Waktu Indonesia Berlibur Bersama Pak Arief Yahya (Menteri Pariwisata) dan Erix Soekamti

Jum’at malam kemarin saya datang ke sebuah talkshow yang diadakan oleh @wetheyouth.id dengan tema Waktu Indonesia Berlibur. Pulang ke kost langsung gatal mau share berbagai hal yang saya dapatkan di acara tersebut. Karena itu tulisan ini saya buat. Mumpung masih on fire. 😀

Talkshow Waktu Indonesia Berlibur ini menghadirkan 2 orang pembicara. Ada Bapak Arief Yahya (Menteri Pariwisata Indonesia) dan Mas Erix Soekamti (vokalis Endank Soekamti yang juga merupakan seorang content creator).

Saya pertama kali tau mengenai acara ini di IG storynya @amrazing. Lalu jadi penasaran ingin hadir. Bahasan tentang pariwisata Indonesia selalu menarik minat saya. Apalagi pak menteri langsung yang akan sharing.

Di talkshow ini, yang paling banyak berbagi cerita tentu saja Pak Arief Yahya. Kalo dari Mas Erix gak begitu banyak sharing sih. Tapi dari acara ini, saya jadi tau kalo ternyata bulan Mei-Juni 2018 kemarin, Mas Erix dan rekan-rekannya melakukan perjalanan Salam Indonesia untuk mendokumentasikan budaya dan pesona Indonesia dalam bentuk video, foto, dan tulisan.

Trip Salam Indonesia ini dilakukan lewat jalur darat dan laut, dimulai dari Sumba sampai pulang kembali ke Yogyakarta. Dokumentasinya bisa dilihat di YouTube Chanelnya Mas Erix Soekamti. Kemarin sempat diputar videonya dan menurut saya keren banget! Ini salah satu video favorite saya ketika Mas Erix mengunjungi Pulau Komodo di Flores. Jadi ingin ke sana juga! ❤

Bicara mengenai pariwisata Indonesia, pasti kita semua setuju deh kalo Indonesia ini kaya akan potensi wisatanya. Pulau Komodo hanya salah satunya. Selain itu ada banyak sekali destinasi wisata menarik lainnya yang bisa menjadi kekuatan Indonesia untuk bersaing dengan negara lain.

Apa coba brandingnya Indonesia? Apa DNA-nya bangsa kita?

Itu pertanyaan dari Pak Arief Yahya tadi malam yang tidak bisa dijawab oleh audience yang hadir.

Mau bilang pertanian, tapi pertanian kita masih kalah dari Thailand.

Mau bilang manufacture, tapi manufacturing kita juga masih kalah dari China.

Teknologi informasi? Bukan juga. Karena Top 5 perusahaan yang bergerak di bidang Teknologi Informasi semuanya berasal dari Amerika. Salah satunya ya tentu saja Google.

Tapi Indonesia punya peluang besar di bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Mampu tidak membayangkan Indonesia bisa mengalahkan negara ASEAN lain di bidang pariwisata? Pak Arief Yahya mampu. Saya juga mampu. Dan saya yakin kalian pun mampu membayangkan hal ini, karena potensi pariwisata Indonesia sungguh besar sekali.

If you can imagine it, you can get it.” – Walt Disney

Itulah mengapa, Presiden Jokowi dan juga Pak Arief Yahya sebagai Menteri Pariwisata saat ini sangat fokus mengembangkan pariwisata di Indonesia. Targetnya, di tahun 2019 ada total 20 juta wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia.

Untuk mencapai target tersebut, Pak Arief Yahya mencanangkan strategi BAS (Branding, Advertising, dan Selling).

  • Branding : menyebarluaskan brand Wonderful Indonesia ke seluruh dunia. Salah satunya dengan memasang logo Wonderful Indonesia di transportasi umum berbagai negara.
  • Advertising : mengiklankan potensi pariwisata Indonesia di channel internasional.
  • Selling : ikut serta di berbagai event di seluruh dunia

Selengkapnya mengenai strategi ini bisa kalian simak di video infografis dari Kemenpar berikut :

Mengenai branding Wonderful Indonesia, Pak Arief Yahya cerita kalo di event-event dunia, misalnya saat ini yang sedang berlangsung adalah Piala Dunia di Rusia, akan sangat mahal jika ingin menjadi sponsor acara dan branding di dalam stadium. Yang disiasati oleh Kemenpar adalah dengan memasang logo Wonderful Indonesia di berbagai bus kota di Rusia yang mengelilingi stadium tempat berlangsungnya Piala Dunia.

Secara biaya lebih efektif, tapi secara impact juga luar biasa. Ini juga yang dilakukan oleh Pak Arief Yahya ketika Euro Cup di Perancis dan event-event besar lainnya di luar negeri. Bahkan ketika di Jerman sedang berlangsung pameran pariwisata terbesar di dunia, logo Wonderful Indonesia dipasang di bus-bus yang mengantarkan delegasi dari berbagai dunia.

