Tentang Hari Guru Tahun Ini

Hari guru tidak pernah terasa seistimewa ini. Wajar sih ya, saya sendiri baru benar-benar terjun ke dunia pendidikan kan beberapa bulan terakhir. Jadi, saat ini titel guru atau pendidik secara tidak langsung sudah melekat di diri saya.

Nah kemarin, saat banyak orang merayakan hari guru dengan caranya masing-masing, saya ternyata mendapat kejutan dari orang tua salah satu anak yang saya terapi. Sebelum saya membawa anaknya ke ruang terapi, si ibu memang minta izin mau keluar kantor sebentar karena ada urusan katanya.

Sejam kemudian, setelah terapi selesai, seperti biasa saya menyerahkan kembali si anak kepada orang tuanya sambil ngobrol sebentar. Cerita tentang aktivitas yang dilakukan di hari tersebut dan mengenai progress yang terlihat dari diri si anak.

Setelah 15 menit ngobrol, saya pun pamit untuk istirahat makan siang, karena saya masih ada sesi terapi di siang hari. Saat pamit itulah, ibu tersebut menahan saya lalu menyerahkan sebuah bingkisan sembari mengatakan “Selamat hari guru, bu Lia. Terima kasih banyak atas bantuannya selama ini.”

Mendengar itu, saya pun terharu biru. :’)

Gak pernah terpikir di benak saya menerima hadiah atau bingkisan ini itu dari orang tua anak. Terutama karena memang anak-anak yang terapi di tempat kerja saya ini mostly berasal dari kalangan menengah ke bawah. Jadi ya niat saya kerja benar-benar untuk membantu mereka, tidak berharap dapat apapun dari orang tua.

Makanya, ketika menerima bingkisan yang disertai dengan ucapan selamat hari guru tersebut, saya pun speechless. πŸ˜€

Rasa terharu dan senang bercampur jadi satu. Saya merasa mendapat perhatian dan apresiasi dari orang tua si anak. Well, setelah memutuskan beralih profesi sebagai terapisΒ beberapa bulan lalu, saya banyak menemukan hal baru di pekerjaan saya ini.

Tentang bagaimana belajar untuk bekerja dengan ikhlas dan bersyukur terhadap perubahan sekecil apapun yang diperlihatkan oleh anak-anak yang saya terapi. Dan juga tentang bagaimana hal-hal sederhana yang dilakukan dari hati juga akan terasa ke hati si penerimanya.Β Seperti contohnya pemberian bingkisan dalam rangka hari guru dari salah satu orang tua ini. Hal sederhana yang membuat saya bahagia. Alhamdulillah. πŸ™‚

Anyway, meskipun telat satu hari, tapi saya mau mengucapkan Selamat Hari Guru khususnya untuk semua bapak dan ibu yang sudah mengabdikan dirinya di dunia di pendidikan. Pengabdian bapak dan ibu tersebut insya Allah akan dibalas dengan kebahagiaan dunia akhirat oleh Allah SWT. Mengajarlah dari hati, karena guru terbaik itu adalah yang mengajar dari hati, bukan semata mengandalkan teori. πŸ™‚

red-love-heart-old copy

Advertisements

20 thoughts on “Tentang Hari Guru Tahun Ini

  1. joeyz14

    Bahagia menjadi guru adalah saat melihat anak didik kita mengalami banyak kemajuan ditambah apresiasi dari orangtua (elpn kita tdk berharap utk diapresiasi)..selamat hari guru ibu guru Lia

    Like

    Reply
    1. liandamarta.com Post author

      Betul banget mba. Ga pernah berharap apapun selain kemajuan dari anak didik. Makanya sekalinya dapat apresiasi langsung deh terharu biru :’) Selamat hari guru juga, ms. Joeyz! πŸ™‚

      Like

      Reply
  2. efi

    Aku suka sama kalimat tekahirnya. Mengajar dengan hati bukan cuma mengandalkan teori πŸ™‚ Selamat hari guru ya,Lia.Meskipun terlambat πŸ™‚

    Like

    Reply

Share your thoughts!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s