Menapaki Sejarah Vietnam di Camp Vietnam Pulau Galang

Ada yang sudah pernah mendengar tentang Camp Vietnam di Batam?

Well, bukan di Batamnya sih. Tapi tepatnya di Pulau Galang, Kepulauan Riau. Sekitar kurang lebih 2 jam perjalanan dari pusat kota Batam. Melewati 5 jembatan yang menghubungkan 6 pulau dengan 3 pulau utama : Batam, Rempang, Galang (Barelang). Masuk ke kawasan ini dikenakan biaya sebesar Rp3.000 per orang dan Rp10.000 untuk mobil.

Camp Vietnam dulunya adalah tempat pengungsian warga Vietnam yang mencari perlindungan. Puluhan tahun lalu, sekitar tahun 1979, ratusan ribu warga Vietnam pergi keluar dari negaranya karena kondisi negaranya yang mencekam akibat perang saudara. Dengan menggunakan kapal-kapal yang berisikan 40-100 orang, mereka mengarungi Laut Cina Selatan dan menyebar ke berbagai belahan dunia selama berbulan-bulan untuk mencari tempat perlindungan. Beberapa di antaranya sampai ke Indonesia, tepatnya di Pulau Galang tersebut. Sebagian lagi ada yang gagal mencapai daratan karena perahu mereka tenggelam di tengah lautan.

Kaburnya warga Vietnam ini ternyata mendapat perhatian khusus dari PBB. Hingga akhirnya PBB memberikan amanat kepada beberapa negara, termasuk Indonesia, untuk memberikan tempat pengungsian dalam kurun waktu tertentu. Karena para warga Vietnam ini banyak yang sudah sampai di Pulau Galang, maka ditunjuklah pulau Galang sebagai tempat pengungsian mereka di Indonesia. Untuk menunjang kehidupan warga Vietnam di sana, dibangunlah barak-barak pengungsian, rumah sakit, sekolah, tempat-tempat ibadah, dan juga penjara.

Dari cerita yang saya dapatkan, warga Vietnam yang berada di Pulau Galang ini sempat beberapa kali akan dipulangkan ke negara asalnya namun mereka melakukan penolakan. Berbagai upaya mereka lakukan agar tidak dipulangkan kembali ke Vietnam. Konon ada yang sengaja bunuh diri, menenggelamkan dan bahkan membakar kapal-kapal mereka agar mereka tidak bisa dipulangkan ke Vietnam. Hingga di tahun 1995 sampai 1996, upaya pengembalian seluruh warga Vietnam pun berhasil dilakukan oleh Pemerintah Indonesia.

DSC01646

Replika kapal warga Vietnam yang dibuat oleh Otorita Batam untuk dijadikan objek wisata

Saat ini, Camp Vietnam ini menjadi salah satu tempat wisata yang bisa dikunjungi jika sedang berada di Batam. Saya juga pernah menonton di salah satu stasiun televisi yang menayangkan acara uji nyali, dan tempat ini menjadi tempat uji nyali tersebut. Hmm, memang suasana di ex-perkampungan Vietnam ini mencekam sih. Apalagi di ex-rumah sakit dan ex-penjaranya. Suasananya lumayan bikin merinding. 😀

Januari lalu, saya bersama keluarga mengunjungi Camp Vietnam ini. Saat kami ke sana, hari memang udah sore, sekitar jam 5an. Keasikan main di Pantai Setokok jadinya sampai Camp Vietnam rada kesorean deh.

Sore-sore ke sana, masih ada pengunjung sih, tapi sudah tidak terlalu ramai. Kami gak sempat turun ke semua objek wisatanya, karena mengejar waktu sebelum maghrib harus keluar dari kawasan Camp Vietnam ini. Serem juga kali kalo maghrib-maghrib masih di dalam kawasan camp ini hehehe. Oh ya, Camp Vietnam ini buka dari jam 08.00-17.30 wib. 🙂

Kami hanya turun di 3 objek wisata yang masih ramai dengan pengunjung, yaitu replika kapal, gereja dan pagoda Chua Ky Vien, serta pagoda Quan Am Tu. Objek wisata lainnya hanya kami lewati saja, seperti penjara, barak pengungsian, pemakaman, dan rumah sakit. Gak berani masuk karena menurut om saya yang memang bisa merasakan keberadaan makhluk lain, tempat-tempat itu gak aman untuk kami datangi di jam-jam menjelang maghrib seperti itu. Jadi yaudah di skip ajah. 🙂

Di area replika kapal, kita bisa melihat replika kapal (seperti foto di atas) yang dibuat oleh Otorita Batam. Di sebelah replika kapal tersebut, juga terdapat bangkai badan kapal yang dulu sengaja diangkat dari laut dan ditaruh di areal ini untuk dijadikan objek wisata. Ada pula bangkai mesin kapal yang diletakkan tidak jauh dari bangkai badan kapal.

DSC01653

Bangkai badan kapal yang konon digunakan oleh warga Vietnam untuk melarikan diri dari negaranya hingga sampai di Pulau Galang.

DSC01654

Bangkai mesin kapal

Tidak jauh dari areal replika kapal ini, ada beberapa ekor rusa yang bisa kita lihat dan kita beri makan lho. 🙂

DSC01665

Objek wisata kedua yang kami kunjungi di kawasan Camp Vietnam ini adalah ex-gereja dan ex-pagoda yang dulu digunakan oleh warga Vietnam untuk beribadah. Ini juga menjadi salah satu objek wisata yang sering dikunjungi oleh wisatawan.