Terkait hal ini saya juga melihat langsung setiap melakukan perjalanan pulang pergi dari Batam ke Singapore. Di dalam ferry sering kali diputar video pariwisata Indonesia. Dan logo Wonderful Indonesia juga dipasang di mana-mana, mulai dari di alas sandaran kursi di dalam kapal, sampai di badan kapal.

Saat ini di Indonesia ada 3 destinasi utama dengan total kontribusi sebesar 90%, yaitu :

  • Bali
  • Jakarta
  • Kepulauan Riau

10% kontribusi sisanya datang dari destinasi-destinasi lain seperti Jogjakarta, Labuan Bajo, Lombok, dll. Kalo dipecah-pecah lagi, masing-masing destinasi ini mungkin hanya akan memberikan kontribusi sekitar 1%.

Karena itulah, presiden Jokowi memberikan PR ke Kemenpar untuk mengembangkan 10 destinasi prioritas yang juga dikenal sebagai “Bali Baru”. Dari total 10 destinasi tersebut, ada 4 destinasi yang menjadi destinasi super prioritas, yaitu :

  • Mandalika – Lombok
  • Labuan Bajo
  • Borobudur
  • Danau Toba

Bukan hanya itu saja, Kemenpar juga menetapkan destinasi digital dan nomadic tourism. Sebelumnya saya udah mendengar sekilas mengenai hal ini karena kebetulan gabung di grup whatsapp GENPI Kepri dan GENPI Pekanbaru. Tapi baru tadi malam saya benar-benar tau secara jelas tujuan Kemenpar terkait kedua hal ini.

Destinasi Digital

Sebuah destinasi wisata harus instagramable dan viral di media sosial. Kenapa? Karena zaman sekarang, ada esteem need yang harus dipenuhi, ada ‘kebutuhan’ untuk eksis. Destinasi yang instagramble dan viral ini pada akhirnya akan mendatangkan esteem economy atau ekonomi yang berbasis kebutuhan ingin diakui.

Kita bisa sama-sama lihat sendiri deh, beberapa destinasi wisata yang viral di media sosial pada akhirnya akan ramai dikunjungi oleh wisatawan. Itulah destinasi digital.

Untuk membuat sebuah destinasi wisata menjadi viral, pemerintah butuh bantuan orang-orang yang aktif di media sosial. Ini menjadi salah satu alasan pemerintah membentuk Generasi Pesona Indonesia (GENPI) di berbagai provinsi, yang bertujuan untuk mengangkat potensi wisata di daerah masing-masing agar menjadi viral di media sosial.

Selain itu, melalui destinasi digital ini, pemerintah berharap seluruh informasi dan yang diperlukan dalam perjalanan dapat dicari, dipesan, dibeli dan dijual secara online. Pemerintah juga berharap review-review mengenai berbagai destinasi wisata Indonesia dapat tersebar di situs-situs review Internasional, seperti TripAdvisor.

Nomadic Tourism

“Nomadic Tourism adalah gaya berwisata baru, di mana wisatawan dapat menetap dalam kurun waktu tertentu di suatu destinasi wisata, dengan amenitas yang portable dan dapat berpindah-pindah.” – Arief Yahya

Nomadic tourism ini bersifat sementara dan bisa berpindah ke destinasi wisata yang diinginkan. Misalnya caravan, glam camp, dan home pod.

Jenis wisata seperti ini sedang hits bahkan di tingkat dunia. Kalo di luar negeri contohnya seperti road trip dengan caravan di New Zealand. Atau kalo di Indonesia, mungkin seperti Living on Board di Labuan Bajo kali ya?

Pak Arief menganalogikannya seperti kebiasaan orang Indonesia memilih nomor seluler. Kebanyakan orang biasanya akan memilih nomor prepaid. Karena prepaid menjadi solusi sementara. Namun ternyata secara biaya, prepaid jauh lebih murah daripada postpaid. Pada akhirnya, solusi sementara tadi berubah menjadi solusi selamanya.

Orang akan semakin terikat kalo tidak kita ikat.” Ini kata Pak Arief Yahya. Hmm iya juga ya? Jadi jangan posesif ya, gengs! 😆

***

Dalam sesi talkshow tersebut, Pak Arief juga sharing mengenai masalah utama yang dihadapi Kemenpar dalam mengembangkan pariwisata di Indonesia ini. Ada dua, yaitu SDM dan infrastruktur.

Untuk SDM, sudah disiasati dengan program Sapta Pesona dari Kemenpar. Sedangkan untuk infrastruktur, ini menjadi PR besar karena yang paling lemah dari kondisi pariwisata di Indonesia saat ini adalah aksesnya. Baik dari akses bandara internasional yang masih terbatas, juga dari akses laut yang perizinannya sulit dan butuh waktu lama.

1. Bandara Internasional

Kalo suatu destinasi mau jadi destinasi utama kelas dunia, maka harus ada bandara internasional. Karena itu saat ini sedang dibangun bandara di beberapa titik wisata Indonesia, salah satunya di Banyuwangi.

Jika kita ingin potensi wisata di daerah kita bisa berkembang, tapi di daerah tersebut belum ada akses bandara, coba perjuangkan deh. Karena kalo aksesnya sulit dijangkau, potensi wisata tersebut cenderung akan sulit berkembang. Paling tidak bandara terdekat dapat diakses dalam waktu tempuh maksimal 2 jam.

