Belajar Bahasa Inggris di Kamis Inggris

Bukan hanya Bandung yang punya #KamisInggris, saya dan suami juga punya sesi Kamis Inggris. Versi kami berdua tentunya. πŸ˜€

Berawal dari keinginan saya pribadi untuk mengasah kemampuan berbahasa Inggris saya terutama dalam hal conversation, akhirnya saya request ke suami untuk memilih satu hari dalam seminggu di mana kami berdua wajib ngobrol dalam bahasa Inggris. Baik lisan maupun tulisan (via messenger).

Keinginan ini sebenarnyaΒ udah saya sampaikan sejak lama. Tapi baru bisa direalisasikan minggu lalu. Dan, hari Kamislah yang dipilih jadi hari di mana kami wajib berbicara dalam Bahasa Inggris antar satu sama lain.

Kenapa hari Kamis?

Karena kebetulan di hari Kamis,Β Abang dan teman-teman kuliahnya juga ada english day di group whatsapp mereka. Trus biar bisaΒ rhyming juga kan :Β Kamis Inggris.Β πŸ˜‰

Oke, jadi udah 2 kaliΒ nih sesi Kamis Inggris dimulai. Awalnya sih kami berdua netapin durasi ngobrol bahasa Inggrisnya ya sepanjang hari. Tapi setelah melewati hari pertama minggu lalu, akhirnya kami pun memutuskan untuk ngikutin jam kerja aja. Mulai dari jam 8 pagi sampai jam 5 sore.

PertimbangannyaΒ selain karena ternyata ngobrol dalam Bahasa Inggris itu melelahkan (mungkin karena belum terbiasa), juga karena di luar jam tersebut kami biasanya ngumpul sama keluarga besar, dan merasa aneh aja gituΒ kalo masih ngobrol pake Bahasa Inggris. πŸ˜€

Anyway, beberapa teman yang tau soal kebiasaan baru saya dan suami ini pada ngirain saya udah lancar banget ngomong bahasa Inggrisnya. Padahal mah,Β SALAH BESAR. Justru karena kemampuan Bahasa Inggris saya cupu banget, makanya saya mau belajar.

Suami saya lebih fasih berbahasa Inggris daripada saya. Saya pribadi seringnya takut salah mulu kalo ngomong di depan orang banyak. Makanya di sesi Kamis Inggris inilah saya diberiΒ kesempatan untuk mendobrak rasa takut itu. At least ngomongnya kan ke suami sendiri. Pas salah ya gak bakal diketawain lah, malah dibenerin sama beliau.

Jadi ya jangan takut untuk belajar meningkatkan kemampuan diri, terutama dalam hal menguasai bahasa asing. So far alhamdulillah saya masih asal ngomong aja gak mikirin grammar, pokoknya apa yang pengen diomongin ya udah diomongin aja, walau kadang pemilihan vocab-nya pun masih kurang tepat. Tapi mudah-mudahan dengan sesi belajar ini saya jadi belajar memahami grammar, memperkaya kosakata, dan tentunya meningkatkan kepercayaan diri saya ketika berbicara dalam Bahasa Inggris.

So, gimana? Tertarik untuk nyobain metode belajar Bahasa Inggris seperti saya dan suami ini? Bisa banget lho dilakuin sama adik/kakak, teman dekat, atau malah sama pacar.Β πŸ˜‰

Yang punya cerita seru belajar Bahasa Inggris atau tips belajar Bahasa Inggris, sharing dong di kolom comment postingan ini. Biar kita bisa sama-sama belajar. πŸ™‚

Advertisements

24 thoughts on “Belajar Bahasa Inggris di Kamis Inggris

      1. nyonyasepatu

        Gak Lia, Matt gak mau karena dia mau bahasa Indonesianya bagus haha. Dia kan lbh harus kasih banyak presentasi dan meeting ke kampus, sekolah2, masyarakat dan pemerintahan jadi kalau bahasa Indonesianya jelek dia malu😁. Jadi kalau mba ajak ngomong bahasa Inggris, dia tetep jawab bahasa Indonesia

        Like

        Reply
        1. liandamarta.com Post author

          Oh iya sih yaa, justru dari Matt nya yang mau improve bahasa Indonesia ya mba. Kalo gitu ganti-gantian aja mba, berapa hari ngomong bahasa Indonesia, berapa hari ngomong bahasa Inggris. Sama-sama belajar deh jadinya hihihi πŸ˜‰

