Ragam Menu Baru di Local Pantry Pekanbaru

Sejak kunjungan perdana ke Local Pantry setahun lalu yang berakhir dengan kekecewaan karena rasa makanan yang kurang memuaskan, saya dan Abang udah gak pernah mampir ke Local Pantry lagi. Tiap kali mau ngedate makan ke luar, kayaknya udah gak pernah kepikiran ke Local Pantry lagi deh. Tapi, beberapa waktu terakhir, saya diberi tahu oleh salah seorang teman bahwa saat ini di Local Pantry sudah banyak menu-menu baru dengan rasa yang enak. Penasaran dong pengen nyobain?

Kebetulan, beberapa hari lalu, saya dan Abang dapat undangan food testing di Local Pantry. Kami disambut oleh Mbak Angela, ownernya Local Pantry. Malam itu, saya dan Abang dipesankan beberapa macam menu baru yang ada di sana. Semuanya tampak menggiurkan, tapi bagaimana dengan rasanya?

SIRLOIN STEAK

DSC00501Menu pertama yang saya cobain adalah Sirloin Steak. Sirloin Steak ini disajikan dengan Mushroom Sauce, Potato Wedges, dan Salad. Saya request steak yang well done, tapi sayangnya dikasih yang medium rare (setengah masak). Jadi, dagingnya agak alot dan masih agak kemerahan. Saya pribadi sih kurang doyan ya makan steak yang medium rare begitu. Saya lebih prefer yang well done sih hehehe. Jadi agak kecewa saat tau dikasih steak yang gak mateng begitu. Untungnya, mushroom saucenya enak, trus potato wedgesnya juga enak. Jadi rasa daging sirloin yang alot agak terselamatkan deh hehehe. 😀

NASI GORENG SALMON

DSC00506

Menu baru lainnya di Local Pantry adalah Nasi Goreng Salmon ini. Secara tampilan mungkin gak ada yang spesial ya. Ya namanya juga nasi goreng, pan gitu-gitu ajah ehehehe. Daging salmon di nasi goreng ini dihancurkan dan diaduk merata dengan nasinya. Selain ada potongan daging salmon, juga ada potongan wortel dan kacang polong. Kerupuk, daun selada, serta irisan tomat dan timun menjadi pelengkap penyajian nasi goreng salmon ini. Well, secara rasa nothing special sih. Soalnya ada menu lain yang jauh lebih menggugah selera. 😉

PIZZA

DSC00503Nah, ini dia highlight dari semua menu yang saya dan Abang icip di Local Pantry. Pizza (saya lupa namanya pizza apa) ala Local Pantry. Yang paling saya suka dari pizza di Local Pantry ini adalah bentuknya yang thin crust dan pizza ini dibakar dengan menggunakan tungku. Saya pernah makan pizza berbentuk serupa di salah satu cafe di Bandung. Untuk Pekanbaru sendiri, pizza tungku ini kayaknya baru ada di Local Pantry aja. Rasa pizza yang dibakar di tungku lebih enak daripada pizza yang dibakar di oven biasa. Ada rasa dan bau asap tungkunya yang bikin pizza ini terasa lebih nikmat.

Bentuk pizza yang tipis juga menjadi nilai plus dari pizza di Local Pantry ini. Saya pribadi sih lebih suka pizza thin crust seperti ini ya daripada yang rotinya tebal. Pizza yang rotinya tebal itu kadang seperti makan rotinya aja, toppingnya gak berasa karena komposisinya ‘terkalahkan’ dengan ketebalan rotinya. Sedangkan pizza yang tipis seperti ini, komposisi antara roti dan topping lebih pas sehingga lebih terasa kenikmatannya. Apalagi topping pizza di Local Pantry ini potongannya gede-gede, jadi makin puas deh makannya. 😉

MUSHROOM CREAM SOUP

DSC00517Mushroom Cream Soup ala Local Pantry ini disajikan dengan puff pastry. Soup seperti ini juga dikenal banyak orang dengan istilah Zupa Soup. Selain pizza, ini salah satu menu favorite saya. Honestly, saya belum menemukan cream soup yang enak di Pekanbaru. Beberapa kali makan cream soup, terutama di gerai pizza ternama itu, tapi rasanya seringkali hambar. Karena soupnya udah mencair. Nah, di Local Pantry, Mushroom Cream Soup ini disajikan fresh from the oven, dan rasa cream soupnya gurih-gurih gitu. Sesuai namanya, isian cream soup ini ada potongan jamur yang besar-besar. Enak deh. Kalo nanti saya ke Local Pantry lagi, mau ah pesan cream soup ini lagi. 🙂

Udah kenyang makan seabreg-abreg menu barunya Local Pantry itu, tenggorokan jadi seret dong. Dan pastinya butuh minuman yang seger-seger. Di kunjungan terakhir saya ke Local Pantry, saya cukup puas dengan Strawberry Lemon Potion dan Sere Ice Tea-nya. Nah, kali ini saya mau cobain minuman yang lain dong. Minuman pertama yang saya coba adalah ini :

FROZEN LEMONADE

DSC00495

Dari tampilannya segar banget kan ya? Dan ternyata rasanya memang segar banget lho! Frozen Lemonade ini adalah jus jeruk yang disajikan bersama es yang dibuat dari jus jeruk itu sendiri. Rasa manis dan asamnya bercampur jadi satu dan terasa menyegarkan. Minuman ini cocok banget dipesan untuk menghilangkan rasa seret di tenggorokan. Karena kesegarannya itu, minuman ini jadi salah satu minuman favorite saya di Local Pantry. Enak banget sih! 🙂