Bangunan gereja dan pagoda Chua Ky Vien ini bentuknya masih asli seperti dulu, tapi sudah dipugar beberapa kali. Di dekat gereja juga ada patung bunda maria dan patung-patung lainnya. Saat saya sampai di sana, saya melihat beberapa pengunjung sedang berdoa di salah satu patung yang ada di sana.

DSC01675 DSC01683 DSC01674 DSC01695

Kunjungan terakhir kami adalah pagoda Quan Am Tu. Di Pagoda ini konon katanya ada tempat penyimpanan abu warga Vietnam yang dulu meninggal selama masa pengungsian mereka di Pulau Galang.

Pagoda Quan Am Tu ini terletak di atas bukit, dari sana kita bisa melihat view ini. Cantik, ya. 🙂

DSC01715

DSC01711

DSC01720 DSC01734

Overall, Camp Vietnam ini bagus dikunjungi untuk mempelajari sejarah di masa lalu dan untuk membuka mata bahwa dulu negara kita turut berkontribusi dalam membantu menyelamatkan warga Vietnam ketika sedang terjadi perang saudara di Vietnam. Hanya saja sepertinya pemerintah kota Batam masih kurang memperhatikan kawasan ini sebagai salah satu tempat wisata yang sering dikunjungi wisatawan jika berlibur ke Batam.

Karena jarang diperhatikan itulah, kawasan ini jadi tidak rapi dan semakin spooky karena rumput liar dibiarkan tumbuh  begitu saja di beberapa tempat. Sayang sekali, ya. 😦

Advertisements

27 thoughts on “Menapaki Sejarah Vietnam di Camp Vietnam Pulau Galang

  1. alrisblog

    Jejak warga Vietnam ternyata masih ada ya di Pulau Galang. Saya kirain pulau itu dijadikan kawasan industri, sehingga jejak pengungsi itu tak ada lagi.
    Semasa saya sd dulu ada pertanyaan sebutkan nama pulau tempat pengungsian orang Vietnam.

    Like

    Reply
    1. liandamarta.com Post author

      Wah pernah ada pertanyaannya di SD ya? Jawabannya Pulau Galang dong kalo gitu 🙂

      Iya di sana jadi semacam “museum” tentang masa2 pengungsian dulu, tapi sayangnya kurang terawat euy 😦

      Like

      Reply
  2. Gara

    Pulau ini sendiri masih berpenghuni tidak, Mbak? Yang beribadah di gereja itu apa penduduk sana, ataukah pengunjung?
    Agaknya benar ya Mbak, rumah sakit dan penjara itu kalau sudah kosong dan sepi dalam waktu lama jadi tempat yang paling menyeramkan :hehe. Tapi di sana juga biasanya yang menyimpan cerita paling banyak.
    Doh, semoga semua negara damai jadi cerita pelarian seperti ini tidak terulang lagi.

    Like

    Reply
    1. liandamarta.com Post author

      Udah belasan tahun gak berpenghuni, Gara. Gak jauh dari gerbang camp ini ada beberapa rumah sih tapi aku gak tau itu rumah warga atau penjaga setempat.

      Gereja itu dulu digunakan oleh warga Vietnam di sana. Sekarang sih lebih sering dikunjungi sama wisatawan aja.

      Liked by 1 person

      Reply
    1. liandamarta.com Post author

      Iya mas, auranya makin spooky karena kayak ‘dibiarkan’ gitu aja sama pemerintah, trus jadi kayak kota mati gitu 😦 padahal dari sana kita bisa belajar banyak tentang sejarah Vietnam

      Like

      Reply
  3. handdriati

    aku pernah nonton di acara on the spot apa ya, ttg 7 tempat wisata menyeramkan gitu kalau gak salah…Dan yg dibahas waktu itu ttg RS dan penjaranya yg serem, dan mbak juga bilang kalau 2 tempat itu menyeramkan hahaha…
    gak kebayang keknya udah ga berpenghuni, horrrooor lg haha…

    Like

    Reply
  4. Pingback: Jalan-Jalan di Batam | liandamarta.com

  5. yayangneville

    Pernah waktu ke Tsjechie tapi lupa do kota apa, pokoknya perbatasan Tsjechie ama Duitsland ada kumpulan orang orang Vietnam yg konon dulunya tempat pengungsi dari Vietnam juga, kaget sampe jauhnya gini, yg dikenal manusia perahu

    Like

    Reply
    1. liandamarta.com Post author

      Iya mereka dikenal dengan istilah Manusia Perahu mbak. Karena sempat menghabiskan hidupnya selama berbulan-bulan di dalam perahu, terombang ambing di lautan lepas untuk mencari tempat perlindungan.

      Tapi sampai ke Tsjechie gitu jauh banget ya mbak.

      Like

      Reply
    1. liandamarta.com Post author

      Sama-sama mbak Yo. Iya mereka dulu sampai disebut dengan istilah “Manusia Kapal” saking berbulan-bulan berusaha survive di dalam kapal untuk mencari daratan sebagai tempat pengungsian mereka.

      Like

      Reply
  6. HM Zwan

    dulu waktu ngajar di batam sering diajak jalan2 sama teman2,cuma nggak sempat ikutan aja hehehe. Ceritanya udah sering denger tapi belum juga ngajak suami kesana 😦

    Like

    Reply

Share your thoughts!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s