Delay Berbuah Cerita

Apa rasanya harus menunggu tanpa kejelasan selama berjam-jam di bandara? Bosen? Ngantuk? Bingung mau ngapain?

Itulah yang saya dan teman-teman relawan Akber Pekanbaru rasakan ketika menunggu keberangkatan ke Jogja untuk menghadiri LLD 2014 di Salatiga tanggal 7 Maret lalu. Di jadwal yang tertera di tiket, jam keberangkatan kami adalah jam 07.55 wib. Dari jam 5 subuh udah pada heboh meluncur ke bandara. Eh sampai di bandara, dapat info kalo pesawatnya didelay aja. Dan yang bikin makin bete adalah karena si mbak yang jaga counter gak bisa jawab delaynya akan berapa lama. Dia bilang, pesawatnya masih di Soetta, belum bisa berangkat ke Pekanbaru karena jarak pandang yang tipis sekali akibat kabut asap.

Iya, hari itu, kabut asap di Pekanbaru lagi tebal-tebalnya. Pagi hari ketika kami check in, jarak pandang hanya 200 meter. Dengan kondisi seperti itu tidak memungkinkan satu pun pesawat mendarat di bandara SSK II Pekanbaru, dan so pasti tidak ada yang bisa terbang juga hari itu.

DSC04837Semua penerbangan ditunda dan bahkan ada yang dibatalkan 😦

DSC04844Semua menunggu kepastian berangkat

Setelah check in dan mendapatkan kepastian kalo pesawat kita yang ke Jogja masih ‘nyangkut’ di Soetta dan belum bisa terbang menuju Pekanbaru, saya dan teman-teman pun memutuskan keluar bandara dulu cari sarapan. Makan soto di dekat bandara. Abis makan sempat ke rumah salah satu teman dulu. Ya kalo diitung-itung total kita ngider ke tempat sarapan, ke rumah si teman itu sampai balik lagi ke bandara, ada kali 1 jam lebih. Tapi begitu balik ke bandara, eh ternyata belum bisa berangkat juga dong. πŸ˜₯

Saat itu kami udah pasrah aja ketinggalan rombongan. Karena beberapa kota yang menjadikan Jogja sebagai meeting point sudah berkumpul dari jam 10 pagi. Sementara kami di Pekanbaru masih nongkrong-nongkrong lucu sambil menunggu kepastian jadi berangkat atau tidak.

pageWajah-wajah bosan menunggu kepastian 😦

Singkat cerita, alhamdulillah kami akhirnya bisa berangkat juga sekitar jam setengah 2 siang. Berarti total kami telah menunggu selama kurang lebih 6 jam di bandara SSK II Pekanbaru.

Saat itu jarak pandang sudah lumayan jelas walaupun masih sangat pekat kabut asapnya. Lihat aja foto di bawah ini :

DSC04847 DSC04849Setelah terbang tinggi, akhirnya kami bisa melihat langit biru kembali. Seketika langsung norak semuanya! πŸ˜†DSC04850Happy ending dong?

Eh, belum. Belum selesai, perjalanan masiiiiih panjang. Mari kita lanjutkan! πŸ˜€

Kami sampai di bandara Adi Sucipto Jogjakarta sekitar jam 4 sore. Di sana kami sudah ditunggu oleh rombongan kloter kedua menuju Salatiga. Ada dari Jogja, Makassar, Labuhan Batu, dan Padang. Total ada 12 orang. Setelah makan dan ngobrol-ngobrol seru di pujasera Adisucipto, sekitar jam 6 sore kami pun meluncur ke terminal Giwangan Jogja untuk melanjutkan perjalanan ke Salatiga.

Di perjalanan ke terminal Giwangan, saya bahagia banget karena bisa melihat langit senja di Jogja setelah berminggu-minggu hanya melihat langit abu-abu butek akibat kabut asap di Pekanbaru.

DSC04854Senja di Jogja, 7 Maret 2014

Sampai di Terminal Giwangan, ternyata udah gak ada bus yang langsung ke Salatiga. Salah satu opsinya adalah kami harus ke Solo dulu. Nanti dari Solo baru nyambung bus yang ke Salatiga. Oke deh! Saya mah ngikut aja apa kata @raplee sebagai komandan kami waktu itu. πŸ˜€

Nunggu bus ke Solo ternyata lama bingit. Saya kurang tau waktu itu kenapa, tapi ada 2 bus yang lewat dan kami abaikan aja. Kalo kata pak komandan sih kami harus naik bus yang terakhir, karena bus itulah yang akan berhenti di terminal solo. Ada kali kurang lebih sejam nungguin busnya yang gak datang-datang. Sampai sempat beberapa kali photo session nih kita di terminal Giwangan. πŸ˜†

DSC04856Ada dari Makassar, Pekanbaru, Jogja, Labuhan Batu, dan Padang!

Sekitar jam 8 malam, bus yang ditunggu akhirnya datang juga. Kami pun segera berangkat menuju Solo. Perjalanan Jogja-Solo ditempuh selama kurang lebih 1,5 jam. Sepanjang perjalanan, kita semua gak berhenti ngobrol ngalor ngidul dan cekakak cekikik. Energi masih pada full aja padahal udah lebih 12 jam di perjalanan hihihi.