          Like

          Reply
  1. denaldd

    Idenya bagus Lia. Yang penting konsisten dan ga takut salah *haha kayak aku pakar aja kasih masukan πŸ˜†
    Aku mau sharing cerita dikit. Aku sama suami dalam seminggu pakai 3 bahasa. Bukannya apa, tapi kami sama-sama saling belajar bahasa masing-masing. Pembagiannya : senin-jumat : bahasa Belanda. Sabtu : bahasa Indonesia. Minggu : bahasa Inggris. Porsi bahasa Belanda lebih banyak karena aku musti cepat belajar, mau ujian dan supaya lebih fasih aja. Tipsnya, karena sama-sama belajar, jadi jangan marah kalau ada yang mengoreksi. Kalau aku salah pengucapan dan grammar bahasa Belanda, suami langsung koreksi. Begitu juga sebaliknya dengan bahasa Indonesia. Ribet bangeeet diawal. Pusing. Lama-lama terbiasa. Tapi kalau mau cepat bisa dan lancar, memang musti bersakit-sakit dahulu kan πŸ™‚

    Like

    Reply
    1. liandamarta.com Post author

      Bagus juga idenya mba deny dan suami, dibagi-bagi per hari gitu ya mba jadi bisa saling belajar satu sama lain. Aku juga nih karena belajarnya sama suamiku jadi dia langsung koreksi kalo ada pelafalan aku yang salah atau grammar yang ngaco. Biasanya aku gampang keder kalo di depan umum, tapi karena di depan suami sendiri mah cuek aja hehe. Mudah-mudahan bisa cepat terbiasa trus cepat fasih deh ngomong pake bahasa Inggrisnya. πŸ˜€

      Like

      Reply
  2. dani

    Kami belom jalan nih jumat Inggris nya. Dari dulu udah direncanain. Gagal maning karena dah bosen duluan kali ya soalnya di kantor kalo bikin nota analisa ato apa apa harus pake Bahasa Inggris meskipun gak pake ngomong. Eh iya join challengenya english Friday nya BEC juga dong Kakaaaaak. *100%promo. Mihihihi.

    Like

    Reply
    1. liandamarta.com Post author

      Hihihi iya udah keburu bosen duluan tuh sama bahasa Inggris, atau diganti hari lain aja mas buat english day sama mba bul. πŸ˜€

      Aku kan dulu udah pernaaah join di English Friday BEC tapi ya ituuuu kalo dipaksa mikir malah kadang suka gak ngalir nulisnya, makanya belum ada ikutan challengenya lagi hahaha. Nanti yaa kalo pas ada tema yang cucok dan mood aku nulis english lagi bagus ntar aku ikutan lagi. πŸ˜€

      Like

      Reply
  3. Novriana

    Waaa, Lia keren banget ih bisa nerapin English day di rumah!
    Aku di sini kemampuan bahasa Inggrisnya makin ngaco.. Sampe2 pernah mesti buka kamus Jepang-Inggris buat nyari bahasa Inggris nya “wortel” gara2 yang keinget cuman bahasa Jepangnya >_<

    Sukses terus ya Kamis Inggris nya!

    Like

    Reply
    1. liandamarta.com Post author

      Makasiiih.. Tapi aku masih belepotan banget ngomong bahasa Inggrisnya mba hehehe. Makanya mau belajar nih biar fasih πŸ˜€

      Duh jadi inget aku pas SMA pernah ikutan ekskul bahasa Jepang. Tapi yang ku ingat sampai sekarang cuma cara perkenalan diri “watashiwa Lia desu! Dozoyoroshiku” dan greetings “konnichiwa”, “konbawa”, dan pastinya “arigato gozaimasu!” Hihihi..

      Liked by 1 person

      Reply
    1. liandamarta.com Post author

      Iya aku karena jarang dipake jadinya nurun banget dit. Trus gatel pengen bisa fasih ngomong bahasa inggris, pengen bisa nulis dengan grammar yang bagus juga. Makanya mesti cari cara belajar yang asyik dan gak ngebosenin nih πŸ˜€

      Like

      Reply
  4. alrisblog

    Keren Lia. Ngomong sama suami sendiri kan gak perlu malu, hehe…
    Ditempat saya gawe sekarang, ada niat atasan kalo ngomong dalam kantor harus bahasa Inggris. Cuma berjalan beberapa lama abis itu udah ngomong bahasa campur2 aja: Indonesia dan Jawa. Memang susah untuk konsisten.

    Like

    Reply

Share your thoughts!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s