Kembali ke Bandung

Wow! Sudah sebulan berlalu dari tulisan terakhir yang tayang di blog ini. HAHAHAHA. Baiklah, sebelum bulan Juli berakhir, mari kita update dulu blog ini biar ndak berdebu.

Bulan Juli akan selalu mengingatkan saya kepada siapa, teman-teman? Bagi yang ngikutin blog ini sejak lama pasti tau, karena selalu saya bahas. 😆

Yak! Bulan ketujuh dari penanggalan masehi ini akan selalu mengingatkan saya pada Abang. Bulan favorite saya, yang membuat saya jadi suka banget angka tujuh. Ada apa di bulan ini? Selengkapnya baca aja di #CeritaTanggal7 – Tentang Tripleseven. 🙂

Di tanggal 7 Juli tahun ini, saya tadinya udah berencana mau ke Bandung. Ngapain? Ya gak ada, nostalgia aja. Ingin kulineran di tempat-tempat favorite saya dan Abang.

Sejak kepergian Abang hampir 2 tahun lalu, saya memang maju mundur terus mau ke Bandung. Nyalinya suka gampang ciut membayangkan saya datang ke kota yang penuh kenangan bersama Abang, tapi tanpa Abang di sisi saya.

Sedikit flashback ke bulan Mei tahun 2016, ketika itu saya dan Abang pergi ke Bandung untuk terakhir kalinya. Di malam harinya kami memutuskan jalan-jalan keliling Bandung naik motor sewaan.

Dari Buah Batu tempat kami menginap saat itu, Abang membawa motornya ke Dago Atas dan berakhir di Braga karena kami mau makan di Ceu Mar. Kami juga melewati jembatan layang pasupati hanya untuk sekedar mengulang masa muda dengan berteriak “Abang sayang Lia” dan “Lia sayang Abang” ketika motor berada tepat di atas jembatan layang. ❤

Tapi satu momen yang paling saya ingat di malam itu adalah ketika Abang tiba-tiba ngomong gini :

Alhamdulillah kita jadi ya, Dek. Abang gak kebayang apa rasanya kalo ke Bandung dengan orang selain Adek.

Bandung bukan hanya kota penuh kenangan masa muda bagi saya dan Abang. Tapi kota ini juga ada di dalam list kota yang ingin kami tinggali bersama di masa tua. Memiliki rumah, perkebunan, dan peternakan di Bandung Utara, pernah Abang tulis di rencana jangka panjangnya saat ia mengikuti pelatihan dari kantornya.

Setiap kali mau ke Bandung, kalimat Abang ‘apa rasanya kalo ke Bandung dengan orang selain Adek‘ selalu terngiang-ngiang terus di telinga saya. Itu yang bikin saya maju mundur untuk datang ke kota ini. Takut mellow kangen Abang. Akhirnya berkali-kali bikin rencana mau ke Bandung, gak pernah kesampaian.

DSC08878

Tapi, rencana Allah memang selalu paling baik ya. Di pertengahan bulan Juli ini, tanpa direncanakan, AKHIRNYA SAYA BERHASIL KEMBALI KE BANDUNG YEAY! ❤

Jadi, Ayah dan Mama datang ke Jakarta, dan ngajakin ke Bandung karena mau menghadiri acara pernikahan anak teman Ayah. Saya awalnya ragu mau ikut karena ya gitu, kecemasan meningkat kalo udah mikirin mau pergi ke Bandung. Tapi saya berusaha sugestiin diri kalo semua akan baik-baik saja. Toh saya perginya ramean kok dengan Ayah, Mama dan adik.

Kami pergi ke Bandung naik travel dari Jakarta. Dan wow ternyata sekarang perjalanan Jakarta-Bandung kalo naik travel jadi lama sekali ya. Beberapa kali kami terjebak kemacetan karena memang sedang ada pembangunan di sepanjang ruas tol cikampek.

Sepanjang jalan saya berusaha untuk mengalihkan pikiran saya dengan ngoceh melulu. Tapi tetap aja nih ada masanya saya terdiam karena tiba-tiba keingat Abang. Misalnya ketika melihat bus Primajasa melintas, langsung teringat momen mudik bersama Abang naik bus itu. Atau ketika melintasi sebuah rest area, seketika momen kunjungan terakhir kami ke Bandung yang sempat mampir di rest area itu pun muncul di pikiran.

Memasuki jalanan Pasteur, hati saya mulai gak karuan. Bandung. Gak nyangka juga, saya akhirnya kembali ke Bandung, tanpa Abang. Banyak sekali yang berubah dari kota ini. Dan saya jadi ingin cerita ini itu ke Abang seperti yang dulu sering saya lakukan. Yah sekarang bisanya cuma cerita dalam hati aja, berdialog dengan diri sendiri. :’)

Kami sampai di Bandung udah menjelang sore. Karena udah tepar, akhirnya hari itu kami memutuskan tidak ke mana-mana. Hanya beristirahat saja di penginapan.

Keesokan paginya, saya bersama Ayah, Mama dan Adik jalan pagi ke Dago. Kirain jalanan ditutup karena car free day, ternyata mah engga. Ya udah akhirnya kita jalan aja di sepanjang trotoar Dago, melewati rumah sakit Borromeus, sampai ke pasar Monumen Perjuangan. Jajan cakwe dan susu murni KBPS Pangalengan (HAHAHA akhirnya saya mendengar jingle susu ini lagi!).

Dulu hampir tiap minggu saya jalan-jalan ke pasar pagi di Monumen Perjuangan. Hanya untuk jajan cakwe dan beli printilan gak penting. Terlebih di awal-awal merantau ke Bandung, karena dulu pertama kali ngekostnya di belakang monumen. Karena itu senang sekali rasanya bisa kembali lagi ke sini. ♥️

Cakwe

Cakwe seharga tiga ribuan yang saya makan dengan cara diseruput 😆

IMG_1264

Ini dia jingle susu yang saya rindukan HAHAHA. Lihat videonya di highlight IG story saya ya!

***

Kunjungan ke Bandung kali ini benar-benar singkat. Sampai di Bandung Sabtu sore, udah pulang kembali ke Jakarta hari Minggu malam. Gak banyak kuliner Bandung yang sempat dikunjungi. Selain cakwe dan susu murni, saya hanya jajan cuanki serayu dan McD Simpang Dago (hahaha McD penuh kenangan banget ini!).

Tapi overall, saya senang sekali bisa kembali ke Bandung. Memang sepertinya saya butuh dicemplungin dulu sebelum benar-benar berani melakukan sesuatu. Kalo bukan karena diajak Ayah dan Mama, mungkin entah kapan saya akan berani.

Sekarang saya malah punya keinginan untuk tinggal lagi di Bandung dan melanjutkan kuliah di kota ini. Hmm, akankah terealisasi? Kita lihat aja nanti! 😆

Advertisements

12 thoughts on “Kembali ke Bandung

  1. febridwicahya

    Banduuuuuung!

    Hehehe akhirnya setelah beberapa kali ngarep, saya pernah juga menginjakkan kaki ke Bandung dong, Mbak. Meski juga cuma sehari, tapi… YA BELOM PUAS WGWGW. Belum berkunjung dan mencicipi kulinery Bandung yang naena itu :’

    Like

    Reply

Share your thoughts!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s