Piknik Hore di Sungai Hijau Kampar

Terkadang, ‘melarikan diri’ dari hiruk pikuk perkotaan dan menikmati me-time (or maybe, us time) di suatu tempat yang tenang, sepi dan dekat dengan alam, dapat membuat pikiran menjadi lebih fresh. A simple kind of weekend getaway gitu deh. Pergi pagi pulang sore tanpa harus menginap.

Permasalahannya adalah mau ‘melarikan diri’ kemana?

Saya menduga, Pekanbaru minim tempat wisata. Tapi ternyata dugaan saya tidak 100% benar. Setelah blogwalking ke postingan ombolot beberapa bulan lalu, saya baru tahu bahwa ternyata ada sebuah sungai yang banyak dikunjungi wisatawan di hari libur atau akhir pekan yang terletak tidak jauh dari pusat kota Pekanbaru.

Namanya, Sungai Hijau.

Kenapa dinamakan Sungai Hijau? Ya karena warna sungainya memang hijau. Warna yang muncul dari lumut dan ganggang yang ada di sekitaran sungai.

Kemarin sore, atas nama penasaran dan keinginan mencari keberadaan si sungai hijau ini, saya dan Abang meluncur ke lokasi sesuai petunjuk yang dituliskan ombolot di blognya tersebut. Sungai ini terletak di Bangkinang, Kab. Kampar. Kurang lebih 2 jam perjalanan dari Pekanbaru. Untuk menuju kesana lumayan sulit karena tidak ada papan petunjuk jalannya. Bahkan tidak ada tanda-tanda yang menunjukkan bahwa ada tempat wisata di sana.

Setelah saya perhatikan baik-baik, kalo jalan dari arah Pekanbaru, di jalan raya Pekanbaru-Bangkinang (sebelum masuk ke kota Bangkinangnya), cari tugu seperti ini di sebelah kiri jalan :

DSC05853Foto saya ambil saat jalan pulang, makanya posisi tugu beda dengan penjelasan di atas

Tepat setelah tugu tersebut, ada jalan masuk ke kiri. Nah belok situ. Trus luruuuuuuus aja. Sampai kelihatan view seperti ini :

DSC05759Foto ini diambil dari arah berlawanan

Nah, dari jalan masuk tugu warna biru-putih tadi (saya lupa nama tugunya apa), jalan aja terus lurus nanti akan melewati kompleks pemerintahan Kab. Kampar. Lurus lagiiii, terus nanti di sebelah KIRI akan kelihatan banyak mobil-mobil yang parkir dan sebuah area terbuka. Itulah si tempat wisata Sungai Hijau. 😉 Btw, jangan sampai terkecoh dengan 2 foto saya di atas itu ya, karena memang itu saya ambil dari arah yang berlawanan hehehe.

DSC05846Mobil bisa parkir di bawah, tapi lewat jembatan kayu itu. Kalo ragu mending parkir di atas. Ntar turun lewat tangga atau pendakian yang rada curam.

Untuk masuk ke Sungai Hijau ini, setiap orang dikenakan biaya retribusi sebesar Rp 5.000. Parkir mobil dan motor gratis. Aih, murah sekali yaaaaaa.. 😉

Ada apa aja di Sungai Hijau?

Ya ada sungai tentunya hahahaha. Selain itu, ada pohon karet juga. Sungai hijau ini memang terletak di kawasan perkebunan karet. Nah ini bisa jadi ajang belajar juga untuk anak-anak, tentang bagaimana karet itu diproses. Ajak anak-anak melihat langsung getah yang ditampung di setiap pohon karet seperti ini :

page1DSC05829Semakin ke dalam kebun karet, biasanya semakin sepi. Pengunjung lebih memilih memadati area luar kebun karet yang warna sungainya memang lebih hijau daripada di area dalam. Di area dalam kebun karet juga spot pikniknya agak kurang cihuy, karena jalan setapaknya cenderung lebih sempit. Jadi kurang nyaman untuk gelar tikar dan duduk-duduk di sana.

Sungai ini cukup dangkal dan relatif aman untuk anak-anak. Tapi orang tua tetap harus full attention ya ke anak-anaknya, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Nah, bagi orang dewasa palingan cuma bisa berendam-berendam lucu doang nih di sini. Tapi ya lumayan lah yaaaa.. Yang penting kan happy-happy! 😉

DSC05765 DSC05769 DSC05794 DSC05797 DSC05831DSC05818Kedalamannya sebetis orang dewasa, di beberapa spot ada juga yang selutut dan sepaha.

Well, sungainya bersih dan jernih banget! Batu kerikil di dasar sungai terlihat sangat jelas. Di pinggir sungai yang justru kotor dan banyak sampahnya. 😦 Kalo saya perhatikan pengunjung suka buang sampah sembarangan. Banyak juga yang ninggalin bekas makannya gitu aja di bawah pohon karet. Yang bandel makan sambil berendam juga ada. Kan justru itu yang akan bikin jadi kotor. Huh! Tapi memang gak ada guide atau petugas yang patroli sih, jadi ya gak ada yang negur kalo ada pengunjung-pengunjung bandel seperti itu.

