Merealisasikan Impian untuk Menjadi Psikolog Klinis Anak dan Remaja di Kota Batam

Hai, it’s been a while dari kali terakhir saya berbagi cerita di blog ini. Sudah lebih dari 1,5 tahun berlalu dan tentu ada banyak sekali hal baru yang ingin saya ceritakan. 😊

Salah satunya tentang hari-hari yang saya jalani selama 2 bulan terakhir ini, sebagai Psikolog Klinis Anak dan Remaja di kota Batam.

Bagi banyak pembaca blog liandamarta.com, mungkin menyadari bahwa dari dulu saya selalu menuliskan impian saya ingin menjadi Psikolog Anak. Impian yang sudah saya pegang sejak lulus S1 12 tahun lalu. Impian yang akhirnya menemukan jalannya di 2021 lalu saat saya memutuskan untuk resign dari pekerjaan di Jakarta dan melanjutkan studi di Magister Profesi Psikologi Klinis Anak dan Remaja Universitas Padjadjaran.

Perjalanan kuliah lagi yang tidak mudah. Tapi saya sangat bersyukur karena Allah menghadirkan support system yang luar biasa, hingga akhirnya saya bisa menyelesaikan kuliah tepat waktu selama 2,5 tahun. ❤️

Di tulisan ini, sebagai bentuk syukur atas banyak keberkahan dalam hidup, saya mau berefleksi kembali tentang hari-hari yang telah dilalui dalam 2,5 tahun terakhir ini. Hari-hari yang membawa saya ke masa kini, dan membuat saya bisa merealisasikan salah satu impian besar dalam hidup: menjadi seorang Psikolog Anak. 😊

Tantangan kembali menjadi mahasiswa 👩🏻‍💻

September 2021 jadi awal mula saya menjalani kuliah di magister profesi. Satu minggu sebelum perkuliahan dimulai, saya pindahan dari Jakarta ke Batam. Masih ingat banget ketika itu rasanya mellow dan sekali. Sempat juga mempertanyakan apakah keputusan saya saat itu untuk resign dan lanjut kuliah adalah keputusan yang tepat? Serta munculnya keraguan dan kekhawatiran, mengingat saya sudah 9 tahun meninggalkan bangku perkuliahan.

Meninggalkan Jakarta, 25 Agustus 2021

Di awal-awal kuliah, rasanya berat sekali. Kembali membiasakan diri untuk membaca text book dan jurnal. Juga switch mode otak ke mode berpikir dan belajar. Di saat yang sama, keputusan resign membuat saya tidak lagi punya pemasukan tetap, sehingga harus menahan diri dari segala kesenangan. Kalau waktu masih kerja bisa bebas jajan ini itu, nonton konser ke sana ke mari, juga jalan-jalan untuk menyenangkan diri, saat menjadi mahasiswa, tentu hal-hal tersebut tidak lagi jadi prioritas utama.

Kalau ditanya apa yang paling berat dari perjalanan menjalani kuliah di magister profesi ini, bagi saya pribadi dari sisi finansial sih. Karena saya kuliah dengan biaya mandiri, mau tidak mau ya harus ‘bobol’ tabungan dan kembali bergantung pada bantuan finansial dari keluarga. Dari sini saya melihat kekuasaan Allah, karena Allah tuh benar-benar mencukupkan rezeki saya dan keluarga. Selama kuliah, saya nggak pernah merasa kekurangan sedikit pun, dan bahkan tetap bisa bersenang-senang untuk melepaskan penat.

Saya juga banyak bersyukur karena dipertemukan dengan teman-teman baik di Klinis Anak dan Remaja angkatan 2021. Mereka banyak membantu saya dari awal perkuliahan. Mulai dari berbagi referensi literatur, mengajarkan saya tentang mata kuliah yang saya nggak ngerti, sampai memberikan emotional support selama masa penyelesaian studi. Kalau nggak ada mereka, saya nggak kebayang sih akan seperti apa perjalanan kuliah mapro saya ini. 🥲

Magister Profesi Klinis Anak dan Remaja angkatan 2021

Memulai Praktik Kerja Profesi Psikolog (PKPP)

Selama menjalani perkuliahan di Magister Profesi Psikologi, masa-masa PKPP adalah pengalaman yang paling berharga bagi saya pribadi. Di PKPP ini saya menjalani hari-hari dengan berpraktik di puskesmas dan biro psikologi. Karena status saya masih mahasiswa, jadi tentu saat menangani klien selama PKPP, kami berada di bawah supervisi dosen pembimbing yang sekaligus juga seorang Psikolog.