Oh ya, di rombongan kami yang ber-12 itu, ada 1 orang dari Labuhan Batu yang udah berangkat dari jam 11 malam. Namanya bang Tatang, beliau jam 11 malam naik kereta dari Labuhan Batu menuju bandara Kuala Namu Medan. Lalu di pagi harinya melanjutkan perjalanan udara, transit di Jakarta, dan kemudian lanjut ke Jogja sampai akhirnya bertemu dengan kami semua. Luar biasa! Makanya waktu kemarin ada yang ngeluh capek, langsung dibecandain karena harusnya malu sama bang Tatang yang menghabiskan waktu 26 jam di perjalanan untuk sampai ke Salatiga. πŸ˜‰

Anyway, kami sampai di Solo sekitar jam setengah 10 malam. Terminal Solo udah sepi. Hanya ada beberapa orang yang mulai terlelap di ruang tunggu keberangkatan. Lagi-lagi kami kelaparan, dan salah satu warung makan di terminal pun kami serbu. Makan soto ayam murah meriah yang semangkuknya aja cuma 5000 rupiah. Oh, sungguh nikmatnya hahahaha.

Bus menuju Salatiga berangkat sekitar jam setengah 11 malam. Di perjalanan dari Solo ke Salatiga, saya udah tepar. Ngantuk berat. Di bus pun makin malam makin rame aja ternyata. Banyak penumpang yang naik di tengah jalan dan bikin sesak. Mmm.. bus Solo-Salatiga ini memang gak begitu nyaman sih, beda sama bus Jogja-Solo yang sebelumnya kami naiki.

Sekitar jam 12 malam, kami sampai di Salatiga. Kami turun di Pasar Sapi, sebuah perempatan di mana dulunya di situ berkumpul para pedagang sapi yang sedang bertransaksi. Jalanan waktu itu udah sepi banget, ya wajar lah kan udah tengah malam begitu. Semua pun mulai kelelahan dan saya sendiri waktu itu kebayang ingin segera rebahan di kasur. Keinginan yang akhirnya tercapai di jam 1 dini hari setelah kami dijemput oleh panitia di Pasar Sapi menuju Agrowisata Pondok Remaja Salib Putih Salatiga. πŸ™‚

Well, perjalanan menuju lokasi Local Leaders Day 2014 ini memang amat sangat melelahkan. Semuanya di luar rencana saya dan teman-teman. Tapi ternyata di perjalanan kita tetap bisa happy kok. Masih bisa ketawa cekikikan, bisa ngobrol ngalor ngidul gak penting, bisa haha hihi sama teman-teman baru dari kota-kota lain. Pokoknya energinya masih ON banget walau udah belasan jam di jalan, hehehe.

Intinya sih kalo menurut saya, semuanya tergantung dari gimana persepsi kita sama keadaan yang gak mengenakkan itu aja. Waktu delay itu, gak ada satu pun dari kami yang mau delay. Tapi ya kondisinya memang udah begitu. Memang udah harus delay. Mau gimana lagi kan, ya tinggal dinikmati aja bareng-bareng. Toh pada akhirnya, kejadian itu bisa jadi bahan cerita yang seru dan bisa dikenang terus kan? πŸ˜‰

Oh ya, selama delay kemarin saya juga jadi keinget sama materi kelas ketiganya Akber Pekanbaru : Be A Smart Flyer. Secara gak langsung, karena udah ikutan kelas itu, saya dan teman-teman jadi tau dan memaklumi kondisi kenapa kami sampai didelay selama itu. Terbukti deh pokoknya, kalo kita paham situasinya, kita akan maklum dan gak bakal buang-buang energi untuk protes atau marah-marah sama petugas bandara. Pokoknya, enjoy aja dan nikmatin perjalanannya!

Setuju, ngga? πŸ˜‰

Advertisements

14 thoughts on “Delay Berbuah Cerita

  1. danirachmat

    Ya Allaaah Liii.. Tadi gw salah baca, Delay Berbuah CINTA coba gw baca judulnya. Gw cari-cariiii mana yang cinta-cintaan gak nemu-nemu. Huahahahaha. Muaap.
    Seru ih. Bener emang, kalo kita paham situasinya bikin mengurangi bete.
    Ngebayangin rame-rame bareng temen-temen yang asik-asik selama itu di perjalanan.

    Like

    Reply
    1. liamarta Post author

      Hahahaha mas Daniiii.. kenapa ingatnya cinta-cintaan? Sayangnya waktu itu ndak ada yang jatuh cinta karena jadi korban delay mas πŸ˜†

      Iya kalo rame2 sih seru yaa, kalo sendirian krik krik juga pasti hehehe..

      Like

      Reply
  2. RY

    Capek mah udah pasti ya tapi gak dirasa, karena kitanya juga happy kan. Suasananya juga nyaman bareng temen2 sehati sejiwa *halah*

    Like

    Reply
  3. Pingback: Local Leaders Day 2014 : Ajang Kumpul Relawan Akademi Berbagi Se-Indonesia | My Life, My Story

  4. Pingback: Best of 2014 | My Life, My Story

  5. Pingback: Tiga Hari Penuh Makna di #LLD3 Akademi Berbagi | liandamarta.com

Share your thoughts!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s