Be Grateful

Semenjak sebulan terakhir, saya semakin ogah-ogahan ngantor. Udah merasa gak dapet feelnya. Udah gak ngerasa nyaman. Dan blablablabla.

Too bad, saya orangnya bisa dibilang sangat moodyan. Mengerjakan sesuatu benar-benar tergantung mood. Jadi, kalo mood udah gak oke, bisa dipastikan seharian jadi gak produktif. Malah dari pagi bawaannya udah males-malesan mau datang ke kantor. Bad habit banget ini, dan sedang mati-matian saya lawan supaya gak keterusan kayak gini.

Sedari awal dapat berita kalo diterima kerja di tempat yang sekarang, saya udah kebawa ragu. Diambil gak nih, pikir saya saat itu. Tapi permintaan orang tua memang tak kuasa ditolak ya, susah sekali untuk mencari alasan mengapa saya tidak harus mengambil pekerjaan ini. Jadi, ya sudahlah. Dicoba saja. Katanya, kalo tidak dicoba ya gak akan tau bagaimana rasanya.

Lalu, dimulailah sebulan pertama, dua bulan pertama, tiga bulan pertama, dan seterusnya sampai saat ini, I keep struggling in this place. With the various type of person. With the unexpected kind of job description. Ditambah lagi perasaan “downgrade” yang selalu muncul setiap kali saya gundah gulana resah gelisah bikin saya pengen cepat-cepat out dari tempat ini. Setiap kali mau ngantor bawaannya stress melulu. Gak semangat sama sekali. Beneran, deh.

Sampai akhirnya, kurang lebih seminggu yang lalu, saya serasa ‘ditampar bolak balik’ sama pernyataan seorang teknisi yang merangkap driver di kantor saya. Kita sebut saja dia MK. Dia sudah kurang lebih 8 tahun kerja di kantor ini dan saya tau banget statusnya saat ini masih kontrak, belum diangkat sebagai pegawai tetap.

Waktu itu kita berdua lagi di jalan, MK mengantarkan saya untuk membeli sesuatu buat acara kantor. Saya refleks nanya ke dia.

Me : “Betah gak kerja di sini?”

MK : “Kalo saya gak betah, gak mungkin saya masih disini. Kenapa? Lia gak betah?”

Saya cuma diam, dan saya rasa dia sudah tau apa jawabannya.

Lalu dia cerita kalo sebelumnya dia pernah bekerja di sebuah daerah kecil di provinsi ini, kerjaannya outdoor. Selama bertahun-tahun dia bekerja seperti itu, panas-panasan, sampai akhirnya masa kerjanya diΒ proyek tersebut berakhir, dan dia mendapat tawaran di kantor yang sekarang.

BerasaΒ jleb banget bagi saya ketika dia ngomong gini : “Saya mau kerja apa aja yang penting halal. Kenapa saya betah di tempat sekarang karena saya kerja udah gak kena panas lagi, gak kena hujan lagi. Sekarang kerjanya duduk aja di ruangan, ada kipasnya. Pergi kemana-mana juga naik mobil.”

Dia ngomongnya nyantai bener loh itu. Terlihat begitu menikmati apa yang dia kerjakan sekarang. As simple as that.

Bok, makjleb banget itu rasanya. Mendengar seorang pegawai yang saya tau sudah mengabdikan bertahun-tahun hidupnya di perusahaan ini, tanpa ada kejelasan kapan akan diangkat sebagai pegawai tetap, ditambah lagi penghasilan per bulan saya yang (mungkin) bisa berkali-kali lipat lebih banyak dari dia, tapi dia MASIH BISA BERSYUKUR.

Dan saya sampai detik ini, MASIH TERUS-TERUSAN MENGELUH.

Astaghfirullah. Hiks. πŸ˜₯

Ya Allah, semoga saya bisa selalu mensyukuri dan (belajar) mencintai apa yang saya jalani saat ini. Belajar bertanggung jawab dengan pilihan saya. Dan tetap memberikan yang terbaik untuk orang-orang di sekitar saya. Amin.

Quotes yang saya kutip dari twitternya Ika Natassa berikut ini selalu saya jadikan ‘semangat’ agar saya bisa menjadi lebih baik lagi di setiap situasi :

Wherever you are, even though it’s not the best place you can be, just make the most out of it. There has to be a reason why you’re there.

So, people (and also my self), let’s be grateful for everything that we have in our life!

Cheers,

Lianda Marta

Advertisements

4 thoughts on “Be Grateful

    1. liamarta Post author

      Yap, gue setuju banget sama lo. Selalu inget aja quotes itu dan kata-kata “everything happened for a reason” supaya kita gak mengeluh kalo kondisi lagi gak sesuai sama kemauan kita, hehehe πŸ˜€

      Like

      Reply
  1. diah

    sabar ya Lia dengan keadaan kantornya, emang harus selalu bersyukur say.
    saya juga biasanya bosen dengan keadaan kantor tapi inget lagi, belum tentu klo saya pilih resign saya dapat kerjaan yg lebih baik dari sekarang dari segi fleksibilitas maupun finansialnya.

    intinya kita emang harus selalu bersyukur, bukankah kata Allah, siapa yang mensyukuri nikmatku akan kutambahkan baginya? πŸ™‚

    Like

    Reply
    1. liamarta Post author

      Iya mbak Diah, mengeluh gak akan ada habisnya, tapi juga gak akan menyelesaikan masalah ya. Dan aku juga selalu percaya, gak ada tempat yang lebih baik dari tempat yang sekarang, paling tidak untuk saat ini.

      Thanks ya mbak Diah udah mampir dan mengingatkan aku untuk selalu bersyukur πŸ™‚ *hug*

      Like

      Reply

Share your thoughts!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s