Tentang Launching Aroma Karsa dan Gramedia Writers & Readers Forum 2018

Salah satu yang membuat tinggal di Jakarta menjadi sangat menyenangkan adalah karena di kota ini, ada banyak kesempatan dan kegiatan seru yang bisa diikuti. Seperti misalnya kegiatan yang saya pilih untuk mengisi akhir pekan saya di hari Sabtu dan Minggu lalu ini.

Berawal dari beberapa hari sebelumnya, ketika sedang scroll linimasa twitter dan Instagram. Saya melihat ada dua acara yang menarik perhatian saya.

Yang pertama adalah launching Aroma Karsa, novel terbaru milik Dee Lestari, dan Gramedia Writers and Readers Forum yang diadakan di hari berikutnya. Dua acara ini berbeda tapi sangat menggiurkan untuk didatangi karena menghadirkan orang-orang yang saya kagumi terutama di dunia literasi.

Hingga akhirnya saya mencoba mendaftar di kedua acara tersebut. Lalu seperti yang bisa dilihat di IG story saya, akhirnya di hari Sabtu dan Minggu kemarin, saya habiskan untuk mengikuti acara demi acara yang super kece ini. Akan saya ceritakan highlightnya di #CeritaAkhirPekan hari ini ya. Btw yes, #CeritaAkhirPekan is back! ❤

Sabtu pagi, dengan diantar oleh bapak Gojek, saya meluncur ke kawasan Cikini. Shoemaker Studios yang berada di lantai 9 Gedung CCM Cikini Raya yang menjadi lokasi launching Aroma Karsa adalah tujuan saya.

Saya sampai tepat beberapa menit sebelum acara dimulai. Dibuka oleh Uli Herdiansyah sebagai MC, dan dilanjutkan dengan pemutaran video Behind The Scene proses produksi Aroma Karsa. Di video tersebut dijelaskan tentang awal mula ide buku ini muncul, yaitu ketika Dee mengikuti workshop meracik parfum di Singapore.

Setelahnya dilanjutkan oleh Dee yang seperti biasa selalu melakukan riset luar biasa untuk semua karya-karyanya. Di Aroma Karsa, Dee bahkan sampai mengunjungi Bantar Gebang, berdiskusi dengan arkeolog, hingg melakukan tracking ke Gunung Lawu. Seniat itu dan hasilnya (dari review yang saya baca) buku Aroma Karsa adalah salah satu karya terbaik Dee Lestari. Btw saya baru mau mulai baca bukunya nih.image2

Momen launching Aroma Karsa ini juga ditandai dengan Dee yang membacakan kutipan yang ada di buku Aroma Karsa, diselingi dengan ia menyanyikan lirik yang digubah dari kutipan tersebut. Lalu kemudian ada sesi talkshow dan tanya jawab dengan pembaca yang hadir.

Yang paling ditunggu-tunggu oleh pembaca tentu saja adalah sesi booksigning dan foto bersama Dee. Satu per satu mengantri dengan membawa maksimal 2 buah buku untuk ditandatangani Dee. Sayangnya semua buku Dee saya masih tinggal di Batam. Jadilah saya hanya membawa buku Aroma Karsa yang baru saya beli sehari sebelumnya. 😀image3Oh ya, di event launching Aroma Karsa ini juga akhirnya saya mendapat kesempatan bertemu dengan Windy Ariestanty! Beliau yang akrab dipanggil dengan Mbak W ini awalnya saya ketahui sebagai editor di Gagas Media. Lalu kemudian saya mengikutinya di Twitter dan juga menjadi salah satu pembaca dari buku Life Traveler yang ia tulis. Ah senangnya bisa bertemu dengan salah satu idola di dunia kepenulisan! ❤

Hari Sabtu saya belum berakhir. Usai mengikuti rangkaian acara launching Aroma Karsa, saya mendapat berita duka dari keluarga Abang Ipar saya. Berita tersebut membuat saya harus meluncur dari Cikini menuju Bekasi untuk melayat sebelum jenazah dibawa pulang ke Pekanbaru.

Dari Bekasi saya pun melanjutkan perjalanan dengan Commuter Line menuju Depok. Karena ada kegiatan lainnya yang menunggu saya di sana, yaitu nonton bareng special screening film Terbang bersama teman-teman Akber. Ada castnya juga sih, tapi yang paling ingin saya temui justru bukan castnya, melainkan Ivan Lanin yang ikut nonton bersama kami.

