Let It Go

Hayooo siapa disini yang susah move on?

*ikutan ngacung* πŸ˜†

Hahaha iya saya termasuk orang yang susah move on. Move on dalam artian ‘melupakan masa lalu’ yes. Entah itu masa lalu yang cidih-cidih atau yang hepi-hepi. Bahkan salah seorang teman dekat saya suka bilang kalo saya ini hobinya hidup dalam kenangan. Aih mak! πŸ˜† πŸ˜† πŸ˜†

Nah kebiasaan susah move on ini juga suka terjadi di momen kalo saya abis ambil keputusan yang membuat saya (merasa) jadi mengorbankan sesuatu hal. Kayak soal keputusan menunda S2 karena udah keburu keterima kerja, keputusan yang diambil pasca tragedi-mengiris-hati di pertengahan 2012 lalu, sampai yang teranyar ya keputusan pindah kerja ke Pekanbaru ini. Itu semua bisa bikin saya jadi galau mellow berhari-hari loh kalo diinget-inget mulu. Dan itu bisa berlangsung sampai berbulan-bulan lamanya. Tiap tiba-tiba keinget “harusnya dulu blablabla” atau “coba aja dulu begini begitu”, langsung deh mood rusak seharian. 😦

Sampai suatu hari saya baca postingannya Mamak 3GET yang kece ini, langsung terkagum-kagum sama kebesaran hatinya merelakan sesuatu yang menjadi impian terbesarnya demi tetap bisa bareng sama keluarga tercinta. Mungkin apa yang saya rasakan beda konteksnya dengan apa yang pada saat itu dirasakan oleh mbak Sondang di postingannya tersebut. Tapi ada satu hal yang pastinya sama : bahwa Tuhan sudah siapkan yang terbaik buat kita. The best yet to come.

And suddenly, I know that….

letitgo - guotesaying(dot)netPic diambil dari sini

Yes, exactly, we just have to let it go. Let the (bad) things go..

Sebagai seseorang yang hobinya mikir dan gampang terbawa perasaan, memang kerasa susah banget ngelepasin semua kenangan pahit atau kondisi yang gak mengenakkan yang pernah saya rasain. Gak gampang juga melupakan suatu peristiwa yang gak saya sukai karena nyakitin hati atau melupakan impian yang (mungkin) belum kesampaian. Buat saya pribadi semua itu butuh waktu berbulan-bulan, atau bahkan ada yang hitungan tahun. Tapi setelah saya sampai di titik “it’s enough” untuk semua penyesalan, kekecewaan, kekesalan, amarah, dll nya itu, dan sampai di moment di mana saya merasa ‘ya sudahlah, toh semua udah terjadi’, saat itulah saya merasa semua beban negatif yang sempat saya rasakan itu hilang seketika. Blass!

Dan pada akhirnya saya jadi bisa merasakan apa hikmah dari semua kejadian-kejadian tidak mengenakkan dalam hidup saya itu. Kan katanya everything happened for a reason toh? Jadi ya harusnya yang kita ingat terus tuh ‘reason’ dari semua kejadian itu, dan belajar untuk nrimo, untuk mengikhlaskan. Instead of membayangkan andai-begini-andai-begitu yang gak akan ada habisnya dan ujung-ujungnya ngerusak mood sendiri.

Banyak waktu dan energi yang terbuang percuma tiap kali saya galau mellow kalo ingat-ingat masa lalu itu. Ujung-ujungnya sekarang nyesel sendiri kenapa kok lama banget proses move on-nya. Ngerasa rugi sendiri gitu akhirnya. Jadi yah memang lebih baik apa yang sudah terjadi ya biarkan saja terjadi. Jangan semuanya malah jadi dibawa-bawa sampai ke hari ini. Kapan majunya kan kalo kayak gitu terus? *ngomong sama kaca* πŸ˜€

Well, satu hal yang saya yakini saat ini, the beautiful journey of today can only begin when we learn to let go of yesterday. So, let’s stop bernostalgia dengan masa lalu lah kalo ujung-ujungnya cuma bikin galau mellow. Mending fokus menjalani apa yang ada sekarang sambil menanti ‘kejutan’ apa yang akan ada di depan. Tuhan selalu tau yang terbaik buat kita kok, jadi jangan khawatir salah jalan atau salah ambil keputusan. Masing-masing jalan yang dipilih, pasti ada hikmahnya tersendiri. πŸ™‚

letitgo - weheartit(dot)comPic dari sini

Advertisements

10 thoughts on “Let It Go

  1. danirachmat

    Liii, langsung keinget lagunya Raisa. Terjebak nostalgia. Hahaha. Kemaren karaokean dengerin lagu itu. Hihihihi. Yes Li, if you start to let go of the past something far better will start. πŸ™‚
    Semangat Li!

    Like

    Reply
  2. Messa

    bener banget Lia πŸ™‚ sekali-sekali melihat ke belakang boleh. tapi jangan terlalu lama πŸ™‚ kalau kelamaan nanti kita tidak bisa melihat pintu lain yg sudah dibukakan Tuhan di depan sana untuk kita πŸ™‚

    Like

    Reply
  3. Mandhut

    *tunjuk tangan* aku termasuk yang susah move on! πŸ˜€
    belakangan nemu cara ini sih : banyak2 nyoba hal baru, kenal sama orang baru, so one day bisa menemukan yang lebih baik, jadi bisa lebih mudah lupain yang dulu2
    πŸ˜€

    Like

    Reply
  4. sondangrp

    Liaaaaa…… semoga ke depannya untuk setiap pilihan kita yang sudah ditimbang-didoakan, adalah keputusan terbaik. Sehingga pas kita menoleh ke belakang, kita akan tersenyum melihatnya dan no regret ya. Cieeee.ayo kejar S2 before 30! *intimidatif gak ini?*

    Like

    Reply

Share your thoughts!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s