Yang Dirindukan Dari Sebuah Perjalanan

Saya suka sekali melakukan perjalanan. Baik itu perjalanan darat, laut, maupun udara. Saya selalu menikmati perjalanan tersebut, entah itu dalam rangka liburan, biztrip, pulang kampung, atau sekedar jalan-jalan dalam rangka iseng-iseng belaka. Dalam sebulan, biasanya minimal ada lah 1x saya melakukan perjalanan, walaupun itu cuma perjalanan 2,5 jam Jakarta-Bandung atau perjalanan berjam-jam karena macet ketika naik transportasi umum.

Sayangnya, sejak pindah ke Pekanbaru Februari lalu, frekuensi berjalan-jalan itu menjadi berkurang. 😦 Makanya saya excited banget waktu kemarin akhirnya ada kesempatan melakukan perjalanan udara untuk mudik ke Batam! YAY!

Nah, sebenarnya apa sih yang bikin saya menikmati perjalanan tersebut?

Me-time. Menikmati saat-saat saya bisa berdialog dengan pikiran saya sendiri. Memikirkan hal-hal yang mungkin sebelumnya tidak pernah saya pikirkan atau mungkin terlewatkan untuk dipikirkan karena kesibukan saya dengan kegiatan sehari-hari saya. Memikirkan kesalahan-kesalahan di masa lalu, memikirkan tentang tujuan dan harapan di masa depan. Memikirkan semuanya.

Memang itu semua hanya bisa saya lakukan jika saya melakukan perjalanan tersebut seorang diri. Kalo beramai-ramai dengan keluarga atau teman, agak susah juga yaaa memusatkan diri dengan pikiran saya sendiri. Karena ya pastinya diselingi ngobrol dengan teman seperjalanan kita dong.

Makanya kadang ada masanya saya tidak terlalu suka diajak ngobrol sama stranger ketika sedang berpergian seorang diri. Makanya saya suka memilih untuk duduk di dekat window, instead of duduk di tengah atau di aisle, supaya kemungkinan ‘diganggu’ dengan strangernya menjadi lebih kecil. Dan makanya saya lebih suka memilih jam perjalanan saya di pagi atau malam hari, di mana di jam-jam tersebut biasanya penumpang lain memilih untuk tidur, sehingga saya bisa fokus menikmati perjalanan saya.

Terlebih kalo saya lagi galau mode on. Masa-masa galau itulah masa di mana saya butuh ‘me-time’ moment tersebut. Butuh berpikir. Butuh mencerna atas semua yang pernah atau sedang terjadi. Butuh berdialog dengan hati dan pikiran saya sendiri. Butuh meyakinkan diri saya atas keputusan yang sudah dan pernah saya ambil.

Selain me-time, satu hal lain yang juga selalu nikmati di setiap perjalanan saya, yaituΒ mengamati keadaan di sekitar. Saya hobi sekali loh memperhatikan orang-orang di sekitar saya yang asik ngobrol. Memperhatikan isi obrolan mereka, gesture, dan ekspresi mereka. Saya juga hobi memperhatikan orang-orang di sekitar saya yang asik dengan kegiatannya masing-masing, sambil menganalisa apa yang mereka pikirkan. Sepertinya ini salah satu hasil pembelajaran saya selama hampir 4,5 tahun kuliah di jurusan Psikologi. :mrgreen:

Dan, penerbangan Pekanbaru-Batam yang ditempuh selama kurang lebih 45 menit kemarin, walau singkat tapi membuat saya berpikir tentang hal ini. Tentang betapa saya merindukan masa-masa saya berpergian sendiri ke sana ke mari yang selalu saya nikmati. Entah itu naik pesawat, kapal, bus, travel, bahkan angkot sekali pun. Saya selalu menikmati itu semua. Menikmati waktu dengan diri saya. Menikmati waktu mengobservasi keadaan di sekitar saya. Menikmati waktu melakukan analisa mendalam tentang banyak hal di kehidupan sehari-hari saya.

Ah, sungguh, saya rindu melakukan itu semua!

P.S. Berikut sedikit oleh-oleh hasil jepretan saya selama penerbangan sore kemarin. πŸ˜‰

image_zps48489b10Pekanbaru, 3 Agustus 2013, 16.40 WIB

image_3_zps661d83d1Matahari Sore Pulau Bintan, 3 Agustus 2013, sekitar jam 17.15

image_4_zpsa30fab63Masih di Pulau Bintan, kelihatan gak tuh lahan yang habis dibakar itu? 😦

image_5_zpse91e1de1Finally… HOMETOWN! πŸ™‚

Advertisements

12 thoughts on “Yang Dirindukan Dari Sebuah Perjalanan

  1. ndutyke

    loh Lia, aku baru tau klo lumayan jauh juga ya dari Pku ke Batam. 45 menit naik pesawat. Sub-Cgk aja 60 menit (lebih dikit). Selama ini aku ngiranya, Pku ke Batam tinggal nyebrang ferry doang kayak kalo dari batam ke Sinciapoh πŸ˜€

    Like

    Reply
    1. liamarta Post author

      iya kurleb 30-45 menitan sih mbak. kemarin karena cuaca di pekanbaru sempat hujan jadi agak lama. kalo naik wings air yang pesawat baling malah sampe sejam πŸ˜†

      Like

      Reply
    1. liamarta Post author

      kalo dibandingkan darat, laut, udara, aku emang lebih seneng perjalanan darat sih mbak, soalnya lebih banyak yang bisa dilihat ya sepanjang perjalanan.. baru setelah itu perjalanan udara trus baru laut πŸ˜€

      Like

      Reply
  2. dhira rahman

    Aaawwww!
    I love love love the 1st pic!
    Akuoun merasakan hal yang sama pada travelling sebelum ada anak-anak.. kalau sekarang… malah pegel2 hahahaha

    Like

    Reply

Share your thoughts!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s