Transportasi di Bangkok

Masih bercerita tentang liburan singkat saya ke Bangkok beberapa waktu lalu, kali ini saya mau berbagi informasi mengenai transportasi yang ada di Bangkok. Semoga bermanfaat ya bagi yang sedang merencanakan liburan ke sini. πŸ™‚

Pilihan transportasi di Bangkok ada banyak macamnya sih. Mulai dari bus, monorail taksi, sampai transportasi khas Bangkok atau yang dikenal dengan istilah tuk-tuk juga ada. Sayangnya saya gak sempat nyobain semua moda transportasinya. Jadi di blogpost kali ini saya akan share yang sesuai dengan pengalaman saya saat liburan ke Bangkok awal April lalu ya.

1. Airport Rail Link

Karena saya mendarat di Suvarnabhumi, dari hasil Google saya mendapatkan informasi bahwa Airport Rail Link ini adalah salah satu opsi yang bisa dipilih menuju pusat kota Bangkok. Opsi lainnya ada taksi atau Uber, tapi harganya lumayan mahal sih. Ya kalo dikonversikan ke rupiah bisa sekitar 200ribuan sekali jalan.

Sedangkan jika naik Airport Rail Link ini, tarifnya sangat terjangkau. Misalnya saat saya mau menuju hostel tempat kami menginap, kami naik rail link dari Suvarnabhumi menuju Phayathai Station (which is adalah station rail link terakhir yang berada di downtown Bangkok), tarifnya hanya THB 45 atau sekitar Rp18.000.

Lokasi airport link ini ada di lantai dasar Suvarnabhumi International Airport. Dari terminal kedatangan, kami harus turun 2 lantai. Dari sana cukup jelas kok petunjuknya. Ikuti saja petunjuk yang mengarah ke Airport Rail Link City Line. Dan nanti akan ketemu ticket machine ini.

Airport Rail Link

Di ticket machine ini siapkan uang receh. Kalo gak salah maksimal yang diterima adalah THB 100. Tiketnya sendiri berupa koin plastik kecil. Mirip seperti komuter di Malaysia.

Kami melewati sekitar 6 station sebelum sampai di Phayathai Station. Kurang lebih 30 menitan di perjalanan. Keretanya sendiri cukup nyaman, meski ya saat itu lumayan penuh.

2. BTS Skyline

Setelah sampai di Phayathai Station, kami masih harus melanjutkan perjalanan menuju station terdekat dari hostel kami, yaitu Ratchathewi Station. Karena cuma berjarak satu station dari Phayathai, jadi tarifnya juga tidak terlalu mahal, yaitu sebesar THB 15 atau sekitar Rp6.000

BTS

Phayathai Station karena juga merupakan station Airport Rail Link jadi lebih besar dan modern dibanding dengan Ratchathewi Station. Karena itu ticket machine di Phayathai pun jauh lebih modern dan bisa menerima baik uang kertas maupun uang koin.

Kebalikannya di Ratchathewi Station, ticket machinenya versi yang lebih jadul. Dan hanya bisa menerima uang koin aja. Kalo gak punya stok uang koin yang banyak, gak usah pusing. Karena kita bisa menukar uang koin di pusat informasi yang ada di dekat ticket machine tersebut.

BTS Tickets

Ticket Machine BTS Skyline Ratchathewi Station

Tiket BTS Skyline ini bentuknya berupa kartu. Sama seperti tiket MRT di Singapore. Tinggal tap aja di gate masuk dan gate keluar station.

Selama 4 hari 3 malam di Bangkok, saya dan teman-teman hanya 2x menggunakan BTS Skyline ini. Karena ternyata opsi rutenya gak banyak. Jadi harus gonta ganti moda transportasi dan itu cukup takes time. Ditambah lagi karena kami pergi berempat, jadi lebih worth it kalo memilih moda transportasi berikutnya, yaitu…

3. Taksi / Uber

Berdasarkan pengalaman teman saya yang sering bolak-balik ke Bangkok, tarif taksi argo dan Uber sih sama aja. Tapi saya belum cobain jadi gak bisa membuktikan langsung.

Well, kalo pergi berempat sih opsi naik taksi/uber udah yang paling bener deh. Karena jatuhnya bisa jadi lebih murah daripada naik angkutan umum seperti BTS Skyline dan bus. Pastinya lebih nyaman tinggal duduk manis di dalam mobil.

Ada beberapa hal yang jadi catatan saya kalo mau berpergian dengan (khususnya) Uber di Bangkok:

