Tag Archives: Melaka

Makan Apa di Melaka?

Setelah puas jalan-jalan dan popotoan di kawasan Bangunan Merah Melaka, enaknya cari tempat ngadem sambil makan siang. Perut pasti udah demo banget minta makan. Apalagi kalo jalan-jalannya di jam-jam rawan lapar.

Seperti yang saya alami saat liburan kemarin.

Muterin kawasan Bangunan Merah cuma dengan bermodalkan perut yang diisi sama sarapan pagi di Insta Hotel dan roti yang dibeli di Terminal Larkin. Eh, itu mah banyak ya? Tapi tetep aja sih, pas jalan-jalannya perut keroncongan. Mana matahari lagi bersinar dengan teriknya. Jadi cacing di dalam perut makin heboh demo minta makan.

Awalnya sempat bingung mau makan di mana. Agak kurang survey emang saat memutuskan singgah ke Melaka ini. Jadi gak paham deh apa yang worth to try di Melaka. Saya cuma tau bahwa salah satu spot kuliner terkenal di Melaka adalah Jonker street. Tapi gak tau pasti, ada makanan apa aja di sana? Continue reading

Menyusuri Jejak Sejarah di Kawasan Bangunan Merah Melaka

Berubahnya itinerary kami saat berlibur ke Malaysia minggu lalu, membuat kami memutuskan untuk mengunjungi Melaka terlebih dahulu. Ini adalah kali ketiga saya berkunjung ke Melaka. Kunjungan pertama dan kedua terjadi di tahun 2003 silam, saat saya pergi berobat ke Malacca Medical Center, salah satu rumah sakit ternama di kota ini.

Kami hanya punya waktu kurang lebih 3 jam untuk mengeksplor kota ini. Tentu saja, waktu tersebut tidaklah cukup. Mengingat ada banyak tempat yang bisa dikunjungi di Melaka. Karena itu kami hanya memutuskan untuk berkeliling di sekitaran Bangunan Merah Melaka saja.

Sebelumnya saya mau share info dulu mengenai moda transportasi yang kami gunakan untuk sampai di Melaka. Kami berangkat dari Terminal Larkin Johor Bahru menuju Melaka Sentral pada pukul 09.30 waktu setempat. Bus yang kami pilih adalah Konsortium Bas Ekspres seharga 25 RM per orangnya. Yang tertera di tiket sih harganya 21 RM. Kayaknya di-mark up sama calonya, tapi ya sudahlah ya. Continue reading

Opsi Transportasi Dari dan Ke Kuala Lumpur

Menyambung cerita perjalanan ala ala backpacker saya dan suami di long weekend lalu, kali ini saya mau share informasi tentang moda transportasi yang kami gunakan saat pergi dan pulang dari Kuala Lumpur.

Seperti yang udah saya ceritakan di sini, mengapa kami memutuskan pergi ke Kuala Lumpur via Singapore adalah karena rasa penasaran ingin mencoba sleeper train. Tapi ternyata, karena libur panjang, kami pun kehabisan tiket kereta api tersebut. 😦

Kereta api memang bisa jadi salah satu opsi transportasi jika ingin menuju Kuala Lumpur baik dari Singapore ataupun Johor Bahru. Naik kereta api akan lebih nyaman, walaupun membutuhkan waktu yang lebih lama daripada naik bus. Namun, ketika tiket kereta api habis, tentu opsi transportasi umum lain yang bisa dipilih adalah bus.

Nah, kira-kira armada bus apa yang recommended untuk dipilih? Berikut saya share pengalaman saya dari liburan kemarin ya. 🙂 Continue reading

Backpacker Story: Dari Singapore ke Kuala Lumpur

Saya dan Abang memiliki niat ingin berlibur bersama setiap tahun. Destinasinya bisa ke luar kota atau ke luar negeri. Sejak kami menikah di bulan September 2014 lalu, alhamdulillah selalu ada rezeki untuk bisa traveling berdua.

Perjalanan pertama kami dimulai saat roadtrip ke Padang sebulan setelah menikah, dilanjutkan jalan-jalan dalam rangka honeymoon ke Bandung di akhir 2014, city tour di Singapore di awal 2015, pulang kampung ke Sipirok di pertengahan tahun dan family trip ke Sumatera Barat saat libur lebaran beberapa bulan lalu.

Cerita perjalanan kami berdua kembali dilanjutkan di penghujung tahun 2015 ini. Saya dan Abang memutuskan untuk berlibur bersama ke Malaysia. Yay! Ini bakalan jadi pengalaman pertama Abang ke Malaysia, makanya kita berdua benar-benar menyusun itinerary untuk perjalanan kami kali ini, agar waktu yang singkat bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Di trip kali ini, kami pergi bersama tante saya sekeluarga dan adik perempuan saya.

Continue reading