah lebih murah. Apalagi kalo di Malaysia kursnya gak terlalu tinggi kan, beda dengan di Singapore. Dan secara pelayanan, berdasarkan pengalaman saya sih petugas kesehatan di sana itu benar-benar melayani dari hati.

      Dan bener seperti yang kamu bilang, Gara, karena nyaman, kita pun jadi tersugesti positif dan mempercepat proses penyembuhan. 🙂

      Liked by 1 person

      Reply
  2. Suryanto

    Sy thn 2008 pernah berobat & operasi hyperthyroid di KPJ Hospital specialist. Dari proses konsultasi, lab test, tindakan medis, biaya & kontrol pasca operasi semuanya sangat memuaskan. Dokter ahli bedah yg menangani sy begitu gamblang, transparan dlm memberikan penjelasan shg pasien pulang dg perasaan yg plong.
    Dari penjelasan & pengalaman berobat di KPJ Johor tsb tidak ada kesan kondisi si pesakit atau tindakan medis & biaya yg coba ‘disembunyikan’ atau diinformasikan seakan ‘gawat/parah/resiko tinggi dll’ sebagaimana sy sering alami di RS di Batam bahkan RS ternama sekalipun di Jakarta.
    Syukur Alhamdulillah operasi berjalan lancar, sy cm 2 hari dirawat & sembuh dr hyperthyroid.

    Sebelum berobat ke KPJ Johor, sy adalah pengidap hyperthyroid yg sdh 8 thn jd pasien yg rutin berobat di salah satu RS di Batam. Krn bosan dg pengobatan yg tdk kunjung tuntas krn tiap minta spy diambil tindakan operasi mk sang dokter internet selalu beri gambaran seram: nanti pita suara hilang, nanti bs ketergantungan minum obat seumur hidup, dll. Juga pernah ke RS ternama di Jakarta minta spy dioperasi tp setelah 9 hr dirawat dg tindakan medis pengobatan radiasi nuklir, hasilnya nihil.

    Yg bikin sy terkejut & kagum adalah sewaktu sy kontrol pasca operasi di KPJ Johor. Setelah pemeriksaan lab mk sang dokter bedah memberikan resep obat yg ternyata cuma vitamin C saja. Sy spt tdk percaya shg sy dr pharmacy (apotek) hrs menjumpai sang dokter utk memastikan benarkah dokter cm beri sy vitamin C. Sang dokter bedah dg mantap meyakinkan menjawab ya hanya vitamin C, you tdk perlukan obat yg lain.

    Pemberian obat yg tepat & pelayanan yg sepenuh hati dr pengalaman berobat di Johor tsb sungguh berbanding terbalik dg pengalaman di negri sendiri. Menurut sy bukan krn dokter di Malaysia lbh pintar dr dokter di negri kita. Sy yakin sekali banyak dokter di Indonesia yg pintar dan hebat. Rumah sakit pun di Indonesia banyak yg canggih. Tapi yg paling menyedihkan & memprihatinkan adalah masalah Etika Profesi. Pasien seakan dieksploitasi dg tindakan medis & obat yg tidak perlu.

    Tks.

    Liked by 1 person

    Reply
    1. liandamarta.com Post author

      Terima kasih banyak, Pak atas sharingnya. Sangat bermanfaat sekali bagi saya yang masih dalam proses pengobatan adik sepupu di KPJ Specialist Hospital. Semoga bermanfaat juga untuk pembaca blog saya yang lainnya. Dan semoga bapak selalu diberi kesehatan ya. Aamiinn. 😊

      Like

      Reply
    1. liandamarta.com Post author

      Aamiinn. Terima kasih, Miwwa. Alhamdulillah sebulan ini udah mulai sekolah, Miw. Tapi memang gak boleh capek, jadi izin dulu untuk kegiatan-kegiatan fisik seperti upacara, olahraga, dan pramuka.

      Like

      Reply

Share your thoughts!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s