  1. Traffic Bangkok rada mirip Jakarta (meski gak separah Jakarta sih ya), jadi kalo berpergiannya naik taksi/Uber ya harus siap-siap stuck kena macet. Karena itu, itinerary harus dibikin selonggar mungkin. Saya kemarin skip beberapa itinerary karena gak terkejar, waktunya habis di jalan hehehe.
  2. Tidak semua driver Uber di Bangkok bisa lancar berbahasa Inggris. Agak PR sih kalo dapat driver yang gak bisa bahasa Inggris. Tips dari saya, kalo drivernya kebingungan cari lokasi pick up dan dia gak bisa bahasa Inggris, better minta tolong orang lokal yang ada di lokasi untuk ngasih tau ancer-ancernya. Ini kejadian waktu di Chatuchak, akhirnya telfon saya serahkan ke security Chatuchak biar dia bisa menjelaskan dalam bahasa Thailand. Pernah juga kejadian lagi di jalan mau menuju penginapan trus drivernya nyasar dan dia gak bisa bahasa Inggris. Akhirnya kita telfon pihak penginapan dan minta tolong mereka yang ngomong langsung ke driver ngasih ancer-ancer lokasi penginapannya.
  3. Manfaatkan promo! Yeay ini mayan banget nih hahaha. Cari promo Uber/Grab di negara yang kita kunjungi. Kemarin saya waktu di perjalanan dari penginapan menuju Don Mueang, pake promo Grab Thailand dengan potongan THB 70. Lumayan banget kaaaaan. πŸ˜€
  4. Gunakan fitur split bill Uber. Kalo naik Uber ramean sama teman-teman, fitur split bill bisa banget dimanfaatkan. Saya kemarin baru pertama kali cobain fitur ini, dan lumayan praktis ternyata ya. Tagihan secara otomatis langsung masuk ke credit card, jadi gak usah ribet-ribet ngitungin pembagian tarifnya ke rombongan. πŸ˜€

4. Cruise / Boat

Saya nyobain naik kapal saat mau menuju Asiatique. Agak ngebingungin sih awalnya, gak tau apakah benar atau ngga rute yang kita pilih karena sempat beberapa kali ganti kapal. Jadi kami naik dari Wat Pho bayar THB 4 (atau sekitar Rp1.600) trus turun di Wat Arun dan dari sana lanjut lagi naik cruise sampai di suatu tempat saya lupa. Pokoknya setelah itu nyambung lagi naik cruise khusus ke Asiatique seharga THB 30 (Rp12.000) baru deh kita sampai di Asiatique.

Tapi seru sih naik cruisenya. Sama seperti saat menikmati Singapore River Cruise, kita jadi bisa melihat pemandangan kota Bangkok di malam hari. Lampu-lampu gedungnya nyala di sana sini.

Bangkok River Cruise

Trus beberapa kali saya lihat semacam restaurant kapal (apa sih ini namanya?) gitu seliweran di sungai. Duh romantis kayaknya ya kalo bisa menikmati dinner di kapal itu. Tapi kayaknya sih mahal hehehe.

Cruise

5. Bus / Shuttle Bus

Untuk angkutan umum di Bangkok, bus juga bisa jadi pilihan. Saya belum nyobain sih, karena pada akhirnya ya ke mana-mana naik Uber. Tapi sempat lihat sekilas infonya. Kayaknya kalo naik bus di Bangkok harus benar-benar tau rute dan hapal nomor busnya ya? Karena kalo yang saya baca mostly rute dan directionnya pake bahasa  Thailand.

Ada yang pernah cobain keliling Bangkok naik bus gak? Kalo ada, share dong di kolom comment biar bisa jadi referensi buat yang lain juga. πŸ™‚

Selain bus, ada juga shuttle bus. Ini saya cobain waktu kita lagi ngantri penukaran tiket Coldplay di DC Show Mall. Dari sana tersedia free shuttle bus ke beberapa destinasi favorite di Bangkok, termasuk Suvarnabhumi dan Don Mueang. Waktu itu kami nyobain naik shuttle bus dari DC Show ke Siam Paragon. Lumayan juga, gratisan kan soalnya. Tapi ya sama seperti naik taksi/Uber, naik bus di Bangkok juga siap-siap aja kena macet. πŸ˜€

6. Tuk Tuk

Tuk Tuk

Tuk Tuk

Katanya gak ke Bangkok kalo gak nyobain naik Tuk-Tuk. Iya gak sih? Kalo iya, berarti saya harus ke Bangkok lagi nih karena kemarin gak kesampaian nyobain naik Tuk-Tuk.

Sempat kepikiran mau naik tapi udah malas kalo harus nawar-nawar tarif. Karena konon kabarnya, tarif Tuk-Tuk suka gak masuk akal. Apalagi kalo di spot-spot wisata seperti yang kemarin saya lihat saat sedang belanja di Chatuchak.

Ada yang udah pernah naik Tuk-Tuk? Berapaan sih tarif wajarnya? Share dong buat referensi kalo nanti saya ada kesempatan jalan-jalan ke Bangkok lagi. πŸ™‚

***

Semoga blogpost ini bermanfaat ya. Kali aja ada yang mau traveling ke Bangkok dan butuh informasi mengenai transportasi di Bangkok. πŸ™‚

Advertisements

8 thoughts on “Transportasi di Bangkok

  1. @nurulrahma

    Haiii Liaaaa πŸ™‚

    Iiih, seneng deh ada artikel kayak gini, ngebantu banget buat yg mau plesiran ke Bangkok.
    Btw, akhir Januuary lalu, aku ditraktir Priceza ke Bangkok, sempat makan di restaurant dalam kapal pesiar itu. Kalo dirupiahkan, seorang kena 600 ribu.

    Mehongggg πŸ™‚ πŸ™‚

    Like

    Reply
    1. liandamarta.com Post author

      Hai mbaaa. Iya semoga bermanfaat untuk yang mau jalan-jalan ke Bangkok ya mba. πŸ™‚

      Wah ternyata mahal juga ya makan di kapal pesiar itu. Tapi wajar sih yang dijual bukan hanya makanannya ya mba, tapi juga sensasinya hehehe

      Like

      Reply

Share your thoughts!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s