2. Akses Laut

Menurut Pak Arief Yahya, yacht milik wisatawan asing sekali masuk ke Indonesia itu bisa mendatangkan pemasukan hingga 100 USD. Namun masalahnya, perizinan di Indonesia itu butuh waktu lama, bisa sampai 21 hari. Bandingkan dengan izin masuk Singapore yang hanya 1 hari. Untuk menyiasati hal ini, pemerintah sudah berusaha merubah regulasi agar proses perizinan ini bisa lebih cepat.

Keberadaan bandara, terutama bandara internasional, menjadi kunci penting jika kita ingin mengundang wisatawan mancanegara berkunjung ke Indonesia. Bagaimana caranya orang dari negara lain dapat masuk ke Indonesia dengan mudah. Agar mereka semakin tertarik untuk datang berwisata ke Indonesia.

jason clarke yes GIF by Originals

Bagi orang Indonesia sendiri, beberapa destinasi wisata tertentu terasa sulit dijangkau, sehingga kita cenderung memilih berlibur ke luar negeri. Saya ngaku deh, karena tinggal di Batam, merasa liburan ke Singapore atau Malaysia bisa jauh lebih murah dibanding mengeksplor negara sendiri.

Kenapa bisa begitu?

Jawabannya ya karena biaya traveling itu memang mahal. Dan biaya terbesar ada di airline, apalagi jumlah low cost airline untuk penerbangan dalam negeri Indonesia belum banyak. Solusinya hanya satu: Indonesia harus punya low cost terminal (LCT). Kalo sudah ada LCT, nantinya pilihan low cost airline juga akan mulai banyak.

Untuk destinasi-destinasi tertentu memang biayanya lebih mahal, misalnya Raja Ampat. Kenapa bisa mahal? Karena flying hoursnya 6-7 jam. Untuk bisa murah, harus lebih banyak direct flight dan pesawat besar ke sana, agar harga satuannya bisa turun.

Karena hal tersebut belum bisa diwujudkan, ya berarti untuk saat ini Raja Ampat masih masuk ke dalam kategori destinasi premium untuk high end market. Bagi yang middle market, bisa ke Labuan Bajo. Menurut CNN, best diving spot in the world adalah Raja Ampat, lalu Labuan Bajo, dan yang ketiga adalah Galapagos. Jadi Labuan Bajo bisa dijadikan alternatif jika masih belum sanggup berlibur ke Raja Ampat. 🙂

***

Menurut saya, menjadi tugas kita juga untuk ikut mempromosikan potensi wisata Indonesia ke luar negeri. Kita bisa memanfaatkan akun media sosial yang kita punya. Bagaimana pun, pemerintah tidak bisa jalan sendiri. Kita harus ikut support, bukan hanya mengomentari pekerjaan pemerintah saja. Ya gak? Hehehe.

Tidak hanya ikut membantu dari segi promosi saja. Kita juga harus ikut menjaga alam Indonesia yang kita punya. Pak Arief Yahya juga menyampaikan data dari World Economic Forum, Indonesia berada di ranking 131 dari 140 negara untuk hal environment sustainability, dan ranking di atas 100 untuk hal health & hygiene.

Sampah masih menjadi masalah besar negara kita. Dan kita sebagai warga Indonesia harus punya kesadaran untuk gak buang sampah sembarangan dan bantu pemerintah dengan ikut menyebarkan awareness ini. Sedih banget gak sih kalo potensi wisata Indonesia yang cantik malah dirusak hanya karena banyak yang buang sampah sembarangan?

oh brother facepalm GIF

***

Baiklah segitu aja sharingnya ya gengs. Intinya sih yuk sama-sama ikut peduli dengan apapun yang dikerjakan pemerintah. Jika kita ikutan berkontribusi dengan apapun yang kita bisa, pasti hasilnya akan lebih maksimal. 🙂

Anyway, di penghujung kegiatan talkshow Waktu Indonesia Berlibur kemarin, ada penampilan spesial dari Fourtwnty. Yeay akhirnya saya bisa melihat live performance mereka! Sungguh saya bahagia dan excited sekaliii. Ternyata mereka keren ya kalo live performance gini. ❤ ❤ ❤

Waktu Indonesia Berlibur 3

Thank you We The Youth untuk acara kerennya! Semoga bulan depan saya bisa ikutan lagi. Kalian bisa cek akun Instagram @wetheyouth.id kalo mau lihat jadwal kegiatan berikutnya ya, gengs!

Semoga bermanfaat! 🙂

Advertisements

One thought on “Waktu Indonesia Berlibur Bersama Pak Arief Yahya (Menteri Pariwisata) dan Erix Soekamti

  1. alrisblog

    Indonesia begitu luas, banyak ragam budaya, keindahan alam yang yang juga beragam, Andai satu propinsi punya satu unggulan saja sudah ada 33 destinasi wisata diseluruh Indonesia. Satu propinsi fokus satu destinasi wisata hasilnya pasti makjoss.

    Like

    Reply

Share your thoughts!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s