Cerita Ramadhan ala Anak Kost

[SPONSORED POST]

Sudah seminggu ini, saya dan Abang menjalani Ramadhan tahun ini sebagai anak kost di Jakarta. Iya, jadi sejak kami pindah ke Jakarta minggu lalu, kami memang masih tinggal di kost pasutri sambil pelan-pelan mencari tempat tinggal yang lebih nyaman lagi bagi kami berdua. Lokasi kost kami ini cukup strategis sih. Letaknya persis di belakang kantor Abang, jadi Abang tiap hari jalan kaki ke kantor. Trus dekat juga sama stasiun dan halte transjakarta yang memudahkan mobilisasi saya setiap harinya.

Tapi ya namanya juga tinggal di kost-kostan, pastinya serba terbatas ya. Apalagi pas bulan Ramadhan kayak gini. Yang mana saya harus siapin makanan untuk sahur dan berbuka puasa. Sayang sekali dapur di kostan yang kami tempati ini kurang proper untuk masak-masak, soalnya lagi renovasi. Jadilah, saya harus pinter-pinter cari cara biar tetap hemat selamaΒ menjalani Ramadhan di perantauan. πŸ™‚

Kebetulan saat ke Jakarta minggu lalu, meskipun belum bawa semua barang-barang di rumah, tapi kamiΒ bawa beberapa barang yang penting dan akan kepake banget selama Ramadhan ini. Rice cooker dan peralatan makan.

Kami juga dibekali lauk pauk oleh mama dan mertua, yang cukuplah untuk jadi makanan sahur dan berbuka selama beberapa hari pertama. Lauknya ada rendang, ayam goreng balado, dan goreng teri-kentang-kacang. Hmm, enak. Tinggal disimpan di dalam rice cooker biar tetap panas saat disajikan. πŸ™‚

Selain mengandalkan bekal lauk pauk yang dibawa dari Pekanbaru, saya juga memanfatkan rice cooker untuk memasak. Masaknya yang simple-simple aja sih. Seperti sop dan sayur bening. Pernah juga masak indomie pake rice cooker ini. Yang penting praktis, murah, dan enak! πŸ˜€

DSC09198

Masak sop sayur dengan bahan yang belum lengkap dan peralatan seadanya πŸ˜€

Rice cooker kayak gini memang bisa banget jadi andalan untuk masak memasak ya. Terutama yang tinggal cemplung dan rebus. Eh tapi dulu waktu saya masih ngekost di Bandung, saya pernah juga sih pake rice cooker untuk goreng chicken wings. Ya hasilnya sudah pasti jelas berbeda dengan kalo goreng di atas kompor. πŸ˜€

Intinya, kalo menjalani hidup sebagai anak kost di perantauan kudu pintar-pintar sih.Β Sesekali makan di luar bolehlah, apalagi kalo Ramadhan gini ada aja undangan buka bersama dari teman-teman Abang atau pun teman-teman saya. Tinggal gimana ngatur waktu dan keuangannya aja.

Trus yang paling penting sih memang cari kost atau tempat tinggal yang ada dapurnya sih. Biar bisa bebas mau masak apa aja. Sekarang saya masih nyari-nyari, doain segera ketemu yaa πŸ˜‰

Anyway, berhemat di bulan Ramadhan kali ini bukan cuma tentang makanan untuk sahur dan berbuka puasa, tetapi juga untuk kebutuhan lainnya. Misalnya, tiket mudik. Berhubung kepindahan saya dan Abang ke Jakarta ini bisa dibilang cukup di luar dugaan, jadi kami berdua kurang persiapan dalam mencari tiket mudik yang murah. Jadilah, saya pulang duluan di saat harga tiket masih wajar dan Abang pulang setelah dapat libur dari kantornya yang which is harga tiketnya udah 2x lipat dari harga normal.

Selain tiket mudik, hal lain yang juga harus dipersiapkan adalah baju lebaran. Hmm, sebenarnya ini opsional sih ya. Selama masih ada baju yang muat dan layak pakai mah gak mesti juga beli baju lebaran baru. Tapi, kalo pengen tetep beli, coba aja cari promonya. Sepertinya banyak nih promo baju lebaran di berbagai toko dan juga market place. Tinggal pintar-pintar aja nyari yang sesuai budget. πŸ˜€

Ya udah sih, itu aja cerita penting gak penting dari saya sebagai pasangan suami istri yang baru pertama kali menjalani Ramadhan di perantauan. Insya Allah jadi pengalaman baru yang penuh hikmah. πŸ™‚

Selamat menjalankan ibadah puasa di hari ke-8! Semoga ibadah puasanya lancar terus dan selalu diridhoi Allah SWT yaaa πŸ™‚

Advertisements

8 thoughts on “Cerita Ramadhan ala Anak Kost

  1. RahmanBatopie, M.gs

    Widiiiih… Menyenangkan sekali ya bisa berdua hidup dg kesederhanaan dan akur hehe.. Saya doakan semoga menjadi pasangan yg langgeng dan selalu dimudahkan dalam segala urusan πŸ™‚

    Jadi pengen nikah,, Ahay… πŸ˜€

    Like

    Reply
  2. Pingback: #CeritaTanggal7 : Kenangan Ramadan | liandamarta.com

Share your thoughts!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s