Mengapa Kami Tidak Punya TV?

Minggu lalu, dua mahmud blogger favorite saya, Mba Isti dan Mba Icha, pernah bikin tulisan tentang alasan mereka tidak memiliki TV di rumah masing-masing. Silahkan mampir ke blog mereka untuk baca alasan Mba Isti dan alasan Mba Icha ini. 🙂

Nah, sejak menikah setahun lalu, saya dan suami juga memutuskan untuk tidak membeli TV di rumah kami. So far, kami berdua sih fine-fine aja ya hidup tanpa TV ini. Tapi ternyata saat beberapa hari lalu ketika tanpa disengaja topik mengenai ‘gak punya TV’ ini  sampai ke obrolan bareng teman-teman saya, ada salah seorang teman yang nyolot banget ngomentarin keputusan saya dan suami ini.

Continue reading

Tentang Pekerjaan Baru Saya

Setelah 3 tahun berkarier sebagai seorang HR Ranger, akhirnya di pertengahan tahun ini saya memutuskan untuk mundur dari dunia HR dan beralih ke bidang yang menjadi cita-cita saya sejak lama : psikologi anak.

Saat kuliah, saya memang lebih fokus di psikologi anak. Mata kuliah yang paling saya suka adalah Psikologi Perkembangan dan materi-materi tentang Psikologi Anak lainnya. Skripsi dan kuliah kerja praktek saya juga semuanya tentang anak-anak. Sewaktu kuliah kerja praktek, klien saya adalah seorang anak berusia 5 tahun yang mengalami gangguan Autism Spectrum Disorder (ASD). Sedangkan skripsi saya mengukur tingkat resiliensi (daya lenting) pada anak-anak jalanan yang mengalami kekerasan secara fisik, psikis, hingga seksual. Dan rencananya, jika ada rezeki dan kesempatan, saya ingin banget ambil kuliah magister di jurusan Psikologi Klinis Anak. 🙂

Nah trus, kenapa dong saya bisa ‘melenceng’ selama 3 tahun ke dunia HR? Continue reading

Birthday Staycation di Grand Tjokro Pekanbaru

Saat ditanya ingin dapat hadiah apa di ulang tahun saya yang ke-26 ini, saya langsung menjawab “gak ingin apa-apa, cuma ingin bareng-bareng aja.”

Sebenarnya sih saya udah pengen banget liburan, tapi kondisi gak memungkinkan. Selain karena saya susah izin atau cuti di kantor yang sekarang, situasi Pekanbaru yang masih diselimuti kabut asap juga membuat jadwal penerbangan menjadi tidak jelas. Lah gimana mau liburan kan kalo gitu.

Akhirnya, biar berasa liburan saya dan Abang memutuskan untuk ambil kamar aja di salah satu hotel di Pekanbaru. Istilah kerennya mah staycation ya? Continue reading