Di Sungai Hijau ini juga ada penyewaan pelampung dan tikar. Jadi yang gak bawa pelampung dan tikar dari rumah, gak usah khawatir, karena bisa nyewa dengan harga murah meriah. Sewa tikar Rp 10.000 dan pelampung Rp 5.000. Asik banget deh duduk di pelampung sambil diseret arus sungai ini, kolam arus versi alami deh hehehe. Kalo gak bawa perbekalan, no worries guys karena di sana ada beberapa warung yang menjual pop mie, sabun, shampoo, dsb.

DSC05825Mengenai fasilitas umum, di tempat wisata Sungai Hijau ini ada musholla dan WC umum untuk bilas dan buang air. Sekali bilas dan buang air di WC umum tersebut dikenakan biaya Rp 2.000. Saya gak sempat ngintip WC umumnya, jadi gak bisa nilai bersih atau tidaknya. 😀

DSC05822 DSC05828Kunjungan saya dan Abang kemarin memang mendadak. Karena baru jalan sore hari setelah ashar. Sampai sana juga ternyata rame banget. Karena hari libur kali yaaa.. Agak kurang nyaman juga berlama-lama karena sampah udah bertebaran di mana-mana. Kayanya waktu ideal untuk datang ke sungai ini terutama ketika weekend atau hari libur lainnya adalah di pagi hari sebelum orang lain ramai berdatangan.

Oh ya, karena kurang persiapan, saya dan Abang kemarin cuma mampir beli lepat bugis di Bangkinang dan nyewa tikar trus duduk deh sambil makan lepat bugis di salah satu spot yang rada bersih. Weekday getaway yang super murah meriah. Total pengeluaran hari itu Rp 46.000 ajah (tiket masuk 2 x Rp 5.000, tikar Rp 5.000, Lepat Bugis Rp 10.000, Aqua Botol 2 x Rp 3.000; exclude bensin).

So, siapa bilang liburan harus selalu yang mahal-mahal? Ya ngga? 😉

page

Advertisements

32 thoughts on “Piknik Hore di Sungai Hijau Kampar

  1. uni isech

    udah lama pengen kesini, tapi masih lom jadi2..jadi klo dari Pekanbaru ketemu tugu itu belok kiri ya? bisa buat alternatif weekend nih, daripada ngajak anak ngemol terus..

    Like

    Reply
    1. liamarta Post author

      Iya kak sesri. Kemarin pas aku ke sana, sebenarnya aku gak ngelewatin si belokan tugu itu, tapi masih lurus terus sampai kota Bangkinang, trus baru belok kiri di dekat warung tenda sebelum jembatan (baca blognya ombolot), tapi ternyata itu jalannya lebih muter hehe. Kalo lewat si tugu itu, tinggal belok kiri dan luruuuus terus. Nanti posisi si sungai hijaunya di sebelah kiri jalan 😉

      Like

      Reply
    1. liamarta Post author

      Memungkinkan kok bu Dini. Jalanan bagus kok, beraspal. Yang agak ‘ngeri’ cuma yang parkiran di bawahnya itu aja, karena landasannya curam dan jembatannya itu loh, agak ringkih kalo menurutku..

      Like

      Reply
  2. nyapurnama

    whoaaaa airnya jernih banget ya Mbak. cakep deh..
    terus saya paling suka foto yang kedua yang jalan aspal itu, biasa sih ya view nya tapi enak aja gitu liatnya 😀 😀

    Like

    Reply
    1. liamarta Post author

      Iyaaa airnya jerniiiih banget deh mbaa.. Seneng liat bebatuan di dasar sungai yang keliatan jelas gitu 😀
      hihihi perpaduan warnanya bagus ya? ada warna tanah, pepohonan, aspal, dan langit biru 😉

      Like

      Reply
    1. liamarta Post author

      Iya mbak, dangkal dan kecil banget, makanya aman buat dimainin anak2 😀 Iya petugas di sana belum tegas sih buat ngelarang makan sambil berendam di sungai dan buang sampah sembarangan, jadinya pengunjung masih sesuka hatinya gitu deh 😦

      Like

      Reply
  3. Ira

    sungainya benning yaaa,,,,semoga beberapa tahun ke depan tetap bersih ya Martil
    sayang kalau pengunjungnya masih pada jorok T_T

    oia baru sadar sekarang domainnya udah dot com ya 😀

    Like

    Reply
    1. liamarta Post author

      Iyaa bening banget teteh. Amiiiin semoga tetap bersih. Semoga itu pengunjung pada sadar untuk jaga kebersihan. Sayang banget kan soalnyaaa huhuhu.

      Hahaha iya teh, udah sebulanan lebih pake dot com 😛

      Like

      Reply
    1. liamarta Post author

      Iya kemarin pas libur pileg, wuih rame dan emang udah kesorean nyampe di sana, jadi udah rada jorse 😀

      Next time ke sana lagi ah pas lagi sepi 😀

      Like

      Reply
  4. Donal

    Untuk sekedar tambahan informasi, sekarang sungai hijau ada 3 lokasi ditempat yg berdekatan… Sungai hijau satu paling bawah dan paling rame… Nah bagi yang suka suasana yg tdk begitu ramai ada pilihan sungai hijau 2 dan 3… Teliti saja sebelum masuk… Haha..

    Like

    Reply

Share your thoughts!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s