PKPP jadi kesempatan bagi saya untuk belajar banyak hal. Mulai dari mengasah kepekaan diri, melatih keterampilan dalam penanganan klien, sampai belajar tentang kehidupan dari dosen-dosen pembimbing saya. ❤️

Selama satu tahun PKPP, hari-hari saya diisi dengan piket di puskesmas, berinteraksi dengan anak-anak, remaja, dan orang tuanya, lalu bertemu dan membantu klien menyelesaikan berbagai permasalahan yang mereka hadapi. Saya juga melalui bimbingan demi bimbingan, dan menyusun laporan kasus sebagai bentuk pertanggung jawaban. Serta ada belasan ujian yang harus dituntaskan.

Selama PKPP, saya juga menyelesaikan penelitian tesis. Karena program pendidikan yang saya ambil ini adalah program Magister Profesi, jadi ada dua syarat kelulusan yang harus dipenuhi: ujian tesis dan ujian PKPP. Jangan tanya gimana rasanya menjalankan semua itu dalam waktu bersamaan. Mumet, mabok, stres, semua campur aduk jadi satu. Tapi lagi-lagi, saya sangat bersyukur karena Allah banyak mengirimkan bantuan dan memberikan kemudahan sampai akhirnya semua bisa selesai tepat waktu. 🥹❤️

“Mengering sumurku.. terisi kembali. Ku temukan makna hidupku di sini..”

Penggalan lirik lagu Membasuh dari Hindia dan Rara Sekar di atas menjadi gambaran utuh dari apa yang saya jalani selama PKPP sampai saat ini. Meskipun dalam prosesnya terasa sangat melelahkan, baik secara fisik, pikiran, maupun mental, namun hati terasa penuh. Saya merasa utuh. Merasa hidup. Merasa bermakna. ❤️

Menyelesaikan ujian demi ujian

Di satu tahun terakhir masa studi, selain menjalani PKPP dan menyelesaikan penelitian tesis, saya juga dihadapkan dengan berbagai ujian demi ujian. Total ada 11 ujian yang harus diselesaikan terhitung sejak awal Januari 2023.

Jadwal ujiannya sendiri tidak ditentukan oleh fakultas. Semua sangat bergantung dengan kesiapan masing-masing mahasiswa, baik dalam penyelesaian penanganan kasus maupun dalam penelitian tesis. Karena itu saya benar-benar mengafirmasi ke diri sendiri untuk bisa menyelesaikan semua ujian-ujian tersebut sesuai dengan waktunya, agar saya bisa lulus tepat waktu.

Saya sampai buat manifesting dan menuliskan target waktu pelaksanaan ujian yang ingin saya kejar. Saya tulis di sticky notes dan tempel di dinding, tulis di notes handphone, kirim WhatsApp ke diri sendiri, juga di jurnal pribadi. Dari semua yang ditulis itu alhamdulillah ada yang tercapai, tapi ada juga yang meleset dari perencanaan.

Ditempel di dinding kamar, agar bisa dilihat setiap hari.

Dalam perjalanan untuk mengejar ‘target’ waktu pelaksanaan ujian-ujian itu, tentu banyak stresnya ya. Rambut sampai rontok parah. Tidur juga nggak nyenyak. Duh kalau diingat-ingat bagian stresnya ini, rasanya nggak nyaman banget deh. ☹️

Jadi saya pribadi berusaha banget untuk bisa menyeimbangkan semuanya. Balancing tuntutan di perkuliahan mapro dan juga kebutuhan untuk tetap bersenang-senang. Kalau lagi ada konser yang bisa saya datangi, ya saya datang. Seperti misalnya di September setahun lalu saya ‘nekat’ kabur ke Jakarta selama 4 hari 3 malam, untuk bersenang-senang di Pestapora. Selama 4 hari di Jakarta, pagi sampai sore saya mengerjakan laporan kasus, lalu sore sampai tengah malamnya sing along bersama musisi-musisi favorite.

