Makan Siang di Tepi Danau Batur

Sebelum saya cerita tentang tempat wisata lainnya yang dikunjungi oleh saya dan teman-teman dalam rangka weekend getaway kami ini, saya mau cerita sedikit yah mengenai salah satu rumah makan yang kami datangi untuk makan siang. Sebenarnya kami tidak terlalu ngoyo ingin icip makanan ini itu karena memang tujuannya ingin mengunjungi sebanyak mungkin tempat wisata di Pulau Dewata ini. Pengen sih kulineran, tapi ya sedapetnya aja, which means yang sejalan dengan tujuan-tujuan kami.

Nah di hari pertama, sebenarnya kami ingin ke Kintamani, tapi sayangnya cuaca tiba-tiba hujan deras, dan sepanjang jalan menuju Kintamani yang terlihat hanya kabut aja. Karena udah waktu makan siang, Pak Nano membawa kami ke sebuah rumah makan di tepi Danau Batur. Namanya Rumah Makan Sari Ulam Seked yang terletak di Desa Pakraman Batur.

DSC02029Sedari awal saya dan teman-teman sampai, kami sudah mewanti-wanti ke Pak Nano untuk mencarikan rumah makan muslim yang terjamin kehalalannya. Info dari Pak Nano, sebenarnya makanan di Bali ini susah dipastikan halal 100%. Misal kita makan ayam goreng di rumah makan muslim, tapi siapa yang tau kan apakah proses penyembelihan ayam tersebut sudah sesuai syariat Islam atau belum. Ya ini sih kekhawatiran kami saja ya. Tapi namanya pun lagi liburan, sebisa mungkin kami tetap bawa fun aja, gak mau terlalu mikir ini itu, nanti malah jadi gak nikmatin liburannya. Wallahu alam deh kalo soal makanan. Semoga Allah mengerti yah hehehe..

Lanjut cerita di atas, jadi karena gak bisa foto-fotoan melihat view Kintamani, kami pun memutuskan untuk makan siang dulu. Ah, rumah makan pilihan Pak Nano gak salah deh. Karena lokasinya persis di tepi Danau Batur, jadi hawanya super segar. Ini nih pemandangan yang menemani kami selama makan siang :

DSC02004Danau Batur tertutup kabut dan hujan super deras 😦

DSC02016Ketika hujan sudah reda dan kabut pun mulai menghilang πŸ™‚

DSC02021Ketika kami datang, rumah makan ini sepi sekali, pengunjungnya cuma kami doang. Mungkin karena jam makan siang yang udah sangat terlambat ya. Maklum aja, kami baru mulai makan siang jam 3 sore aja kakakkk hahaha. Ya panteslah sepi. πŸ˜† Overall, tempatnya sih asik ya, apalagi bisa merasakan segarnya udara pegunungan yah. Satu aja sih minusnya, banyak lalat yang seliweran. Hiks, ganggu banget sih lalat-lalat itu. Udah dikasih lilin tetep aja masih berani seliweran huhuhu.

DSC02002 DSC02003Menu makanan yang disajikan beraneka ragam sih. Ada nasi goreng, pasta-pastan, steak, sandwich, nasi bali dan ikan-ikanan. Pak Nano sih merekomendasikan ikan goreng dan sambal matahnya yang katanya endeus maksimal. Yowes, kita ikutin rekomendasinya Pak Nano. Kami pun memesan nasi + ikan goreng, nasi + ikan bakar, dan nasi campur Bali. Minumnya sih pesan yang anget-anget ajah, teh hangat dan kopi hangat. πŸ™‚

And yes, ikan goreng yang dicocol ke sambal matah wih rasanya enak sekali deh. Entah karena kita yang emang udah lapar berat atau memang karena makannya sambil kedinginan di tepi danau, tapi beneran deh rasanya juara hihihi. Kalo Nasi Bali saya gak tau ya enak apa ngga, soalnya teman saya yang makan dan saya gak sempat nyicipin hehehe. Dibandingkan ikan bakarnya, saya lebih suka ikan gorengnya sih. Lebih krauk-krauk aja pas makannya hehehe. Untuk harga juga masih sangat reasonable kok πŸ™‚

DSC02013Nasi + Ikan Goreng : Rp 35.000

DSC02014Nasi + Ikan Bakar : Rp 35.000

DSC02015Nasi Campur : Rp 30.000

DSC02011Teh Hangat : Rp 10.000

DSC02012Black Coffee : Rp 5.000

Satu lagi nilai plus di rumah makan ini adalah pelayannya baikkkk banget. Semua permintaan kita direspon, ya numpang ngecaslah, ya numpang sholat lah hihihi. Beneran deh, kita dibolehin sholat di ruang sekretariatnya mereka. Makasih loh bli.. πŸ™‚

So, buat teman-teman yang lagi liburan ke Bali khususnya di sekitaran Kintamani dan Danau Batur, boleh nih dicoba makan ke sini. Tempatnya asik cuma ya minusnya si lalat pengganggu itu ajah hehehe. Selebihnya, oke kok! πŸ˜‰

DSC02010RM Sari Ulam Seked

Desa Pakraman Batur, Bali – Indonesia

Advertisements

17 thoughts on “Makan Siang di Tepi Danau Batur

    1. liamarta Post author

      Oh ternyata di Kintamani emang banyak lalat ya mbak? Kirain cuma tempat kemarin aja, padahal mah aku lihat tempatnya bersih tapi lalatnya gak nyante 😦

      Like

      Reply
    1. liamarta Post author

      Nah gak tau juga mbak, gak amis sih perasaan, tempatnya juga bersih. Kalo baca komen Mbak Fe katanya daerah kintamani emang banyak lalat2 nakal, gatau juga kenapa πŸ˜€

      Like

      Reply
    2. eL's

      Soalnya disebrangnya kan ada suatu tempat khusua pemakaman mayat yg di letakan gitu aja. Tanpa dikubur ditanah. Dan di tempat itu gak ada lalat. Mungkin tuh lalat jd’y cuma main ditempat makan sekitar kintamani itu. Hahaha.. #Ngarangbebas

      Like

      Reply
    1. liamarta Post author

      Dari beberapa rumah makan yang aku datengin, range harganya memang sekitar segituan sih mba.. πŸ˜€ Ya mungkin kebanyakan jual pemandangan juga sih yaa πŸ˜€

      Like

      Reply

Share your thoughts!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s