The MIL

Note to my self banget inih.. Walaupun belum menikah dan belum punya MIL, tapi mempelajari cara bersikap yang baik terhadap MIL itu bisa dimulai dari sekarang kan ya. Kudu tau apa yang harus dilakukan, kudu tau bagaimana harus bersikap, dsb. Supaya hubungan ke depannya bisa jadi lebih baik.

Jadi inget dulu waktu jaman saya pacaran masih labil (walau sekarang juga masih hehehe), dikit-dikit ngambek, dikit-dikit pundung, ngerepotin pacar, dan malah jadi ada clash sana sini, ya wajar aja kalo hubungan dengan keluarga pacar (termasuk calon MIL) jadi ndak baik. Nyesel sih, karena kan first impression itu punya peranan maha penting ya. Tapi, kalo nyesel terus juga gak ada gunanya. Mending memantaskan diri supaya bisa jadi lebih baik lagi supaya dapat pasangan yang baik dan bonus dapat MIL + keluarga baru yang juga sama baiknya. Better late than never kaann.. hehehehe.

And yes, don’t expect MIL to love us like her own daughter itu benar sekali. Karena kalo kita di posisi itu pun kan susaaaaah yaaa.. Jadi lebih baik bersikap apa adanya dan saling menghargai & menghormati aja satu sama lain. Well, semoga kelak saya bisa jadi menantu yang baik untuk MIL saya nantinya, karena seperti yang pernah ditulis juga oleh mbak Meta di blognya kalo “a daughter/son-in-law will be the gate keeper for her to spending time with her child and her grandchildren”. Jangan sampailah putus hubungan antara anak dan orang tua karena menikahi orang yang salah.

Thank you for sharing, mbak Sondang! *ketjup*

Advertisements

6 thoughts on “The MIL

Share your thoughts!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s