POWER C

DSC00514

Selain Frozen Lemonade, Power C ini juga merupakan minuman yang saya sukai di Local Pantry. Power C ini terdiri dari anggur yang diblend dan dicampurkan dengan lime. Rasanya gak jauh beda dengan Frozen Lemonade, ada perpaduan manisnya anggur dan asam dari lime. Karena anggurnya diblend kasar, saat kita minum Power C ini, masih terasa juga cacahan buah anggur di dalamnya. Recommended deh ini. Wajib dicoba kalo mampir ke Local Pantry. 🙂

ICE LYCHEE TEA

DSC00497

Ice Lychee Tea ini minuman pesanan Abang. Kata Abang, manisnya pas dan rasanya juga segar. Tapi berhubung teh rasa leci ini sekarang lagi heits dan ada di berbagai cafe/restaurant, jadi menurut Abang sih yaaa nothing special aja hehehe. Oh ya, Ice Lychee Tea ini disajikan dengan 3 buah leci segar di dalamnya. Buat penikmat leci, pasti suka banget deh sama minuman ini. 😉

ICE THAI TEA

DSC00511

Minuman kedua yang Abang cobain adalah Ice Thai Tea ini. Dan, kalo kata Abang, dibandingkan Ice Lychee Tea, Abang lebih suka Ice Thai Tea ini. Bagi Abang, rasanya lebih unik dan menyegarkan. Minuman ini memang direkomendasikan mbak Angela sebagai salah satu minuman favorite pengunjung Local Pantry. 🙂

PANNA COTTA

DSC00509

Setelah kenyang makan ini itu dan minum beragam minuman baru di Local Pantry, mbak Angela memberikan saya seporsi Panna Cotta. Salah satu menu dessert favorite di Local Pantry ini disajikan bersama homemade strawberry sauceBiasanya saya sering melihat Panna Cotta disajikan dalam bentuk puding. Namun, di Local Pantry, Panna Cotta disajikan dalam bentuk yang berbeda, menyerupai es krim. Manisnya Panna Cotta bertemu dengan asamnya strawberry sauce bisa jadi pilihan dessert seusai menyantap hidangan di Local Pantry. 😉

***

Huh-hah! Perut saya sudah kenyang. Saatnya pulang! Hahaha, SMP (Siap Makan Pulang) banget ya. 😛 Sebelum pulang, saya sempat ngobrol sebentar sama mbak Angela. Ternyata, sejak awal tahun 2014, Local Pantry mengalami perubahan di master chefnya. Oleh karena itu, sekarang di sana sudah banyak pilihan menu baru dengan rasa yang enak.

Selain menu lunch dan dinner, Local Pantry juga menyediakan menu breakfast dengan cita rasa tradisional. Seperti bubur kampiun, lupis, dsb. Semua menu breakfast tersebut bisa disantap mulai pukul 7 pagi. Jadi, kalo mau cari tempat sarapan yang rada cozy, bisa lah ya melipir ke sana. 😉

Oh ya, di sana juga tersedia homemade bread dan selai srikaya lho. Saya beruntung sekali diberikan roti dan selainya sebagai oleh-oleh untuk dibawa pulang. 🙂

DSC00518

Karena roti ini dibuat tanpa bahan pengawet, jadi roti harus disimpan di dalam kulkas. Saat mau dimakan, baru deh dikeluarin trus dikukus dulu biar rotinya kembali lembut. Suprisingly, rasa roti homemade buatan Local Pantry ini enak banget lho. Roti tawarnya memang model yang tebal-tebal gitu. Tapi lembuuuuut banget. Trus selai srikayanya juga enak, manisnya pas. Kalo mampir Local Pantry, cobain deh beli roti tawar dan selainya ini. Recommended! 🙂

***

Overall, di antara semua menu baru yang ada di Local Pantry, yang jadi favorite saya adalah Pizza dan Mushroom cream soup. Trus kalo minuman favorite saya adalah si Power C. Sedangkan bagi Abang, setelah icip-icip semuanya, Abang lebih suka Pizza dan Ice Thai Tea-nya.

Kalo kamu, kira-kira bakalan suka yang mana nih? 😉

Advertisements

19 thoughts on “Ragam Menu Baru di Local Pantry Pekanbaru

    1. liamarta Post author

      Iya Eka, aku juga suka dengan mushroom cream soupnya. Karena disajikan panas2, jadi kekentalan cream soupnya tetap terjaga dan bumbunya terasa sekali di lidah. Enakk 🙂

      Like

      Reply
  1. dani

    Wah kalo gw mah malah sukanya medium rare Li pas makan steak. Juicy. Hihihi. Lumayan ada perbaikan lah ya Li. Gw ngebayangin ngabisin itu semua gimana caranya yaaa.

    Like

    Reply
    1. liamarta Post author

      Aku belum terbiasa kali ya mas makan steak yang medium rare, jadi ngerasa aneh gitu rasanya hehehe. Selalu terbiasa makan makanan yang bener2 mateng sih, jadinya gitu deh 😀

      Kalo soal ngabisin, makanya aku bawa suami, dia yang habisin semuanya. 😆

      Like

      Reply

Share your thoughts!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s