Anak Twitter yang pasti tau dong siapa Ivan Lanin? Hayo ngaku yang suka ngecek EYD di akunnya Uda Ivan siapa hayo? Hahahaha. Yes, akun @ivanlanin adalah salah satu akun yang rutin berbagi tentang kaidah berbahasa Indonesia yang baik dan benar sesuai dengan KBBI.

***

Di hari Minggu, acara lain yang gak kalah seru sudah menunggu saya. Gramedia Writers and Readers Forum (GWRF) yang diadakan di Perpustakaan Nasional. Btw, ini kali pertama saya berkunjung ke Perpustakaan Nasional dan asli ya keren banget! Nanti deh saya bikin tulisan khusus tentang Perpustakaan ini ya.

GWRF diadakan dua hari, di hari Sabtu dan Minggu. Saya hanya datang di hari Minggunya saja, karena mengincar sesi Lit Movie: Laut Bercerita yang menghadirkan Leila S. Chudori. Di sesi ini juga ada pemutaran film pendek Laut Bercerita.image4

FYI, film Laut Bercerita ini diproduksi tahun 2017 lalu. Bekerja sama dengan Yayasan Dian Sastrowardoyo. Saya juga pertama kali tau tentang film ini ketika melihat Dian Sastro update di akun Instagramnya. Awalnya sempat bertanya-tanya, Mbak Dian lagi shooting film apa sih. Karena ada pemain favorite saya, Reza Rahadian.

Di awal Februari, saya mendapat kabar bahwa ada special screening film Laut Bercerita yang terbuka untuk umum. Tapi sayang saya gak bisa datang. Dan sejak itu penasaran banget ingin menonton film ini. Baru kesampaian di sesi GWRF hari Minggu kemarin.

Film yang berdurasi 30 menit ini diangkat dari novel berjudul sama karya Leila S. Chudori. Saya gak bisa nahan air mata ketika menonton film ini. Kalian pasti tau kan cerita tentang beberapa orang mahasiswa yang hilang di tahun 1998 dulu? Film dan novel Laut Bercerita mengangkat tentang situasi itu.

Saya patah hati membayangkan situasi di Indonesia ketika itu. Membayangkan hati orang tua dan keluarga dari korban penculikan paksa yang sampai saat ini tidak tau bagaimana nasibnya.

Salah satu Ayah korban yang hadir di sesi GWRF pagi itu mengatakan bahwa beliau hanya butuh kepastian. Karena sampai saat ini, setelah 20 tahun berlalu, nama sang Anak masih ada di dalam Kartu Keluarga. Mau dihilangkan dengan alasan kematian, tidak ada surat keterangan resminya. Jika dikatakan masih hidup pun, tidak tau di mana keberadaannya. Semoga kasus ini dapat segera diselesaikan dengan tuntas.

Oh ya bagi yang mau tau tentang ceritanya bisa baca aja buku Laut Bercerita. Saya pun belum baca dan baru akan cari bukunya setelah selesai membaca Aroma Karsa.image5

Sesi berikutnya di GWRF yang saya tunggu-tunggu adalah sesi Menyayangi Puisi yang menghadirkan Sapardi Djoko Damono dan Joko Pinurbo. Saya sebenarnya bukan penggemar berat karya sastra, tapi saya selalu suka dengan rangkaian sajak-sajak yang indah dibaca. ❤

Di sesi terakhir ini juga ada Musikalisasi Puisi oleh Oppie Andaresta dan Tatyana Soebianto. Oppie dengan puisi-puisinya Joko Pinurbo dan Tatyana dengan puisi-puisinya Sapardi Djoko Damono.

Musikalisasi Puisi ini ditutup dengan Tatyana bersama Umar Ismail memawakan gubahan lagu dari karya Sapardi Djoko Damono yang paling fenomenal: Aku Ingin. ❤

 

 

 

 

 

 

Advertisements

5 thoughts on “Tentang Launching Aroma Karsa dan Gramedia Writers & Readers Forum 2018

  1. Novriana

    Waaa ada foto bareng Ibu Suri! 😍
    Penasaran banget sama Aroma Karsa ini gara2 sering bermunculan di timeline instagram 😂

    Like

    Reply
      1. Novriana

        Hiyaa udah dua kali 😍😍😍
        Akhirnya dua hari lalu dapet nih Aroma Karsa nya, paas banget ada yg bisa dimintain tolong titip bawain ke Tokyo 😁
        Tapi kayaknya belum berani mulai dulu, takut gak bisa berenti *maunya apa coba ya 😅

        Like

        Reply

Share your thoughts!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s