Nostalgia dan Euforia Petualangan Sherina

Hai hai haiii, siapa di sini yang generasi film Petualangan Sherina seperti sayaaa? Udah pada tau dong kabar bahagia yang kemarin dirilis oleh Miles Films? Excited gak kalian? Saya sih excited banget gengs, saking excited-nya sampai semangat untuk nulis blog lagi setelah berbulan-bulan gak ada tulisan baru di blog ini. πŸ˜‚

Cerita dulu ya, jadi sekitar dua minggu lalu, saya menonton ulang Petualangan Sherina di Netflix. Entah ini nonton untuk yang ke berapa juta kali saking seringnya. Dan setiap kali nonton film ini, saya gak bisa menahan diri untuk gak ngikutin semua dialog, lagu, dan koreografinya. Beneran hafal dialog dan lirik lagunya kata per kata saking nonton berulang-lang dari dulu masih usia 11 tahun sampai sekarang udah kepala 3 gini. πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

Saat nonton, saya iseng menirukan dialog film Petualangan Sherina dan posting ke Instagram Story. Dan ternyata responsnya rame banget! Saya jadi nostalgia bareng dengan teman-teman di Instagram. Asli, seru sekali deh. Bagi yang ketinggalan storynya, bisa lihat di highlight Instagram @liamarta ya. πŸ€—

Kalo bicara tentang film Petualangan Sherina, memori masa kecil saya tuh langsung otomatis berputar gitu. Dari pertama kali Sherina keluar, saya udah ngefans sama dia. Saya ngikutin Sherina dari album pertamanya, Andai Aku Besar Nanti. Sampai dulu waktu SD, pernah nonton konser Sherina di Gedung Beringin Sekupang Batam. Saya masih ingat banget detail momen itu, Sherina membawakan lagu-lagu dari album Andai Aku Besar Nanti sambil main piano.

Gak lama setelah konser itu, film Petualangan Sherina pun rilis. Saya tentu saja ikutan ngantri nonton di bioskop bersama kedua orang tua dan adik-adik. Kami menonton film ini di bioskop 21 yang legend di Batam, berada persis di samping Gelael. Dulu, ini adalah satu-satunya bioskop yang ada di kota Batam. Tapi sekarang bioskop itu udah tutup karena banyak bermunculan bioskop baru di mall-mall.

Selain menonton filmnya di bioskop, saya juga beli VCD-nya dan nonton ulang berkali-kali di rumah. Karena itu saya jadi suka reka ulang adegan filmnya, nyanyiin lagu-lagunya, punya cita-cita mau ke Bosscha, makan permen cokelat pake kotak bekal, pake hansaplast di mana-mana, dan semua yang dilakukan Sherina di film itu saya lakukan juga selama masa kecil saya. Yang ternyata hal-hal itu juga dilakukan oleh teman-teman lain yang seangkatan sama saya. Saat nostalgia di Instagram Story itu, banyak banget deh respons serupa. πŸ˜†

Gak bisa dipungkiri sih, film ini tuh memang legend banget. Menjadi film Indonesia yang menggebrak perfilman tanah air di tahun 2000 saat bioskop Indonesia dipenuhi dengan film-film luar. Cerita dan dialognya yang sederhana, diperkuat dengan Sherina yang sedang hits di masa itu, membawa film ini benar-benar melekat erat di memori setiap anak yang menontonnya.

Siapa coba yang gak ingat dengan dialog ini: “Sherinaaaa M. Darmawan.. M-nya apa, Sher?” Lalu Sadam, Dudung, dan Icang pun menjawab: “Monyeeeeet..” πŸ˜‚

Atau ini: “Hah? Yayaaang?” *sambil belepotan makan donat* πŸ˜‚

Dan juga ini: “Dari tadi kok cemberut sih? Yayang capek ya? Yayang haus atau laper?” *Sadam bete lalu lempar botol minumnya* πŸ˜‚

Pasti pada ingat dong? Dan bagi para penggemar film Petualangan Sherina, tiap baca dialog di atas tuh refleks ikuti nada suaranya juga gak sih? Soalnya saya gitu gengs, hafal banget nada suara dan ekspresi wajahnya Sherina di film saat dia mengucapkan dialog-dialog itu.

Selain dialog, tentu saja saya juga hafal lirik lagu beserta koreografinya. Mulai dari yang paling hits di masa itu, yaitu lagu Jagoan. Juga lagu-lagu lainnya, seperti Kertarajasa, Persahabatan, Anak Mami, Bintang-Bintang, Lihatlah Lebih Dekat, Menikmati Hari, dan Theme Song Petualangan Sherina.

Karena film ini juga, dulu saya ingiiiiiin sekali ke Observatorium Bosscha. Keinginan itu akhirnya terwujud di September 2007, saat saya dan Abang melakukan birthday trip saya ke Tangkuban Perahu. Pulangnya kami mampir ke Bosscha. Tapi sayangnya ketika itu Bosscha sudah tutup karena memang kami sampai di sana sudah kesorean.

November 2014, saat honeymoon bersama Abang ke Bandung, kami mampir lagi ke Bosscha. Saya bahagia sekali karena ketika itu kami masih berkesempatan ikut tournya. Akhirnya saya bisa melihat dari dekat teropong zeiss besar seperti yang ada di film Petualangan Sherina.

Saking bahagianya, selama di Bosscha itu, saya gak bisa berhenti nyerocos dialog Petualangan Sherina dan nyanyi lagu Bintang-Bintang. Tau dong salah satu bagian lagunya yang “Canopus.. Capella.. Vega..“, itu beneran saya ulang-ulang, sampai Abang hanya bisa tertawa dan geleng-geleng kepala melihat kelakuan saya. πŸ˜‚

Saya pikir saya ini aneh karena kok seheboh itu waktu sampai di Bosscha. Tapi ternyata saya gak sendiri gengs. Ada salah satu teman kuliah yang juga bilang hal serupa.

