Kelas #2 Akademi Berbagi Pekanbaru : Work with Passion

Usai sukses menggelar kelas perdana sebulan lalu, Akademi Berbagi Pekanbaru kembali mengadakan kelas kedua. Kali ini tema yang diangkat adalah mengenai passion dalam bekerja. Work with Passion. Tema yang sangat menarik sekali :). Pembicara kelas kedua Akber Pekanbaru kali ini adalah seorang Marketing Coordinator Services PT Coca Cola Amatil Indonesia di Pekanbaru sekaligus pemilik sebuah gerai burger ternama di kota ini, Burger Gaboh Pekanbaru. Beliau adalah mas Iwan Setiawan Siregar. πŸ™‚

DSC01095_zps31d17056

Dalam kelas kedua ini, Mas Iwan banyak sharing mengenai perjalanan hidupnya sejak di masa perkuliahan hingga kini sampai ia membuka gerai burger yang menjadi salah satu tempat kongkow masyarakat Pekanbaru. Saya sempat dibuat terkaget-kaget dengan cerita mas Iwan, bahwa ia yang notabene adalah seorang engineer tapi memutuskan untuk meninggalkan pekerjaannya di sebuah oil and gas company terkemuka di dunia dengan gaji per bulan dalam kurs dollar. Alasannya sederhana : dia tidak menikmati bekerja di perusahaan tersebut karena merasa pekerjaan itu bukan passionnya.

Walau saya seorang engineer tapi ternyata bekerja di bidang engineering bukanlah passion saya.” Begitu kata mas Iwan siang itu di hadapan kurang lebih 25 orang akberian.

Kemudian mas Iwan Siregar pun melanjutkan kembali ceritanya tentang perjalannya dalam mengejar pekerjaan yang sesuai passion tsb. Belakangan ia ketahui, bahwa ternyata memang ia lebih menyenangi pekerjaan yang menuntutnya untuk lebih banyak berinteraksi dengan orang lain. Dan, di sebuah perusahaan multinasional yang produknya sudah ‘melanglang buana’ ke penjuru dunia itulah, akhirnya mas Iwan Siregar ‘berlabuh’. Memulai karir melalui sebuah program training sebagai seorang Marketing Officer di Coca Cola Amatil Indonesia, dan kemudian proses perjalannya menjajaki karir pun dimulai hingga kini ia berada di posisinya. Berbagai prestasi ia peroleh semasa bekerja di perusahaan tersebut. Rasa lelah karena bekerja tiada henti tidak menjadi hambatan ia untuk terus memberikan yang terbaik dalam pekerjaannya. Ini yang menurut saya “work with passion” tersebut. Bahwa ia mencintai apa yang ia kerjakan.

Well, saya selalu percaya ketika seseorang mengerjakan sesuatu hal yang sesuai dengan passion-nya, mengerjakan pekerjaan yang ia cintai, hasil yang maksimal pasti akan ia dapatkan. Vice versa. Terkait soal hal ini beberapa bulan lalu saya pernah menuliskan hal serupa dengan judul Do What You Love & Love What You Do.

DSC01099Melanjutkan kisah mas Iwan Siregar, siang itu di kelas kedua Akber Pekanbaru, mas Iwan juga bercerita tentang perjalanannya mencapai mimpinya yang lain. Prosesnya menurut saya tidaklah mudah, karena ada satu keadaan tidak mengenakkan yang secara tidak langsung menjadi turning point di kehidupan mas Iwan dalam mengejar mimpinya sebagai seorang pengusaha. Terkait soal hal ini, ada satu pernyataan mas Iwan yang saya sukai, kurang lebih isinya begini “kondisi yang buruk jika dihadapi dengan positif, maka hasilnya juga akan positif”. Mendengar pernyataan mas Iwan tersebut, saya jadi berkaca pada diri saya sendiri, yang masih belum bisa menanggapi berbagai hal dengan positif. 😦