Selain itu, saya juga bersyukur karena di KLA 2021, saya memiliki kelompok pertemanan yang satu frekuensi. Bersama mereka, saya bisa bercerita tentang berbagai hal. Mulai dari yang receh sampai hal-hal yang bikin kepala mumet. Tidak jarang kami juga menangis bersama ketika rasanya sudah sangat overwhelmed dengan hari-hari yang dijalani.

Saya yang awalnya kalau mengerjakan tugas lebih sering sendirian, tapi selama PKPP ini ternyata malah nggak bisa sendiri. Saya butuh ada di dekat teman-teman. Agar bisa berdiskusi menguraikan isi kepala yang kayak benang kusut, atau sekadar minta penguatan di saat rasa khawatir dan ragu pada diri sendiri datang menghantui.

Setiap kali selesai ujian, saya juga nggak lupa untuk self-reward. Salah satu cara sederhana untuk mengapresiasi diri atas semua jerih payah yang sudah dijalani. Self-reward favorite saya sih cari jajanan yang enak-enak. Jadi biasanya sebelum mulai ujian saya udah membayangkan tuh akan jajan apa. Lalu segera setelah selesai ujian saya pergi jajan atau order via online. Makan makanan enak memang bikin happy! ❤️

Beberapa self-reward selama PKPP 😆

Wisuda dan Sumpah Profesi

Setelah melalui perjalanan panjang nan berliku yang penuh dengan air mata, alhamdulillah di Februari 2024 lalu saya dinyatakan lulus dari Magister Profesi Psikologi Universitas Padjadjaran. Ditandai dengan yudisium seusai menyelesaikan ujian internal PKPP. Tapi saat itu, saya belum sepenuhnya selesai. Masih perlu melakukan perbaikan untuk mendaftarkan diri di pelaksanaan ujian profesi.

Dalam lima bulan pertama di tahun 2024 itu saya terasa seperti naik roller-coaster deh. Dari yang lari sprint di bulan Januari, lalu bersantai sejenak usai ujian internal dan yudisium di Februari, lari tipis-tipis di Maret saat persiapan pendaftaran ujian profesi, leha-leha di bulan April, hingga akhirnya menuju garis finish di bulan Mei seiring dengan selesainya pelaksanaan ujian profesi.

Ujian Tesis (Agustus 2023) dan Ujian Internal PKPP (Februari 2024)

Alhamdulillah semua berjalan lancar sesuai dengan timeline pribadi saya. Lagi-lagi ini semua nggak akan mungkin terjadi kalau bukan karena kuasa Allah. Salah satu kuasa Allah yang terasa di saya adalah saat pelaksanaan wisuda dan sumpah profesi diundur dari yang seharusnya di bulan Mei, menjadi awal Juni 2024.

Ini blessing banget bagi saya pribadi. Kenapa? Karena saya baru dapat jadwal ujian profesi tuh di pertengahan Mei. Kalau wisuda dan sumpah profesinya tetap dilaksanakan di Mei, udah pasti saya nggak akan bisa ikut wisuda dan sumpah profesi tersebut, dan harus menunggu sampai pelaksanaan sumpah berikutnya di November.

Karena itu benar-benar alhamdulillah, saya bersyukur banget banget banget karena jadwal wisuda dan sumpah profesi diundur. Saya jadi ikutan wisuda dan sumpah profesi di bulan Mei, serta nggak perlu nunggu berbulan-bulan untuk bisa mendapatkan izin praktik. 🥹

Singkat cerita, saya mengikuti rangkaian kegiatan sumpah profesi dan wisuda pada hari Selasa, 4 Juni 2024 lalu. Didampingi oleh Mama, Tante, dan adik-adik, juga teman-teman KLA 2021 dan geng semasa S1 yang turut datang meramaikan. ❤️

Pada hari Sabtu, 13 Juli 2024 lalu, saya kembali mengikuti rangkaian sumpah profesi untuk Psikolog Klinis yang diselenggarakan oleh Ikatan Psikolog Klinis (IPK) Indonesia. Dari kedua sumpah profesi yang saya ikuti, prosesinya berjalan dengan sangat sakral. Saya nggak bisa menahan tangis saat menyanyikan lagu Hymne HIMPSI dan Padamu Negeri, juga saat mengucapkan sumpah.