Bagi para penggemar yang tumbuh besar dengan film ini, sepertinya nyerocos dialog Petualangan Sherina dan nyanyi Bintang-Bintang tuh jadi hal yang refleks dilakukan saat berada di Bosscha ya? πŸ˜‚ Dan bener lho, saya juga cari jendela yang digunakan Sherina untuk turun melarikan diri. Tadinya bahkan mau foto juga di tangga dan jendela itu, tapi ternyata akses ke sana terbatas. Jadi ya sudah saya dan Abang foto di depan Bosscha saja, bergaya seperti Sherina dan Sadam sang jagoan. πŸ˜†

Cerita tentang kunjungan ke Observatorium Bosscha ini sudah pernah saya tulis beberapa tahun lalu. Yang mau baca, silakan mampir ke tulisan ini ya: Nostalgia Petualangan Sherina di Observatorium Bosscha.

***

Saya masih ngefans dengan Sherina sampai sekarang. Tahun 2019 lalu, saya seniat itu ikutan nonton bareng film Bebas di Senayan City hanya karena ada Sherina. Di momen nonton bareng itu juga, Mira Lesmana melemparkan pertanyaan: siapa di sini penggemar film Petualangan Sherina? Oh tentu saja saya bersama seluruh orang di studio itu, mengangkat tangan dan heboh teriak minta dibuat film Petualangan Sherina 2.

Lalu akhirnya hari Jum’at, 30 Oktober 2020 kemarin, Miles Films mengeluarkan pernyataan resmi tentang produksi film Petualangan Sherina 2. Wow tentu saja saya bahagia sekali mendengarnya. πŸ₯°πŸ₯°πŸ₯°

Sejak seminggu lalu saat Miles Films posting tentang perjalanan Miles dari awal berdiri disertai dengan informasi bahwa akan ada pengumuman spesial, saya udah mikir tentang kemungkinan akan adanya Petualangan Sherina 2. Karena beberapa kali, saya sempat lihat Sherina update Instagram sedang bersama Mira Lesmana dan Riri Riza.

Saya juga follow akun fanbase film Petualangan Sherina yang semakin membuat keyakinan saya bertambah kalo fix ini mah akan ada Petualangan Sherina 2. Dan ternyata benar huhuhu terharuuuu. Saat informasi ini resmi diluncurkan oleh Miles Films kemarin, ada teasernya juga dan ya ampuuun senangnyaa the dynamic duo, jagoan masa kecil saya, Sherina dan Sadam, akhirnya akan kembali bertualang! ❀️❀️❀️

Gak cukup dengan satu kejutan itu saja, Petualangan Sherina juga akan dirilis versi animasinya. Jadi tahun depan selain ada Petualangan Sherina 2, juga akan ada Petualangan Sherina versi animasi. Huhu terharu banget gak sih? Di tahun 2021 kita akan disuguhkan dengan petualangan Sherina dan Sadam yang super seru dan penuh kenangan.

Sungguh saya tidak sabar! ❀️❀️❀️

Saya tidak punya gambaran jalan ceritanya akan seperti apa. Semoga sih tetap seru ya. Karena sama seperti cinta pertama yang tidak akan pernah terganti dan akan selalu meninggalkan kesan terdalam, menurut saya film tuh juga gitu. Beberapa sekuel film kedua meskipun cukup berhasil di pasaran, tapi tetap tidak bisa menandingi kesan penonton terhadap film pertamanya. Sebut saja misalkan seperti Ada Apa Dengan Cinta? 2 dan Eiffel I’m In Love 2.

Kalo saya sih akan sebisa mungkin berusaha untuk mengelola ekspektasi diri sendiri. Tidak mau berharap banyak karena takut kecewa. Tapi saya yakin, Mira Lesmana, Riri Riza, Sherina, Derby, dan semua tim Petualangan Sherina 2, akan put all of their efforts untuk membuat film ini dengan sebaik-baiknya. Apalagi di film ini, Sherina juga akan ikut dalam proses pengembangan cerita dan menjadi komposer serta penata musik, menggantikan peran almarhum gurunya, Elfa Secioria.

Jadi saya yakin sekali film ini layak untuk kita tunggu bersama di tahun 2021. Semoga saat filmnya rilis, kondisi sudah lebih baik dan corona sudah hilang, jadi kita bisa nonton beramai-ramai ke bioskop. ❀️

Sembari menunggu dan untuk mengobati rindu, yuklah kita nonton ulang film Petualangan Sherina di Netflix sambil bernostalgia mengikuti dialog, lagu, dan koreografinya. πŸ˜†

Anyway, coba tulis dong di comment, kalian paling suka scene film Petualangan Sherina yang mana? Kalo saya kayanya hampir semuanya deh, terutama scene yang dialognya saya tulis di atas dan yang ada di highlight Instagram Story saya. πŸ˜†

3 thoughts on “Nostalgia dan Euforia Petualangan Sherina

  1. arip

    Nyari2 jendela di Observatorium Boscha kayak di adegan filmnya ini sering kejadian ya, sama kalau mau foto di sini suka ngikutin pose Sherina-Sadam haha.

    Karena segenerasi juga tentunya film sekuel ini jadi obat nostalgia, meski tetap kudu ngejaga ekspektasi yg ga muluk2. Filmnya bakalan di Lembang lagi ga ya?

    Like

    Reply
  2. Messa

    Jujur, aku belum pernah nonton Petualangan Sherina 1 lho 😁 kayaknya seru banget ya Lia πŸ™‚ ikut senang Lia kembali semangat ngeblog πŸ™‚

    Like

    Reply

Share your thoughts!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s