Tag Archives: Ika Natassa

Tentang Film Critical Eleven

Disclaimer: postingan ini bukan hanya tentang review film Critical Eleven. Ada banyak curhat terselubung juga. Jadi kalo males baca curhatan saya, feel free to close this page ya. 🙂

Continue reading

Advertisements

Review : Divortiare & Twivortiare, novels by Ika Natassa

IMG_5821

Commitment is a funny thing, you know? It’s almost like getting a tattoo. You think and you think and you think before you get one. And once you get one, it sticks to you hard and deep. – Ika Natassa, Divortiare

Alexandra, 27 tahun, workaholic banker penikmat hidup yang seharusnya punya masa depan cerah. Harusnya. Sampai ia bercerai dan merasa dirinya damaged good. Percaya bahwa kita hanya bisa disakiti oleh orang yang kita cintai, jadi membenci selalu jadi pilihan yang benar. Little did she know that fate has a way of changing just when she doesn’t want it to. – Divortiare

 On January 23rd 2011,  Alexandra – the woman you’ve all known from the book Divortiare – discovered the fun of Twitter through her account @alexandrarheaw. These are the collections of her tweets on her everyday life and not-so private thoughts that will finally answer the question : ‘can you love and hate someone so much at the same time?” – Twivortiare

Continue Reading →

Review : Antologi Rasa, a novel by Ika Natassa

Antologi Rasa adalah buku keempat dari Ika Natassa, setelah A Very Yuppy Wedding (AVYW), Divortiare, dan Underground. Saya pertama kali ‘mengenal’ Ika Natassa sekitar 4 tahun lalu karena secara tidak sengaja membeli novel AVYW dengan cover-nya yang eye catching. Dan saya langsung jatuh cinta. Jatuh cinta dengan gaya penulisan Ika yang ceplas-ceplos ala masyarakat urban. Kemudian saya membaca Divortiare, dan kembali dibuat jatuh cinta dengan kisah Alex & Beno. Sekarang, setelah sekian lama menanti, akhirnya Ika Natassa kembali merilis buku barunya, Antologi Rasa..

Continue Reading →

Impulsive-Buying di Awal Bulan

Awal bulan (dan awal tahun) ini saya buka dengan hobi saya berbelanja. Tapi berbeda dengan wanita-wanita lain yang mungkin lebih senang belanja segala jenis fashion wanita dari atas sampai bawah, saya lebih memilih menghabiskan gaji saya untuk membeli buku.

Kemarin (1 Januari 2012), saya menghabiskan waktu saya untuk berjalan-jalan di toko buku. Mulai dari toko buku Togamas yang menjadi ‘surga’ bagi para book-hunter karena menyediakan diskon seumur hidup, sampai ke toko buku Gramedia. Niat saya hari itu adalah membeli beberapa buku yang sudah menjadi incaran saya selama beberapa bulan terakhir. Hasil pencarian saya di dua toko buku tersebut, selama kurang lebih empat jam, menghasilkan 5 buku + 1 majalah. 😛 Continue reading