Wisuda dan sumpah profesi HIMPSI (Juni 2024); sumpah profesi IPK (Juli 2024)

Pertanggungjawaban profesi ini tidak mudah. Semoga Allah selalu jaga saya agar tetap berada di jalan yang benar dan meluruskan niat bahwa saya memilih profesi ini karena ingin membantu orang lain. ❤️

Kembali ke Batam dan mulai Berpraktik

Awal Juli 2024 lalu, saya memutuskan untuk pulang ke Batam. Sebuah keputusan yang sempat membuat saya galau. Karena di saat bersamaan, saya mendapat beberapa penawaran untuk praktik di biro dan klinik di Bandung dan Jakarta. Tentu itu penawaran yang menggiurkan, mengingat sebagai psikolog baru, saya butuh tempat untuk praktik. Sedangkan saya belum ada gambaran sama sekali seperti apa peluang praktik di kota Batam.

Namun dengan beberapa pertimbangan, akhirnya saya memantapkan hati untuk pulang dulu saja ke kota tempat saya tumbuh besar ini. Saya niatkan untuk coba dulu membuka jalan dan menciptakan berbagai peluang. Saat itu saya pasang target, kalau sampai 3 bulan saya nggak dapat kejelasan di Batam, saya mau kembali lagi saja ke Bandung atau Jakarta.

Ternyata rencana Allah memang selalu yang paling baik. Dalam hitungan hari saya berada di Batam, sudah ada beberapa ‘lampu hijau’ tentang peluang praktik di kota ini. Sampai akhirnya per Agustus 2024 lalu, saya secara resmi mulai praktik sebagai Psikolog Klinis Anak dan Remaja. 🥹

Praktik Psikolog Klinis Anak dan Remaja di kota Batam

Saat ini, saya berpraktik di beberapa tempat, baik secara offline maupun online. Untuk praktik offline, sampai tulisan ini dipublikasikan, saya praktik di Pusat Tumbuh Kembang AERIS, praktik mandiri, dan di klinik BMC Batam. Sedangkan untuk praktik online, saya bisa ditemukan di Sedari Diri.

Untuk informasi lengkap terkait lokasi dan jadwal praktik saya, juga informasi layanan Psikolog Anak dan Remaja, bisa dicek di laman berikut ini ya:

Informasi Praktik Psikolog Anak dan Remaja di Batam

Informasi yang ada di halaman blog tersebut akan saya update secara berkala. Selain itu, saya juga akan rutin update dan berbagi terkait perkembangan anak dan remaja serta isu-isu psikologi lainnya di akun Instagram @liamarta.psi 😊

***

Melihat kembali ke perjalanan 1,5 tahun terakhir ini, saya benar-benar sangat bersyukur. Allah baik banget karena udah memberikan saya begitu banyak hal baik dalam hidup dan kemudahan serta kelancaran sampai saya ada di titik ini.

Ini jalan hidup yang saya inginkan sejak belasan tahun lalu. Hari-hari yang saya jalani saat ini adalah sesuatu yang dulu selalu saya bawa dalam doa. Jadi kalau saya berefleksi kembali, rasanya saya sudah merasa cukup. Tidak ada lagi yang ingin saya kejar.

Saya cuma ingin berdoa agar Allah selalu memberikan saya kesehatan dan umur panjang, agar saya bisa menjalani profesi luhur ini dalam waktu yang lama. Agar saya bisa lebih banyak bantuin anak-anak dan remaja Indonesia, beserta orang tuanya. Agar saya bisa selalu menemukan makna dan kedamaian dalam hidup, seperti yang saat ini saya rasakan. 🥹❤️

Terima kasih untuk keluarga, sahabat, teman-teman, dan semua yang sudah mendoakan. Semoga Allah selalu berikan kita semua kesehatan dan kelancaran untuk semua yang sedang dijalankan dan direncanakan. 🫶🏻

5 thoughts on “Merealisasikan Impian untuk Menjadi Psikolog Klinis Anak dan Remaja di Kota Batam

  1. Blogmessa's avatarBlogmessa

    Haloha Lia, Selamat ya. Senang bisa membaca apdetan cerita hidup Lia di blog ini dan aku terharu membacanya 😊 Kiranya Lia bisa terus membantu orang lain melalui profesi & talenta yang Lia miliki ya. Tuhan berkati senantiasa. ♥️

    Like

    Reply

Leave a reply to muhaiminabdullah Cancel reply