Di kelas kedua tersebut saya juga belajar banyak tentang bagaimana seorang pekerja kantoran yang juga merangkap sebagai seorang pemilik gerai burger di Pekanbaru bisa menjalankan kehidupannya secara seimbang. Tentunya ada banyak yang dikorbankan. Dan tentunya ada banyak konsekuensi yang harus siap untuk dihadapi. There’s (always) a consequence in every decision that you made, isn’t it? πŸ˜‰

Menurut saya kelas kedua kemarin benar-benar seru dan menyenangkan. Bukan hanya karena temanya yang sangat kental dengan apa yang saya jalani saat ini, tapi juga kisah dan pembawaan mas Iwan yang begitu menyenangkan, membuat materinya sangat “kena” ke semua peserta. Terbukti dari respon para peserta yang ikut kelas kedua kemarin, semuanya bilang bahwa kelas kedua kemarin sangat seru! πŸ˜€ Ketika sesi tanya jawab juga gak kalah serunya, berbagai pertanyaan dilontarkan oleh akberian. Salah satunya yang saya ingat ada salah seorang akberian yang menanyakan tentang pertanyaan ini : kapankah waktu yang tepat bagi seorang pekerja kantoran untuk memutuskan resign dan fokus pada usahanya? Well, jawabannya cukup makjleb nih, saat bisnis sudah menghasilkan 5x lebih banyak dari penghasilan kita sebagai pekerja kantoran. *langsung itung-itung omset* πŸ˜†

Hari itu saya jadi belajar banyak hal dari mas Iwan. Terkait passion, mimpi dan pandangan seorang entrepreneur. Ada satu pernyataan mas Iwan yang juga masih saya ingat sampai saat ini. Beliau mengatakan bahwa saat ini ketika rekan-rekan seangkatannya di perusahaan multinasional tempatnya saat ini bekerja sudah sampai di posisi yang lebih tinggi dari posisinya saat ini dan berpenghasilan 20-30 juta per bulan, tapi dengan nominal yang hampir sama, mas Iwan Siregar sisihkan untuk menyambung rezeki orang lain (dalam hal ini para pegawainya di dua outlet Burger Gaboh). Sebuah sudut pandang yang berbeda dari seorang pegawai kantoran yang juga merangkap sebagai pengusaha. Seseorang yang tidak lagi berpikir tentang dirinya sendiri tapi juga berpikir tentang orang lain dan merasa bahwa “menyambung rezeki orang lain tiap bulannya” itu sebagai salah satu passion baru dalam hidupnya. Luar biasa! πŸ™‚

Terima kasih mas Iwan, atas sharingnya yang luar biasa keren. Terima kasih para akberian atas pertanyaan-pertanyaannya yang gak kalah keren. Sampai jumpa di kelas ketiga Akber Pekanbaru! πŸ˜€ Berbagi (memang selalu) bikin happy yah! πŸ˜‰

*Informasi lebih lanjut tentang kelas kedua Akber Pekanbaru bisa dicek di TL-nya @akberpekanbaru dengan tagar #akberpku*
Advertisements

9 thoughts on “Kelas #2 Akademi Berbagi Pekanbaru : Work with Passion

  1. Aulia

    bicara passion saat ini memang jadi sebuah tren, dimana buku-buku yg dijajal oleh berbagai toko juga sering banyak dijumpai, menurut para senior-senior yang mengerti passion hal itu memang harus terus dicari dan dipupuk, sehingga kalau sudah ketemu sungguh asyik dan mungkin ngeblog (menulis di internet) juga salah satu passion yang jarang digeluti orang πŸ™‚

    Like

    Reply
    1. liamarta Post author

      Iyah, kalo bagi aku sih gak akan bosen, soalnya sekarang masih proses pencarian passion, jadi kudu sering2 disadarkan lewat sharing class dg topik seperti ini πŸ˜€

      Like

      Reply

Share your thoughts!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s