Seruling Samudera di Klayar Pacitan

Selain Pantai Banyutibo, Pacitan juga punya beberapa pantai lain yang gak kalah cantiknya. Salah satu yang sudah banyak dikenal orang adalah Pantai Klayar.

DSC05106Pantai Klayar terletak kurang lebih 7 km dari Pantai Banyutibo. Jika berangkat dari Jogja, perjalanan membutuhkan waktu kurang lebih 3-4 jam untuk sampai ke pantai ini. Rute lebih lanjut bisa dicek di sini.

Berbeda dengan Pantai Banyutibo yang masih sepi dan terasa seperti pantai milik sendiri, Pantai Klayar sudah cukup komersil. Untuk masuk ke kawasan Pantai Klayar ini, setiap pengunjung diharuskan membeli tiket masuk seharga Rp 3.000 untuk dewasa dan Rp 2.000 untuk anak-anak. Selain itu pengunjung juga dikenakan biaya parkir sebesar Rp 1.000 untuk yang datang dengan menggunakan kendaraan roda dua dan Rp 2.000 untuk kendaraan roda empat. Well, harganya masih amat sangat murah kan ya? πŸ˜‰

Seperti yang saya ceritakan di postingan ini, pada saat kami sampai di Banyutibo beberapa waktu lalu, kami tidak menemukan warung makan di sana, oleh karena itu kami meluncur ke Klayar. Di Klayar sendiri, terdapat beberapa warung makan. Warung makan yang saya dan teman-teman coba waktu itu adalah warung makan ini :

DSC05105Lokasinya tepat di seberang pantai. Kalo saya perhatikan, pengunjung warung Samudera ini jauh lebih ramai daripada warung makan lainnya. Wajar saja karena makanannya rasanya enak-enak semua! πŸ˜€ Saya memesan nasi putih dengan lauk telor ceplok, tempe orek dan mie goreng. Rasanya? Endeus maksimal! Harganya? Murah bangets! Ah, bahagia itu benar-benar sederhana. Sesederhana makan siang sampai perut kenyang dengan harga 6 rebu ajah seporsinya. :’)

Anyway, pantai Klayar bukanlah tipe pantai yang bisa dijadikan tempat renang-renang lucu sama teman atau keluarga. Karena di pantai ini ombaknya super duper besar sekali. Saya gak tau deh di sini bisa surfing apa ngga, tapi kayanya sih ngga ya karena ombaknya gile dahsyat bener. Kalo gak ahli surfing mah bisa keseret juga kali. Bahaya banget lah buat main-main air di sini.

Gak percaya? Nih silahkan dilihat betapa dahsyatnya ombak di pantai Klayar :

DSC05111 DSC05133 DSC05159 DSC05282

Ngeri bener kan ya ombaknya?

Trus kalo ke pantai gak main air, ngapain doooong?

Ya gogoleran di pinggir pantai dong sambil menikmati angin sepoi-sepoi yang bikin ngantuk hahaha. Di sepanjang pantai Klayar, memang banyak warga sekitar yang menggelar tikar untuk pengunjung yang ingin berleha-leha. Bakalan makin mantap kalo leha-lehanya sambil ditemani air kelapa muda. Ah, indahnya duniaaaaa.. πŸ˜†

Oh ya, dari hasil ngobrol-ngobrol saya dengan beberapa penduduk setempat, katanya nih penduduk yang tinggal di sekitaran Klayar ini profesi sehari-harinya adalah memproduksi gula merah untuk kemudian dijual ke pasar. Makanya jangan heran kalo di sana banyak ditemukan bapak atau ibu yang jualan gula merah seperti ini :

DSC05109Satu kantong gula merah itu harganya Rp 8.000 aja. Murah, ya! πŸ˜‰

Well, selain gogoleran, ada satu hal lagi yang harus-pake-banget dilakukan di pantai Klayar. Yaitu seru-seruan di Seruling Samudera! πŸ˜‰

Wait, Seruling Samudera? Apaan tuh?

DSC05268The famous Seruling Samudera

Seruling Samudera ini adalah sebuah fenomena di mana ada sebuah celah di antara bebatuan yang ketika ada ombak besar datang, air laut akan masuk ke celah tersebut dan menyemburkan air setinggi kurang lebih 5 meter. Air laut yang menyemburΒ tersebut juga akan mengeluarkan bunyi seperti bunyi seruling. Itulah mengapa ia dinamakan Seruling Samudera. πŸ™‚

Untuk masuk ke kawasan Seruling Samudera ini kita harus dipandu oleh guide yang merupakan penduduk sekitar. Tidak dipatok harga khusus untuk guide ini, kita bisa membayarnya secara sukarela. Nah, makanya jangan sampai dilewatkan ya momen seru-seruan sama teman dan merasakan sensasi basah-basahan akibat semburan air di Seruling Samudera ini. πŸ˜‰

DSC05248 DSC05261 DSC05201

Advertisements

40 thoughts on “Seruling Samudera di Klayar Pacitan

    1. liamarta Post author

      Pantai Teleng Ria itu dimana mak?
      Iya jalan menuju Klayar memang rada sulit mak, tapi worth it dengan viewnya. Apalagi view yang di Banyutibo (bisa cek postingan saya sebelum ini). Semoga kesampaian untuk kesini ya mak πŸ˜‰

      Like

      Reply
  1. RY

    Aku juga udah kesini Li, kwereeeen banget ya viewnya. Tapi ga nahan sama ombaknya yg serem itu. Gak nyesel dah ke pantai walopun jauhhh dengan trek jalan yang aduhay babay ….. hehehehhe

    Like

    Reply
    1. liamarta Post author

      Iya ombaknya serem bangettttt.. hahaha trek jalannya emang rada2 bikin mual ya, apalagi pas aku pergi kemarin si drivernya ngebut2 trus jadi pada mabok deh 😦

      Like

      Reply
      1. RY

        Aq start pointnya dari Goa Gong trus nyewa angkutan umum ke Klayar, soalnya klo pake bis kecil gak bisa. Tapi lagi banyak pelebaran jalan ya Li ….. next time bisa main sana lagi πŸ™‚

        Like

        Reply
  2. Pingback: Icip-Icip Kuliner Jogja | My Life, My Story

  3. Pingback: Best of 2014 | My Life, My Story

Share your thoughts!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s